
Mataram,anugerah-media.com
Bupati Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP bersama penjabat pemerintahan kabupaten umbawa menggelar agenda koordinasi dan audiensi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I di Kantor BBWS NTB, Mataram, Kamis 2 April 2026.
Pertemuan ini membahas percepatan rencana pengembangan infrastruktur sumber daya air di Kabupaten Sumbawa, termasuk dukungan terhadap Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan keberlanjutan pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Syarafuddin Jarot menegaskan bahwa akses terhadap air bersih merupakan hak dasar warga yang harus dipenuhi secara adil dan berkelanjutan. Ia menyebutkan, tantangan geografis Kabupaten Sumbawa yang berbasis kepulauan dan wilayah perbukitan seringkali menyulitkan distribusi air bersih, terutama pada musim kemarau panjang.
“Kami ingin memastikan setiap warga Sumbawa mendapatkan layanan air bersih yang layak, merata, dan berkelanjutan. Ini bukan hanya tugas pemerintah daerah, tetapi butuh kolaborasi dengan BBWS sebagai otoritas pengelola wilayah sungai. Hari ini kami ambil langkah konkret untuk mewujudkan itu semua,” ujar Bupati yang akrab disapa Haji Jarot kepada Nuansantb, Senin (06/04/2026).
Lebih lanjut, Bupati Syarafuddin Jarot memaparkan sejumlah usulan prioritas. Di antaranya optimalisasi jaringan SPAM di kawasan pesisir dan timur Sumbawa yang kerap mengalami defisit air bersih, rehabilitasi embung serta bendungan kecil, serta peningkatan kapasitas infrastruktur irigasi untuk mendukung ketahanan pangan daerah.
Pimpinan BBWS Nusa Tenggara I yang hadir dalam pertemuan tersebut menyambut baik inisiatif dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Pihaknya berkomitmen untuk mengkaji secara teknis usulan-usulan yang disampaikan, terutama yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya air terpadu dan pengembangan SPAM regional.
“Kami akan memastikan setiap proyek infrastruktur air di wilayah Sumbawa selaras dengan rencana tata kelola wilayah sungai dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sinergi seperti ini yang kami harapkan dari seluruh daerah di NTB,” tegas perwakilan BBWS.
Bupati Syarafuddin Jarot menekankan bahwa komitmen ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk memperbaiki layanan dasar. Ia berharap dalam lima tahun ke depan tidak ada lagi desa di Kabupaten Sumbawa yang kesulitan air saat kemarau.
“Setiap rumah tangga bisa mengakses air bersih dari keran. Itu mimpi besar kami. Kami tidak hanya minta proyek baru, tetapi juga pendampingan teknis dan transfer pengetahuan dari BBWS. Sehingga nantinya masyarakat dan perangkat daerah bisa mengelola infrastruktur yang sudah dibangun secara mandiri,” ungkapnya dengan penuh optimisme.
Pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam itu menghasilkan kesepakatan pembentukan tim teknis bersama untuk menyusun masterplan percepatan infrastruktur sumber daya air di Kabupaten Sumbawa, serta identifikasi sumber-sumber pendanaan baik dari APBD, APBN, maupun dukungan pihak ketiga. Kedua pihak juga sepakat menggelar pertemuan lanjutan dalam waktu dekat guna menuntaskan kajian kelayakan beberapa proyek strategis.
Dengan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan BBWS Nusa Tenggara I, permasalahan air bersih yang selama ini menjadi keluhan utama masyarakat diharapkan perlahan dapat teratasi, sekaligus menjadi fondasi bagi terwujudnya Sumbawa yang lebih mandiri dalam pengelolaan sumber daya air berkelanjutan.(AM)



