
Oleh dr. H Minanur Rahman
Bagi umat Islam, Sholat dianggap sebagai tiang agama. Dengan mengingat Allah melalui sholat, bisa menjadikan umatnya keluar dari segala persoalan atau masalah yang dihadapi. Dengan menyandarkan segala pertolongan pada Sang Maha Penolong, segala sesuatu akan mudah. Karena itu, menjalankan shalat sebenarnya juga berarti membuka jalan bagi datangnya pertolongan Allah.
“Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan kesabaran dan Shalat.” (QS al-Baqarah [2]: 45; lihat pula ayat 153). “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”
Jika sholat dan ibadahnya benar, seorang muslim seharusnya lebih siap menghadapi hidup dengan problematikanya dibanding sebelumnya. Sebab itu sesuai janji Allah bahwa “dengan mengingat Allah hati menjadi tenang”, tidak mudah stress, depresi dan ujungnya menjadi lebih sehat.
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram.* (QS: al-Ra‘d [13]: 28)].
Nah, jika semua penelitian sudah menunjukkan bahwa dengan banyak ibadah berdampak baik pada kesehatan dan otak Anda, Apa ruginya jika mulai rajin beribadah mulai sekarang?
Sehat dan bahagia adalah idaman setiap manusia. Sesungguhnya semua manusia dilahirkan dalam keadaan sehat dan berpotensi untuk hidup sehat dan bahagia. Manusia akan hidup sehat dan bahagia apabila menjalani kehidupan dengan benar dan baik.
Oleh karena itu tugas manusia adalah belajar dan berpikir untuk menemukan kebenaran, kemudian menerapkan kebenaran itu untuk berbuat kebaikan yang bermanfaat bagi seluruh kehidupan. Itulah tugas manusia sebagai hamba Tuhan.
Manusia menjadi sakit dan mengalami kesengsaraan karena melakukan suatu keburukan atau kesalahan. Kebanyakan manusia yang demikian tidak merasa punya kesalahan, suka memaksakan kehendak dan mudah menyalahkan orang lain (keadaan diluar dirinya).
Mereka ini lebih banyak menuruti pikiran dan hawa nafsunya sendiri. Kebenaran bagi mereka adalah yang bisa memuaskan keinginan dan kesenangan manusia. Oleh karena itu mereka banyak menghadapi masalah dan musibah.
Lain halnya dengan orang-orang yang beriman, mereka ini hidup damai, tenang, penuh kenikmatan, sehat dan bahagia. Orang yang beriman itu selalu berusaha dalam kebenaran dan kebaikan. Mereka ini sangat berhati-hati agar tidak berbuat suatu kesalahan, keburukan atau kesia-siaan. Mereka mencari kebenaran hakiki yang ilmiah dan masuk akal.
Mereka memikirkan kesejahteraan untuk semua manusia dan semua makhluk Bumi. Mereka menjaga Bumi agar lestari untuk kehidupan generasi mendatang. Mereka ini sangat sadar bahwa hidup ini sangat singkat, maka mereka mengisi kehidupan dengan kebaikan sebanyak banyaknya.
*Bagaimana orang beriman bisa selalu sehat dan bahagia?*
Bagaimana tidak sehat kalau semua perbuatannya benar dan baik serta berhati-hati agar tidak keliru, salah atau sesat. Setiap ada kesulitan atau kesalahan dia segera memohon ampunan dan mohon tuntunan. Dia mempersiapkan segala sesuatu dengan teliti, cermat dan tepat. Dia memandang masa depan dengan penuh keyakinan bahwa dia akan menjadi orang yang berguna bagi banyak orang. Dia tidak pernah khawatir karena segala urusan digantungkan ke Allah (tawakal). Dia juga tidak pernah sedih atau menyesal karena semua kejadian adalah kehendak dan izin Allah swt. Maka orang beriman akan selalu bahagia.
Orang Berilmu Ternyata Lebih Baik Daripada yang Beriman
Tahukah Anda bahwa orang berilmu ternyata punya kedudukan yang lebih tinggi daripada orang beriman? Mengapa demikian? Berikut penjelasannya.
Allah akan mengangkat kedudukan orang beriman yang berilmu dibandingkan orang yang hanya sekadar beriman tapi tanpa ilmu. Karena dengan ilmu, orang yang lebih mudah memahami dan menguatkan iman. Sementara orang yang hanya beriman akan sangat mudah goyah jika tanpa disertai dengan berbagai ilmu tentang agama.
Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Allah akan mengangkat kedudukan orang-orang yang beriman dan diberikan ilmu di antara kalian beberapa derajat. Allah Maha mengetahui apa yang kalian kerjakan.” (QS. Al Mujadilah [58]: 11).
Tak hanya itu, ilmu juga ternyata lebih berharga dibandingkan harta. Bagi para pencari ilmu, ilmu akan membawanya selalu di jalan Allah ta’ala dan menemaninya ketika di dunia sampai dihantarkannya ke dalam kubur serta membawanya kepada tempat yang dirindukan yaitu surga. Ilmu juga akan membawa banyak kemuliaan bagi yang memilikinya.

Allah berfirman, “Kemudian Allah menghinakan mereka di hari kiamat, dan berfirman, ‘Di manakah sekutu-sekutu-Ku itu (yang karena membelanya) kamu selalu memusuhi mereka (nabi-nabi dan orang-orang mukmin)?’ Berkatalah orang-orang yang telah diberi ilmu, ‘Sesungguhnya kehinaan dan azab hari ini ditimpakan atas orang-orang yang kafir.’”, (QS: An Nahl ayat 27).
Di ayat yang lain, Allah pun berfirman, “Dan pada hari terjadinya kiamat, bersumpahlah orang-orang yang berdosa, ‘Mereka tidak berdiam (dalam kubur) melainkan sesaat (saja)’. Seperti demikianlah mereka selalu dipalingkan (dari kebenaran). Dan berkata orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan (kepada orang-orang yang kafir), ‘Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit; Maka Inilah hari berbangkit itu akan tetapi kamu selalu tidak meyakini(nya).’” (QS: Ar Ruum ayat 55-56)



