Jumat, 27 Februari 2026
spot_img

Di Balik Pengakuan Global Pada Keahliannya, Syahrul Bosang Adalah Guru Besar Peternakan Unggas yang Rendah Hati

Catatan:
Didin Maninggara
(Episode 2)

di-balik-pengakuan-global-pada-keahliannya-syahrul-bosang-adalah-guru-besar-peternakan-unggas-yang-rendah-hati

Anugerah-media.com

Kekuatan terbesar sebuah keahlian ada pada jiwa yang tulus dan konsistensi dalam sikap.

 

Begitulah Syahrul Bosang menjalani hari-harinya sebagai ahli peternakan unggas terkemuka yang mendapat legitimasi negara. Tidak saja di dalam negeri, melainkan di kancah internasional.

 

Dunia perunggasan mengenalnya sebagai sosok yang memiliki kombinasi paripurna dan nyaris sempurna. Dengan postur tubuh gemuk dan dan tatapan mata yang tajam, Syahrul adalah “Raja Unggas” yang pernah menaklukkan dunia unggas.

 

Keahlian dan kekuatan utama yang dimiliki Syahrul merupakan kombinasi hard skill (teknis) dan soft skill dalam pemecahan masalah (problem solving).

 

Kemudian diperkuat dengan cara membangun jaringan. Antara lain melalui komunikasi efektif dan adaptabilitas yang memperkuat etos kerja dan disiplin memberlakukan manajemen waktu.

 

Kekuatan ini telah ia buktikan meningkatkan produktivitas, kepuasan kerja, dan efisiensi di sebuah desa di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

 

Dalam menghadapi masalah, Syahrul cepat dan tepat menemukan solusi dengan mengidentifikasi dan berpikir kritis.

 

Kemampuan komunikasinya mumpuni. Sebangun dengan kemampuan menyampaikan ide atau gagasan secara efektif dan realistis.

 

Ia juga terbiasa mendengarkan saran dan pendapat secara aktif, karena kemampuan
adaptabilitasnya yang tinggi.

 

Fleksibilitasnya cepat menyesuaikan diri dengan situasi dan perubahan lingkungan kerja. Termasuk dalam melobi dengan kepiawian kepemimpinannya yang memiliki kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional.

 

Kemampuan analisisnya yang kuat berkelindan dengan ketelitian tinggi menjadi penopang kekuatan negosiasi dan menghadapi manajemen konflik.

 

Syahrul pun terbiasa bekerja dengan ketahanan
diri ketika menghadapi situasi apapun.

 

Namun, ia tidak besar kepala. Tetap merawat keahliannya dengan cara mendekatkan diri kepada Allah, pemilik tunggal kekuasaan yang kekal abadi.

 

Meski diakui kapasitas keahliannya yang berkelas global, namun Syahrul menunjukkan kepada dunia bagaimana cara berdiri tegak dengan bukti dan kerja nyata.

 

Baginya, karier mentereng sebagai ahli perunggasan di garda terdepan dengan sederet prestasi hanyalah bagian dari buah manis sebuah perjalanan panjang yang wajib disyukuri.

 

Ia tak lagi mengejar pengakuan dunia karena sudah digenggamannya. Tapi ia mengejar ketenangan batin dalam sujud dan kasih sayang keluarga. Karena
sebuah akhir adalah jalan untuk menemukan kembali kekuatan jati dirinya sebagai hamba Sang Pencipta.

 

Ia pun meyakini, kekuatan terbesar dari kesuksesan, bukan saat dipuja dunia, tapi saat memberikan cinta bagi anak-anaknya dan istri terkasih.

 

Keahliannya selalu menjadi referensi bagi budidaya unggas. Bagi pengembangan bisnis unggas.

 

Ia bukan hanya mengajar cara budidaya yang menghasilkan nilai tambah. Tapi juga mengajarkan arti kejujuran, dan keberanian melakukan perubahan.

 

Di kalangan budidaya maupun pebisnis unggas, merasa seolah memiliki seorang Syahrul pembangkit semangat saat bisnis unggas lesu.

 

Suatu hari, sebuah komunitas unggas datang dengan wajah murung. Bisnis unggas mereka baru saja terpuruk. Mereka kehilangan semangat untuk bangkit. Di tengah suasana hening, dengan suara lembut, Syahrul berkata: “Kalian sedang diuji. Ujian itu sejatinya datang dari Sang Pencipta. Maka bermohonlah dengan doa terbaik untuk bangkit. Setiap doa terucap, setiap angka kerugian yang kalian hitung, akan membuat kalian mensyukuri karena tidak kehilangan semua yang kita miliki yakni semangat bangkit.”

 

Kata-kata itu membuat mereka terdiam. Mereka menatap Syahrul dengan mata berkaca-kaca, lalu perlahan mengangguk. Sejak hari itu, mereka kembali bersemangat, menjalankan bisnis unggas dengan tekun, dan akhirnya sukses.

 

Bagi mereka, Syahrul bukan sekadar guru berbagi keahlian. Ia adalah cahaya, pelindung, dan inspirasi. Kisahnya mengajarkan bahwa pembelajaran sejati bukan hanya soal ilmu, melainkan rasa peduli.

 

(Bersambung ke episode 3).

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles