
Sumbawa Besar,anugerah-media.com
Sejumlah wilayah di Kabupaten Sumbawa saat ini sudah mulai memasuki panen raya jagung. Namun persoalan klasik sering kali muncul mengenai anjloknya harga akibat permainan pasar.
Hal ini menjadi sorotan serius Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasiruddin S.AP., M.M.Inov. Untuk mengantisipasi terjadinya persoalan tersebut, ia mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) untuk memperketat pengawasan harga komoditas pangan, terutama gabah dan jagung selama masa panen raya 2026. Langkah ini diambil untuk mencegah anjloknya harga di tingkat petani akibat permainan tengkulak dan memastikan harga sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
“Pemerintah harus mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi anjloknya harga pangan, baik itu gabah ataupun jagung yang saat ini sudah mulai memasuki masa panen raya. Kami minta pengawasannya dapat diperketat,” ujar Nanang – akrabnya disapa kepada wartawan, Rabu (6/5/26).
Nanang menerangkan, pihaknya mendukung penuh meningkatkannya target produksi jagung yang ditetapkan Pemda Sumbawa sebanyak 25.000 hingga 30.000 ton di Tahun 2026. Namun hal ini juga harus disertai stabilitas harga agar tidak merosot di bawah standar yang ditetapkan.
Untuk itu, Ketua DPD PKS Sumbawa ini menekankan pentingnya pengawasan agar hasil panen petani tidak dibeli di bawah standar harga. Sinergi sangat diperlukan terutama dengan melibatkan Babinsa dan PPL untuk mengawal harga di tingkat petani.
“Kami berharap adanya Satgas pangan yang nantinya dapat bersinergi untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) guna memastikan kelancaran penyerapan hasil panen dan menjaga stabilitas harga,” ujar Nanang.(AM)



