
Sumbawa Besar,anugerah-media.com
Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menegaskan komitmennya dalam mendorong peningkatan kinerja organisasi perangkat daerah (OPD). Ia memastikan, kepala OPD yang tidak inovatif dan tidak produktif akan dievaluasi secara serius, bahkan berpotensi dicopot dari jabatannya.
Menurut Wabup, pemerintah daerah sebenarnya telah memiliki mekanisme komitmen kerja antara pimpinan daerah dengan kepala OPD, yang dikenal sebagai fakta integritas atau perjanjian kinerja. Melalui komitmen tersebut, setiap kepala OPD dituntut mampu mencapai target pembangunan yang telah ditetapkan.
“Kalau tidak bisa mencapai target, tentu harus siap diberhentikan, dipindahkan, atau diganti. Tidak perlu membuat aturan baru, yang penting komitmen itu dijalankan dengan sungguh-sungguh,” tegasnya saat ditemui media ini di ruang kerjanya, Selasa (31/3/26).
Wabup juga menekankan pentingnya evaluasi berkala terhadap kinerja OPD, khususnya dalam menggali potensi pendapatan asli daerah (PAD) serta mendorong efisiensi anggaran. Ia menilai masih terdapat sejumlah belanja yang belum sepenuhnya berbasis kebutuhan, melainkan sekadar kebiasaan.
Beberapa pos anggaran seperti perjalanan dinas (SPPD), konsumsi, hingga pengadaan seragam menjadi sorotan. Menurutnya, pengeluaran yang tidak mendesak harus ditekan agar anggaran dapat dialihkan ke sektor prioritas, seperti pembangunan infrastruktur.
“Sekarang kita tidak lagi menganggarkan berdasarkan kebiasaan, tapi berdasarkan kebutuhan. Efisiensi ini penting, karena hasilnya bisa kita alihkan untuk pembangunan, misalnya jalan,” ujarnya.
Selain itu, Wabup juga mengingatkan terkait pengelolaan keuangan daerah yang harus menyesuaikan dengan regulasi hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah. Salah satu ketentuannya adalah pembatasan belanja pegawai agar tidak melebihi 30 persen dari APBD.
Untuk itu, peningkatan pendapatan daerah menjadi salah satu solusi yang harus dioptimalkan oleh OPD terkait. Ia menegaskan, peran pengawasan dan koordinasi akan terus diperkuat guna memastikan seluruh program berjalan efektif.
“Kalau tidak maksimal dalam bekerja, tentu akan kita evaluasi. Ini demi memastikan pembangunan di Kabupaten Sumbawa berjalan sesuai harapan,” tandasnya.(AM)



