Oleh dr. H Minanur Rahman
Setiap manusia pasti pernah sakit, mulai dari sakit ringan yang bisa sembuh sendiri hingga sakit yang mengantar ke kematian. Sakit adalah musibah, yang bisa merupakan wujud dari azab atau ujian atau pun pengampunan. Atau bisa dikatakan sakit adalah balasan dari perbuatan manusia.
   Pada umumnya orang menganggap sakit adalah gangguan yang terjadi pada tubuh atau jasadnya saja. Jarang yang menyadari bahwa sakit yang dialami adalah akibat dari suatu kesalahan. Sehingga sedikit orang yang bertobat, yaitu meninggalkan kebiasaan buruk dan memperbaiki diri. Bahkan ada orang yang tidak merasa bersalah dan tenggelam dalam amarah, kekecewaan serta kegelisahan selama dia sakit. Akibatnya dia makin menderita yang mengantar ke kematian.
   Apa saja kesalahan yang membuat manusia sakit?
Bisa dikatakan bahwa hampir semua penyakit adalah akibat dari kesalahan manusia. Penderita penyakit menular adalah akibat terinfeksi bakteri, virus, parasit atau amuba, yang semua itu berkaitan dengan interaksi lingkungan yang kotor.
 Demikian pula penderita kecelakaan /cedera sudah pasti akibat dari kecerobohan manusia baik dirinya sendiri atau orang lain. Sedangkan penyakit tidak menular (diabetes, hipertensi, jantung, stroke, rematik, asma, kanker, depresi, dsb) yang banyak diderita di zaman milenium ini adalah akibat dari kesalahan pada perilaku, kebiasaan dan pola pikir. Ternyata stamina dan imunitas seseorang sangat dipengaruhi oleh karakter, kebiasaan dan pola pikir.
 Oleh karena sakit adalah akibat kesalahan manusia maka selain dari ikhtiar berobat, sudah sepantasnya kita menemukan kesalahan penyebab sakit kemudian menyadari kesalahan tersebut dan berusaha memperbaiki diri. Kesalahan itu bisa berasal dari ketidaktahuan, tidak sengaja/ kecelakaan, kelalaian, atau kesengajaan. Kesalahan tersebut ada yang sederhana, ringan dan sepele, ada pula yang serius, berat dan fatal.
 Kadang kita belum bisa (kesulitan) menemukan atau mengakui kesalahan yang menjadi sebab sakit, terutama kesalahan yang berkaitan dengan kebiasaan, karakter dan pola pikir. Kita sering tidak menyadari adanya kebiasaan salah telah berlangsung bertahun tahun seperti, terlambat/ tak teratur makan, merokok, bekerja berlebihan, kurang olahraga, terburu buru, emosional, ambisius, serakah, pelit, dsb.
 Apabila kita tidak juga menyadari kesalahan kesalahan tersebut, maka sulit untuk berhenti dan memperbaiki diri. Oleh karena itu sebagai muslim kita mempunyai *tuntutan adab ketika sedang sakit.* Karena sakit adalah akibat dari kesalahan manusia maka kita harus menyadari adanya kesalahan, mohon ampunan atas kesalahan tersebut, bertobat untuk tidak melakukan kesalahan lagi, berjanji untuk memperbaiki diri dan berbuat kebaikan sebanyak banyaknya.
 Selain itu kita harus ikhlas menerima sakit ini tanpa mengeluhkan. Yakin bahwa Allah Maha Pengampun dan menerima tobat, yakin bahwa sakit ini adalah penghapus dosa dan yakin bahwa Allah yang Maha menyembuhkan, menghidupkan dan mematikan. Sehingga seandainya sakit ini adalah jalan yang mengantar untuk kembali pada-Nya, kita ikhlas.
Selain bertobat atas kesalahan yang menjadi sebab sakit, kita wajib mencari pengobatan ke ahlinya yaitu ke dokter. Agar pengobatan mendapatkan ridho Allah, maka sebaiknya berobatlah ke DOKTER MUSLIM dengan harapan dokter mengobati dengan lillahi ta’ala dan berdoa memohon kepada Allah SWT kesembuhan bagi Anda. Sesungguhnya Allah yang menyembuhkan penyakitmu melalui ilmu yang dimiliki dokter.
   Dalam proses pengobatan dan pertobatan, Anda harus yakin bahwa Allah mengabulkan doamu. Akan tetapi pahami bahwa terkabulnya doa itu bisa segera, bisa dalam waktu agak lama dan bisa juga kembali pada-Nya. Innalillahi wainna ilaihirajiun.
DOA SEORANG DOKTER
  Sebagai manusia yang beriman kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa, dokter tentu tidak mampu menyembuhkan apalagi melawan kematian. Dokter hanya bisa mengobati orang sakit dengan ilmu yang telah dipelajari dan berdoa serta berharap semoga Allah mengizinkan kesembuhan pada orang sakit tersebut.
   Sesungguhnya sakit yang dialami manusia adalah bagian dari cobaan /ujian kesabaran. Bagi orang yang sabar semua ujian tersebut dihadapi dengan ikhlas dan mengucapkan “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Orang yang sabar meyakini bahwa “apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku.”
(Al-Baqarah : 155 -156) Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.
 Bagi orang-orang yang berakal meyakini bahwa kehidupan di Bumi ini tidak begitu saja ada tetapi diciptakan dengan rencana maha dahsyat dan berjalan sempurna tanpa kesalahan. Segala yang ada di Bumi dan langit, dari hal yang amat kecil hingga yang amat besar tak berhingga, semua dalam keadaan keseimbangan dinamis. Semua kehidupan di Bumi ini saling membutuhkan dalam rantai makanan membentuk ekosistem yang seimbang dengan iklim Bumi. Semua makhluk hidup dikendalikan oleh susunan protein unik yang disebut Gen yang tersusun sebagai DNA. DNA inilah yang mewariskan kehidupan ke generasi berikutnya.
 Sebagai makhluk berakal yang punya hawa nafsu besar, banyak manusia ingin hidup panjang umur padahal setiap makhluk telah ditetapkan ajalnya. Maka ketika manusia sakit akan berusaha keras untuk sehat kembali agar terhindar dari kematian. Kecerdasan manusia terbukti telah menyelamatkan banyak manusia dari kematian akibat penyakit. Itulah ilmu kedokteran yang banyak menyingkap misteri kehidupan. Meskipun demikian, dunia kedokteran hingga kini belum bisa menghidupkan makhluk yang sudah mati.
Sesungguhnya sebagian besar penyakit itu terjadi karena kesalahan manusia itu sendiri. Tanpa disadari banyak perbuatan manusia yang menyebabkan dirinya sakit seperti, pola makan yang salah, kurang aktivitas fisik, terpapar polusi/kontaminasi, kecelakaan, dan bahkan kesalahan pola pikir serta stres berlebih. Seandainya setiap orang menyadari pentingnya *Pola Hidup Sehat* (healthy life style) maka manusia tidak perlu sakit berat yang mengancam nyawa.
 Menyadari kondisi tersebut di atas, selayaknya setiap dokter mengajak masyarakat untuk berperilaku hidup sehat dan meningkatkan keimanan agar kehidupan ini menjadi sejahtera dan berkah. Dokter perlu mengajarkan pada pasien untuk bersabar ketika sakit dan mematuhi prosedur pengobatan serta berdoa kepada Tuhan agar diberikan kesembuhan. Demikian pula dokter juga harus berdoa agar ikhtiar pengobatan yang dilakukan diizinkan Allah untuk kesembuhan pasien.
   Karena sakit adalah musibah akibat dari kesalahan diri manusia, maka sesungguhnya Allah akan mengampuni dosa dosa orang yang sakit apabila dia bertobat. Oleh karena itu, setiap orang yang sakit harus menyadari kesalahannya dan segera bertobat. Dan bila tidak tahu apa kesalahan pada dirinya yang menyebabkan datangnya penyakit, maka yakinlah bahwa dengan menerima sakit dengan ikhlas, bersabar dalam ikhtiar pengobatan dan bertobat untuk memperbaiki diri, adalah jalan menuju pengampunan.
Mengapa ada sebagian orang menderita sakit berat bertahun tahun dan menghabiskan banyak waktu dan hartanya? Sedangkan ada sebagian orang yang hampir tidak pernah sakit hingga lanjut usia, hidupnya penuh kebahagiaan, dan meninggal tanpa sakit berat?Cobalah untuk merenung ! Anda termasuk yang mana? (AM)



