Â
Oleh: Rini Anggraini
Hampir setiap hari, kita menggunakan smartphone untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari berbelanja, membayar makanan, mengirim uang, hingga membayar tagihan, semuanya dapat dilakukan dengan lebih mudah tanpa harus berpindah tempat. Perubahan kebiasaan ini menunjukkan bahwa teknologi tidak hanya mengubah cara kita berkomunikasi, tetapi juga mengubah cara masyarakat mengelola keuangan.
Perubahan tersebut turut mendorong dunia perbankan untuk terus beradaptasi. Masyarakat kini tidak hanya membutuhkan layanan yang aman, tetapi juga menginginkan kemudahan, kecepatan, dan fleksibilitas dalam melakukan transaksi. Layanan perbankan pun perlahan tidak lagi bergantung pada kantor cabang, karena berbagai kebutuhan dapat diakses langsung melalui perangkat digital.
Perkembangan ini juga menjadi peluang bagi perbankan syariah untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat. Salah satunya adalah Bank Syariah Indonesia (BSI), yang terus mengembangkan layanan digital untuk menjawab kebutuhan masyarakat di tengah perubahan gaya hidup yang semakin praktis dan serba digital.
Mengenal Bank Syariah Indonesia
Bank Syariah Indonesia (BSI) merupakan salah satu bank syariah terbesar di Indonesia yang hadir melalui penggabungan tiga bank syariah, yaitu Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan BRI Syariah. BSI resmi beroperasi pada 1 Februari 2021. Penggabungan tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat industri perbankan syariah di Indonesia sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis syariah.
Melalui penggabungan tersebut, BSI memiliki skala usaha dan jaringan yang lebih besar. Hal ini memberikan peluang bagi BSI untuk menjangkau lebih banyak masyarakat dan menyediakan berbagai pilihan layanan keuangan, mulai dari kebutuhan transaksi sehari-hari hingga tabungan, pembiayaan, investasi, dan layanan lainnya.
Sebagai bank syariah, BSI menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Prinsip tersebut antara lain menekankan keadilan dalam transaksi, kegiatan usaha yang beretika, serta menghindari transaksi yang tidak sesuai dengan ketentuan syariah. Dengan demikian, layanan yang diberikan tidak hanya mempertimbangkan aspek kemudahan dan keuntungan, tetapi juga memperhatikan nilai-nilai yang menjadi dasar perbankan syariah.
Namun, menerapkan prinsip syariah bukan berarti BSI harus tertinggal dalam perkembangan zaman. Justru, perkembangan teknologi menjadi kesempatan bagi BSI untuk menghadirkan layanan syariah dengan cara yang lebih praktis dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Karena itu, perkembangan BSI tidak hanya dapat dilihat dari keberadaan kantor cabang dan produk perbankannya, tetapi juga dari bagaimana BSI beradaptasi dengan perubahan teknologi. Transformasi inilah yang kemudian menjadi bagian penting dalam perkembangan layanan BSI di era digital.
Transformasi Digital BSI melalui BYOND by BSI
Salah satu bentuk adaptasi BSI terhadap perkembangan teknologi adalah menghadirkan BYOND by BSI, sebuah aplikasi yang menggabungkan berbagai kebutuhan perbankan dalam satu platform. Kehadiran BYOND menjadi bagian dari upaya BSI untuk memberikan pengalaman perbankan yang lebih praktis dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Melalui BYOND, nasabah dapat melakukan berbagai transaksi seperti transfer, pembayaran, pembelian, top up dompet digital, transaksi menggunakan QRIS, pembukaan rekening dan deposito, hingga tarik tunai tanpa kartu. Berbagai layanan tersebut memungkinkan masyarakat memenuhi kebutuhan perbankan sehari-hari melalui smartphone tanpa harus selalu datang ke kantor cabang.
Sebagai contoh, ketika ingin mengirim uang kepada keluarga, membayar tagihan, atau melakukan pembayaran menggunakan QRIS, nasabah dapat melakukannya melalui BYOND. Begitu pula ketika membutuhkan uang tunai tetapi tidak membawa kartu ATM, fitur tarik tunai tanpa kartu dapat menjadi salah satu pilihan yang praktis.
Kemudahan tersebut membuat aktivitas perbankan menjadi lebih fleksibel. Masyarakat dapat melakukan transaksi sesuai dengan kebutuhan dan aktivitasnya, baik ketika berada di rumah, di tempat kerja, maupun saat sedang bepergian. Dengan demikian, BYOND menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang menginginkan layanan perbankan yang praktis dan dapat diakses melalui smartphone.
BYOND by BSI, Lebih dari Sekadar Transaksi
Salah satu hal yang menarik dari BYOND adalah konsepnya yang tidak hanya berfokus pada transaksi keuangan.
Selain transfer, pembayaran, pembelian, dan berbagai transaksi lainnya, BYOND juga menyediakan fitur yang berkaitan dengan kebutuhan sosial dan spiritual. Di dalamnya terdapat fitur seperti pengingat salat, arah kiblat, Juz Amma, Asmaul Husna, serta layanan zakat, infak, sedekah, dan wakaf. (bankbsi.co.id)
Kehadiran fitur tersebut menunjukkan bagaimana teknologi dapat digunakan untuk menghadirkan layanan yang tetap memiliki karakter syariah. Aplikasi perbankan tidak hanya menjadi alat untuk memindahkan uang atau membayar kebutuhan, tetapi juga dapat terhubung dengan aktivitas sosial dan spiritual penggunanya.
Konsep tersebut menjadi salah satu upaya BSI untuk menghadirkan pengalaman perbankan yang lebih lengkap dalam satu platform.
Memudahkan Berbagai Kebutuhan Masyarakat
Kemudahan yang ditawarkan layanan digital tentu dapat dirasakan oleh masyarakat dengan kebutuhan yang berbeda-beda. Setiap orang dapat memanfaatkan layanan perbankan sesuai dengan aktivitas dan kebutuhannya masing-masing.
Bagi pelajar atau mahasiswa, misalnya, layanan perbankan dapat digunakan untuk menerima kiriman uang dari keluarga maupun melakukan berbagai pembayaran. Bagi pekerja, layanan tersebut dapat membantu menerima penghasilan, melakukan transfer, dan memenuhi kebutuhan pembayaran sehari-hari. Sementara bagi pelaku usaha, layanan digital dapat mendukung aktivitas transaksi dengan pelanggan sehingga kegiatan usaha dapat dilakukan dengan lebih praktis.
Tidak hanya untuk kebutuhan transaksi sehari-hari, masyarakat yang ingin mulai mengenal investasi juga dapat memanfaatkan berbagai produk yang tersedia dalam ekosistem BSI. Salah satunya adalah layanan emas yang dapat diakses melalui BYOND.
BSI menyebut Tabungan Emas dapat diakses melalui BYOND dengan nominal mulai dari Rp50 ribuan. Hingga Desember 2025, pengguna Tabungan Emas BSI telah mencapai lebih dari 530 ribu nasabah. (bankbsi.co.id)
Hal tersebut menunjukkan bahwa layanan digital dapat memberikan akses yang lebih luas terhadap berbagai pilihan produk keuangan. Meski demikian, kemudahan akses tetap perlu diimbangi dengan pemahaman. Masyarakat perlu mengetahui karakteristik, manfaat, dan risiko dari setiap produk sebelum menggunakannya agar dapat menentukan pilihan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi keuangannya.
Digitalisasi dan Literasi Keuangan Syariah
Kemudahan yang ditawarkan layanan digital seperti BYOND juga perlu diiringi dengan pemahaman yang baik mengenai keuangan. Kemudahan dalam melakukan transaksi seharusnya tidak hanya membuat masyarakat lebih cepat dalam menggunakan layanan perbankan, tetapi juga membantu mereka menjadi lebih bijak dalam mengelola keuangan.
Masyarakat perlu memahami layanan dan produk yang digunakan, termasuk mengetahui manfaat, ketentuan, serta risiko dari setiap produk keuangan. Dalam perbankan syariah, pemahaman tersebut juga penting agar masyarakat mengetahui prinsip dan akad yang digunakan dalam layanan yang mereka pilih.
Dengan pemahaman yang baik, masyarakat tidak hanya menggunakan layanan digital karena praktis, tetapi juga mampu menentukan pilihan keuangan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing. Hal ini menjadi semakin penting seiring dengan semakin mudahnya akses terhadap berbagai layanan keuangan melalui perangkat digital.
Otoritas Jasa Keuangan terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah sebagai bagian dari pengembangan ekosistem keuangan syariah di Indonesia. Digitalisasi menjadi salah satu bagian penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan, tetapi tetap perlu diiringi dengan edukasi agar masyarakat dapat memanfaatkannya secara tepat dan bertanggung jawab.
Keamanan Menjadi Hal yang Tidak Kalah Penting
Kemudahan melakukan transaksi melalui smartphone tentu memberikan banyak manfaat. Namun, semakin mudah aktivitas keuangan dilakukan secara digital, semakin penting pula bagi setiap pengguna untuk memperhatikan keamanannya.
