
Sumbawa Besar, anugerah-media.com
Di tengah ketatnya persaingan dunia pendidikan dan tuntutan peningkatan kualitas sumber daya manusia, SMAN 2 Sumbawa (SMANDA) memilih mengambil langkah berbeda. Saat banyak sekolah masih bertahan dengan pola pembelajaran konvensional, SMANDA justru menggebrak melalui inovasi Moving Class yang digadang-gadang menjadi senjata utama mencetak generasi unggul dan berdaya saing.
Bersamaan dengan dimulainya Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 sejak 2 Juni lalu, sekolah yang dikenal sebagai salah satu barometer pendidikan di Kabupaten Sumbawa itu menunjukkan keseriusannya membangun sistem pendidikan yang tidak hanya mengejar angka kelulusan, tetapi juga kualitas karakter dan kompetensi peserta didik.
Kepala SMAN 2 Sumbawa, Ainun Asmawati, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa pelaksanaan SPMB Tahun 2026 dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip transparansi, objektivitas, dan akuntabilitas.
“SPMB Tahun 2026 kami laksanakan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Semua proses mengacu pada ketentuan yang berlaku sehingga memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh calon peserta didik,” tegas Ainun kepada media ini Rabu (03/06/2026).
Namun, yang menjadi sorotan bukan hanya proses penerimaan siswa baru. Di balik itu, SMANDA sedang menyiapkan fondasi besar untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui penerapan sistem Moving Class. Dalam pola ini, siswa berpindah ruang belajar sesuai mata pelajaran yang diikuti.
Konsep tersebut dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang lebih hidup, interaktif, dan jauh dari kesan monoton yang selama ini menjadi keluhan di banyak sekolah.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak cukup hanya dengan membangun gedung megah atau menambah fasilitas fisik. Yang lebih penting adalah keberanian melakukan perubahan dalam metode pembelajaran agar siswa benar-benar menjadi subjek utama dalam proses pendidikan.
Tak hanya itu, SMANDA juga memperkuat implementasi Program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, pendekatan Deep Learning (Pembelajaran Mendalam), serta pengenalan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) sebagai bagian dari adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia masa depan.
Di saat sebagian lembaga pendidikan masih mencari formula menghadapi perubahan zaman, SMANDA tampaknya memilih bergerak lebih cepat. Sekolah ini tidak ingin sekadar menjadi tempat belajar, tetapi menjadi ruang pembentukan karakter, kreativitas, disiplin, dan daya saing generasi muda Sumbawa.
Targetnya jelas: melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki mental kuat, kemampuan berpikir kritis, dan kesiapan menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Komitmen tersebut menjadi pesan tegas bahwa inovasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Dan SMANDA berusaha membuktikan bahwa perubahan besar dalam dunia pendidikan selalu dimulai dari keberanian untuk keluar dari zona nyaman.
“Pendidikan yang berkualitas lahir dari keberanian berinovasi. SMANDA memilih bergerak, bukan menunggu perubahan datang dengan sendirinya,” pungkas Ainun.(AM/Mulyadi)



