
Sumbawa Besar,anugerah-media.com
Angka stunting di Kabupaten Sumbawa masih tergolong tinggi dan menjadi tantangan serius yang harus ditangani secara bersama-sama. Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., MAP, saat Grand Opening SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari, Rabu (8/4/26).
Sekda mengungkapkan, angka stunting di Sumbawa saat ini masih berada di kisaran 29,8 persen, atau hampir sepertiga dari jumlah anak-anak yang ada. Kondisi ini dinilai memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serta langkah konkret dari semua pihak.
“Ini tantangan serius yang harus kita hadapi bersama. Hampir sepertiga anak-anak kita terdampak stunting,” ujarnya di hadapan anggota Forkopimda dan para pejabat lainnya.
Pemerintah sendiri, lanjut Sekda, telah menetapkan target penurunan angka stunting menjadi 22 persen. Artinya, terdapat selisih sekitar 7 persen yang harus dikejar melalui berbagai program dan intervensi yang lebih terarah dan efektif.
Tak hanya itu, data juga menunjukkan sekitar 16 ribu kepala keluarga di Sumbawa masuk dalam kategori rentan stunting. Angka ini menggambarkan bahwa persoalan stunting bukan sekadar statistik, melainkan realitas sosial yang perlu ditangani secara serius.
“Ini bukan hanya angka, tetapi kondisi nyata di masyarakat. Karena itu, kita harus melakukan langkah cepat, termasuk intervensi yang lebih spesifik dan tepat sasaran,” tegasnya.
Dalam konteks tersebut, keberadaan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) dinilai sangat strategis. SPPG diharapkan mampu menjadi ujung tombak dalam memberikan intervensi gizi yang terukur kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Sekda akrab disapa Doktor Budi juga menekankan pentingnya pendekatan system thinking atau pola pikir sistem dalam menangani stunting. Menurutnya, persoalan ini tidak bisa dilihat secara parsial, melainkan harus terintegrasi dari hulu ke hilir.
“Bagaimana kita mencetak anak-anak yang berkualitas ke depan, tentu harus dimulai dari sekarang. Salah satu poin pentingnya adalah penguatan intervensi, termasuk melalui program dapur sehat MBG ini,” jelasnya.
Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat, untuk bersinergi dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Sumbawa.
“Kalau kita bergerak bersama dan terarah, saya yakin target yang ditetapkan bisa tercapai,” pungkasnya.(AM)



