Opini

Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi

Oleh dr. H Minanur Rahman

Kecerdasan emosional tidak selalu terlihat dari cara seseorang berbicara dengan lantang atau tampil dominan, karena dalam banyak kasus justru muncul lewat sikap tenang, empati, dan kemampuan mengelola emosi di situasi sehari-hari.
  Psikolog menyebut, orang dengan kecerdasan emosional tinggi sering kali tidak menyadari keunggulan ini karena perilakunya terasa alami dan tidak dibuat-buat.
  Ciri orang dengan kecerdasan emosional yang tinggi. Berikut beberapa ciri orang dengan kecerdasan emosional yang tinggi.
– – Mampu mengungkapkan perasaan dengan tegas tanpa menyakiti
Orang dengan kecerdasan emosional tinggi mampu menyampaikan kebutuhan, pendapat, atau ketidaksetujuan secara jelas tanpa harus bersikap agresif atau memendam emosi.
  Psikolog dan penulis Kate Dow, PhD, menjelaskan bahwa *komunikasi asertif* muncul ketika seseorang memahami emosinya sendiri dan tahu cara menyalurkannya secara sehat kepada orang lain, baik dalam hubungan personal maupun profesional.
– Memiliki Empati yang kuat dan tulus
Kemampuan memahami perasaan orang lain menjadi ciri utama kecerdasan emosional, bukan sekadar mendengarkan tetapi juga hadir secara emosional.
  Empati memungkinkan seseorang membangun hubungan yang dalam karena mereka mampu merespons emosi orang lain tanpa menghakimi.
– Sadar diri dan mampu mengevaluasi sikap diri
Kesadaran diri membuat seseorang mampu mengenali reaksi emosionalnya, terutama dalam situasi sulit atau penuh konflik.
  Self awareness sebagai fondasi kecerdasan emosional karena membantu seseorang menilai bagaimana sikapnya memengaruhi orang lain.
– Lebih banyak mendengar daripada berbicara
Orang dengan kecerdasan emosional tinggi tidak terburu-buru mendominasi percakapan karena mereka memberi ruang bagi orang lain untuk menyampaikan pikiran dan perasaannya.
  Kebiasaan bertanya terbuka dan mendengarkan dengan penuh perhatian menunjukkan kemampuan mengelola ego dan emosi.
– Berani jujur terhadap perasaan sendiri
  Kejujuran emosional tidak selalu berarti meluapkan emosi secara berlebihan, melainkan menyampaikan perasaan apa adanya dengan cara yang bertanggung jawab.
  Parisi menjelaskan bahwa orang dengan kecerdasan emosional tidak menggunakan sikap pasif-agresif atau pura-pura baik-baik saja ketika sebenarnya tidak nyaman.
– Mampu mengatur emosi agar satu masalah tidak merusak segalanya
  Kecerdasan emosional terlihat jelas saat seseorang bisa memisahkan satu kejadian buruk dari keseluruhan hari yang dijalaninya.
  Knutson menyebut kemampuan “menutup satu momen dan membuka momen baru” sebagai bentuk regulasi emosi yang matang dan sehat.
– Mudah beradaptasi dan terbuka terhadap perubahan
  Orang dengan kecerdasan emosional tinggi cenderung fleksibel menghadapi perubahan karena mereka tidak terjebak pada satu cara berpikir atau pola lama.
  Keterbukaan terhadap perubahan berkaitan erat dengan kemampuan refleksi diri dan pengelolaan emosi yang baik.
– Kecerdasan emosional bisa dilatih, bukan bakat semata
  Para ahli sepakat bahwa kecerdasan emosional bukan kemampuan bawaan semata, melainkan keterampilan yang bisa dikembangkan seiring waktu. “Setiap orang terlahir dengan potensi kecerdasan emosional, perbedaannya terletak pada bagaimana kita melatih dan menggunakannya.
  Dengan empati, kesadaran diri, dan kemampuan mengelola emosi, kecerdasan emosional menjadi bekal penting untuk menjalani relasi, pekerjaan, dan kehidupan sehari-hari secara lebih sehat.(AM/*)

Tinggalkan Balasan