Menggunakan layanan perbankan digital bukan hanya tentang mengetahui cara melakukan transfer atau pembayaran, tetapi juga memahami bagaimana menjaga akun tetap aman. Pengguna perlu menjaga kerahasiaan PIN, password, kode OTP, dan data pribadi serta tidak memberikannya kepada orang lain.
Selain itu, masyarakat perlu lebih waspada terhadap pesan, tautan, atau pihak yang mengatasnamakan bank dan meminta informasi pribadi. Tidak semua informasi yang terlihat meyakinkan dapat dipercaya. Karena itu, sebelum melakukan transaksi atau memberikan data, pastikan terlebih dahulu bahwa informasi tersebut berasal dari saluran resmi.
Kebiasaan sederhana seperti tidak membagikan kode OTP, tidak memberikan PIN kepada siapa pun, dan selalu memastikan transaksi dilakukan melalui aplikasi atau layanan resmi dapat menjadi langkah penting untuk menjaga keamanan.
Pada akhirnya, teknologi dapat memberikan kemudahan, tetapi keamanan tetap menjadi tanggung jawab bersama. BSI dapat menyediakan sistem dan layanan digital, sementara pengguna juga perlu berperan aktif dalam menjaga keamanan akun dan data pribadinya.
Tantangan dan Peluang BSI ke Depan
Perkembangan layanan digital memberikan peluang besar bagi BSI untuk memperluas akses masyarakat terhadap perbankan syariah. Namun, di sisi lain, perkembangan tersebut juga menghadirkan sejumlah tantangan. Persaingan di industri perbankan digital semakin tinggi sehingga BSI perlu terus menghadirkan layanan yang mudah digunakan, aman, dan mampu memberikan pengalaman yang baik bagi nasabah.
Tantangan lainnya adalah perbedaan kemampuan masyarakat dalam menggunakan teknologi digital. Tidak semua orang memiliki tingkat pemahaman dan kebiasaan digital yang sama. Karena itu, inovasi layanan perlu berjalan beriringan dengan edukasi agar masyarakat dapat menggunakan layanan digital dengan tepat dan aman.
BSI sendiri terus memperkuat transformasi digitalnya. Pada 2026, BSI menyatakan akan meningkatkan kapabilitas teknologi, kualitas layanan, dan ekosistem digital untuk memenuhi kebutuhan nasabah. BSI juga menargetkan jumlah pengguna BYOND mencapai 10 juta pada 2026. (bankbsi.co.id)
Ke depan, keberhasilan transformasi digital BSI tidak hanya ditentukan oleh banyaknya fitur yang tersedia. Yang lebih penting adalah bagaimana fitur tersebut benar-benar memberikan manfaat, mudah digunakan, aman, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan terus mendengarkan kebutuhan nasabah dan mengembangkan layanan secara berkelanjutan, BSI memiliki peluang untuk semakin memperkuat layanan perbankan syariahnya di era digital.
Penutup
Perkembangan teknologi telah membawa perubahan dalam cara masyarakat memenuhi kebutuhan perbankan. Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi salah satu contoh bagaimana layanan perbankan syariah dapat beradaptasi dengan perkembangan tersebut melalui inovasi digital seperti BYOND by BSI.
Kehadiran BYOND memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses berbagai layanan perbankan melalui smartphone. Tidak hanya menyediakan kebutuhan transaksi, BYOND juga menghadirkan layanan yang berkaitan dengan aktivitas sosial dan spiritual, sehingga perkembangan teknologi tetap dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai yang menjadi karakter perbankan syariah.
Namun, kemudahan tersebut tetap perlu diimbangi dengan literasi dan kesadaran dalam menggunakan layanan digital. Masyarakat perlu memahami produk yang digunakan, menjaga keamanan data pribadi, serta menggunakan layanan keuangan secara bijak dan sesuai dengan kebutuhannya.
Pada akhirnya, transformasi digital bukan hanya tentang menghadirkan layanan perbankan dalam sebuah aplikasi. Lebih dari itu, transformasi digital adalah tentang bagaimana teknologi dapat membuat layanan keuangan menjadi lebih mudah dijangkau, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan terus berinovasi dan tetap memperhatikan kebutuhan serta keamanan nasabah, BSI memiliki peluang untuk terus berkembang dan memperkuat perannya dalam menghadirkan layanan perbankan syariah yang relevan di tengah kehidupan masyarakat yang semakin digital.(AM)



