
Oleh dr. H Minanur Rahman
Semua orang butuh harta untuk berbagai macam keperluan kehidupan. Untuk itu semua orang bekerja keras mencari rezeki untuk kebutuhan hidupnya. Sebagian orang mendapatkan rezeki yang begitu banyak, dan sebagian lainnya dapat rezeki hanya cukup kebutuhan hidupnya. Mereka yang banyak rezekinya itu tentu berkaitan dengan usaha kerja kerasnya dalam mencari rezeki, juga berkaitan dengan pemanfaatan hartanya.
  Yang menarik untuk dibahas disini adalah “mengapa umat muslim tidak banyak yang kaya?” Apakah umat muslim itu malas? Apakah umat muslim tidak butuh banyak harta? Apakah umat muslim itu boros? Apa yang membuat sebagian muslim punya banyak harta?
  Sebelumnya mari kita perhatikan kehidupan non muslim yang kaya. Pada umumnya non muslim percaya bahwa banyaknya harta yang mereka dapat adalah hasil usaha kerja keras dan kepandaian dirinya, serta keberuntungan. Mereka bekerja keras untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Makin banyak harta yang didapat membuat mereka makin semangat. Mereka lebih menyenangi mengumpulkan harta daripada membelanjakan untuk bersenang-senang.
  Sejak kecil mereka diajarkan menghargai uang dan mencintai harta. Hidup itu tidak gratis, butuh banyak biaya dan butuh kerja keras. Jangan boros membelanjakan uang, lebih baik ditabung agar kalian punya banyak uang. Tidak ada yang akan menolong kamu jika kamu tidak punya uang. Kamu harus belajar dan sekolah yang tinggi agar kamu punya pekerjaan yang menghasilkan banyak uang. Bekerja itu harus jujur agar dipercaya orang, jangan pernah menipu, dan jangan curang. Semua pekerjaan itu seperti berdagang untuk cari untung. Belajarlah berdagang agar kalian tahu caranya mencari untung.
  Selain itu untuk memajukan bisnisnya dan memperbesar keuntungan, mereka banyak mempekerjakan orang, berani hutang bank dalam jumlah besar, berani spekulasi, dan memperluas relasi. Kadang-kadang mereka pun berani untuk kongkalikong, menyuap pejabat, memonopoli, membanting harga, dan bahkan menimbun barang. Di tahap ini mereka mulai serakah dan berani melakukan hal yang sangat berisiko demi keuntungan berlipat.
  Nah.. Sekarang mari kita bahas bagaimana umat muslim menyikapi harta. Umat muslim meyakini harta adalah bagian dari rezeki yang diberikan Tuhan kepada makhluk-Nya. Setiap orang pasti diberikan rezeki yang cukup untuk kehidupannya, dan diberikan kelebihan rezeki atas kerja kerasnya serta pemanfaatan hartanya. Bagi muslim didalam harta ada banyak kewajiban dan ada hak orang lain.
  Ada hukum haram dan halal dalam harta kekayaan. Harta yang diperoleh harus dengan cara yang benar dan halal, tidak merugikan orang lain, tidak melanggar aturan, dan tidak menyebabkan kerusakan. Untuk membersihkan harta dari resiko haram, umat muslim melakukan sedekah ke orang yang kurang beruntung dibandingkan dirinya. Resiko dari harta haram adalah hilangnya keberkahan sehingga tidak terasa nikmatnya.
  Motivasi umat muslim dalam mencari rezeki adalah untuk kebutuhan hidup dan untuk beribadah. Umat muslim tidak berambisi mengumpulkan banyak harta. Akan tetapi bila banyak rezeki mereka akan bersedekah dan sebagiannya disimpan. Motivasi utama menabung adalah untuk ibadah haji melebihi dari membeli barang mewah. Kebiasaan hidup sederhana membuat umat muslim tetap tampil sederhana meskipun mempunyai harta berlimpah.
  Ada banyak kewajiban dalam harta yang dimiliki seorang muslim. Kewajiban utama adalah menafkahi keluarga (istri dan anak-anak), juga ibu dan bapak serta saudara yang menjadi tanggungannya. Kewajiban selanjutnya adalah sedekah ke orang-orang yang kurang beruntung di sekitarnya. Orang-orang yang kurang beruntung tersebut antara lain fakir miskin, anak yatim, orang berhutang, musafir, dsb. Sedekah juga untuk kepentingan umum seperti pendidikan, tempat ibadah, dan kegiatan sosial. Bagi yang punya kelebihan harta cukup banyak diwajibkan untuk membayar zakat serta pajak untuk pemerintah.
  Bagi orang-orang muslim yang tidak banyak rezeki, mereka tidak banyak mengeluh, tetap sabar dan bersyukur. Mereka meyakini rezeki yang diterima adalah cukup untuk kebutuhan hidupnya dan untuk kebutuhan ibadah. Meskipun relatif kekurangan harta namun mereka tidak tergoda untuk berhutang apalagi melakukan hal yang dilarang untuk mendapatkan harta. Mereka yakin bahwa Allah akan menolong dan mencukupi kebutuhan hamba-Nya.
  Kebiasaan yang membuat muslim itu sabar, pandai bersyukur, dan hidup sederhana adalah ibadah yang dilaksanakan secara teratur. Umat muslim itu wajib sholat 5 waktu dalam sehari dimulai saat subuh hingga malam hari. Waktu sholat yang teratur ini membuat umat muslim selalu bangun pagi, disiplin waktu, dan teratur bekerja.
  Setiap tahun selalu berpuasa Ramadhan sebulan penuh tanpa terasa kelaparan maupun kelelahan. Bahkan sebagian muslim terbiasa puasa setiap hari Senin dan Kamis. Kebiasaan puasa ini membuatnya tubuhnya lebih sehat dan tahan terhadap berbagai penyakit. Kondisi puasa membuat seseorang lebih fokus, lebih tenang, dan tidak emosional.
  Kebiasaan hebat umat muslim yang penting adalah persaudaraan dan toleransi. Umat muslim itu memuliakan tamu, sesama muslim adalah saudara meskipun berbeda bangsa, dan bisa bersahabat dengan non muslim. Umat muslim menghormati keyakinan orang lain tanpa turut campur dan tidak mencampur aduk keyakinan. *Bagimu agamamu, bagiku agamaku*(AN/*)



