Kamis, 23 Juli 2026
spot_img

Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan Hari Anak Indonesia, 23 Juli 2026

Oleh: Sri Asmediati
Setiap tanggal 23 Juli, Indonesia memperingati Hari Anak Indonesia. Tahun ini, peringatan tersebut mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan.” Tema ini mengajak kita semua untuk lebih peduli kepada anak-anak. Sebab, masa depan bangsa ada di tangan mereka.
Anak adalah anugerah yang harus dijaga. Mereka lahir dengan harapan, cita-cita, dan potensi yang berbeda-beda. Tugas orang dewasa bukan menentukan jalan hidup mereka, tetapi membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang baik.
Menyayangi anak sebenarnya tidak sulit. Anak tidak selalu meminta barang mahal atau hadiah yang mewah. Mereka lebih senang jika orang tua mau mendengarkan cerita, menemani belajar, bermain bersama, atau sekadar menanyakan bagaimana hari mereka di sekolah. Perhatian kecil seperti itu sering kali lebih berarti daripada apa pun.
Di zaman sekarang, banyak orang tua sibuk bekerja. Anak pun sering sibuk dengan telepon genggam. Akibatnya, waktu untuk berbicara semakin sedikit. Padahal, komunikasi dalam keluarga sangat penting. Dari obrolan sederhana, orang tua bisa mengetahui apa yang sedang dirasakan anak, apa yang membuatnya bahagia, atau apa yang sedang menjadi masalah.
Selain disayangi, anak juga harus dilindungi. Perlindungan bukan hanya dari bahaya di luar rumah, tetapi juga dari kekerasan, perundungan, dan pengaruh buruk media sosial. Jangan sampai anak merasa sendirian saat menghadapi masalah. Mereka harus tahu bahwa selalu ada keluarga dan guru yang siap membantu.
Sekolah menjadi tempat kedua bagi anak setelah rumah. Karena itu, sekolah harus menjadi tempat yang aman dan menyenangkan. Anak datang ke sekolah untuk belajar, bermain, dan berteman, bukan untuk merasa takut. Tidak boleh ada ejekan, hinaan, atau tindakan yang menyakiti teman. Sekecil apa pun bentuk perundungan harus dihentikan.
Guru juga memiliki peran yang sangat besar. Selain mengajar, guru menjadi contoh bagi peserta didik. Cara guru berbicara, bersikap, dan memperlakukan siswa akan diingat oleh mereka. Anak-anak lebih mudah belajar dari contoh daripada dari nasihat.
Membangun masa depan anak juga berarti memberikan kesempatan kepada mereka untuk berkembang. Jangan memaksa semua anak harus menjadi juara kelas. Ada anak yang pandai menggambar, ada yang suka menulis, ada yang berbakat bermain musik, dan ada pula yang hebat dalam olahraga. Semua bakat itu patut dihargai.
Kebiasaan membaca juga perlu dibangun sejak kecil. Buku akan membuka banyak pengetahuan. Anak yang suka membaca biasanya lebih mudah memahami pelajaran dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Orang tua dan sekolah bisa bekerja sama menumbuhkan kebiasaan ini.
Lingkungan sekitar juga memiliki tanggung jawab. Tetangga, tokoh masyarakat, dan siapa pun dapat ikut menjaga anak-anak. Jika melihat ada anak yang mengalami kekerasan atau tidak mendapatkan haknya, jangan memilih diam. Kepedulian kita mungkin dapat mengubah masa depan seorang anak.
Peringatan Hari Anak Indonesia jangan hanya menjadi acara seremonial. Yang lebih penting adalah apa yang kita lakukan setelah peringatan itu selesai. Apakah kita sudah meluangkan waktu untuk anak? Apakah kita sudah mendengarkan pendapat mereka? Apakah kita sudah memberikan rasa aman kepada mereka?
Tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” mengingatkan kita bahwa masa depan Indonesia sedang tumbuh di rumah-rumah kita, di sekolah-sekolah kita, dan di lingkungan sekitar kita. Anak-anak yang hari ini kita sayangi dan lindungi akan menjadi orang-orang yang memimpin bangsa ini pada masa depan.
Karena itu, mari jadikan Hari Anak Indonesia, 23 Juli 2026, sebagai pengingat untuk lebih peduli kepada anak. Berikan mereka kasih sayang, pendidikan yang baik, perlindungan, dan kesempatan untuk meraih cita-cita. Jika anak-anak tumbuh dengan bahagia, Indonesia pun akan memiliki masa depan yang lebih baik.[AM/As]

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles