
Sumbawa Besar,anugerah-media.com
Kepedulian terhadap anak yatim dan kaum dhuafa kembali diwujudkan melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama sejumlah lembaga kemanusiaan.
Yayasan Kebaikan Madani Indonesia bersama Stichting Rizq asal Belanda dan Asar Humanity menyalurkan paket bantuan kepada 173 anak yatim dan kaum dhuafa pada Minggu, 4 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di halaman TKIT Permata Hati, Kompleks Unter Katimis, Kelurahan Uma Sima, Kabupaten Sumbawa.
Selain penyaluran bantuan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peluncuran program wakaf produktif Wardaya (Warung Keluarga Dhuafa Berdaya) Fried Chicken (WFC).
Program tersebut diharapkan menjadi salah satu bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui konsep socialpreneur, khususnya bagi keluarga dhuafa agar dapat memiliki sumber penghasilan secara berkelanjutan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., yang hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga kemanusiaan dalam membantu masyarakat.
“Saya mewakili Pemerintah Kabupaten Sumbawa menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas bantuan dari Stichting Rizq, Asar Humanity, dan Yayasan Kebaikan Madani Indonesia untuk 173 anak-anak yatim. Tentu kami sangat bersyukur karena pemerintah daerah dan NGO bisa terus bersinergi membantu masyarakat kita,” ujarnya.
Budi juga menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mendampingi pengembangan program Wakaf Produktif Wardaya Fried Chicken agar dapat berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat dhuafa.
“InsyaAllah saya siap mendampingi dan membina hingga program ini besar dan membantu banyak masyarakat dhuafa di luar sana,” katanya.
Suasana kegiatan semakin meriah ketika Budi menyampaikan candaan mengenai produk ayam yang diluncurkan dalam program tersebut.
“InsyaAllah pagi ini akan kita launching bersama-sama sebagai mimpi kita semua. Dan saya juga sangat suka makan ayam. Katanya kalau yang suka ceker, jago cari uang. Nah, kalau saya sukanya sayap, karena saya suka terbang ke mana-mana,” ujarnya yang disambut tepuk tangan hadirin.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, setelah peluncuran WFC, Budi memborong seluruh produk makanan yang tersedia untuk kemudian dibagikan secara gratis kepada anak-anak yatim, kader posyandu, dan panitia kegiatan.
“InsyaAllah sebagai bentuk dukungan dan perhatian, kita yakin ini akan menjadi gerakan socialpreneur yang akan membantu banyak orang,” pungkasnya.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kepedulian sosial sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan wakaf produktif, sehingga bantuan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya menuju kemandirian ekonomi keluarga dhuafa.(AM)



