
Sumbawa Besar,anugerah-media.com
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa, I Nyoman Wisma, SIP., memberikan apresiasi mendalam atas terlaksananya Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional yang dipusatkan di Lapangan Pahlawan, Jumat (13/02/2026). Mewakili lembaga legislatif yang membidangi urusan ekonomi, Nyoman Wisma menilai kegiatan amal ini hadir di momentum yang sangat tepat.
Nyoman Wisma mengakui bahwa kondisi ekonomi masyarakat saat ini masih belum sepenuhnya stabil atau sedang “tidak baik-baik saja”. Oleh karena itu, kehadiran pasar murah yang menjual sembako di bawah harga pasar merupakan bentuk kepedulian nyata bagi warga kurang mampu.
“Kami dari Komisi II mengucapkan terima kasih kepada seluruh penyelenggara. Dalam situasi ekonomi yang belum baik-baik saja ini, pelaksanaan kegiatan amal melalui penjualan sembako murah tentu sangat membantu, khususnya bagi saudara-saudara kita yang kurang mampu, terlebih lagi menjelang masuknya bulan suci Ramadan 1447 H,” ujar Nyoman Wisma di sela-sela kegiatan.
Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa intervensi harga melalui GPM tidak boleh berhenti sebagai seremonial satu hari saja. Ia mendorong sinergi antara Dinas Ketahanan Pangan, GOW, Bulog, dan BAZNAS agar memperluas jangkauan kegiatan ini ke wilayah-wilayah pelosok.
“Kami berharap dan mengimbau kepada seluruh pihak penyelenggara agar tidak berhenti di sini saja. Kegiatan serupa harus dilakukan di tempat-tempat lain secara menyeluruh di Kabupaten Sumbawa dan dilakukan secara berkelanjutan,” tambahnya.


Sebagai Ketua Komisi II, Nyoman Wisma memastikan pihaknya akan terus mengawal ketersediaan pasokan pangan di gudang-gudang penyedia. Hal ini penting agar fluktuasi harga tidak dimanfaatkan oleh oknum spekulan yang merugikan rakyat kecil.
DPRD Sumbawa, lanjutnya, sangat mendukung kolaborasi lintas sektor yang melibatkan organisasi wanita (GOW) dan lembaga zakat (BAZNAS). Menurutnya, pelibatan kelompok-kelompok ini memastikan distribusi bantuan atau pangan murah lebih tepat sasaran karena menyentuh unit terkecil dalam masyarakat, yaitu keluarga.
Kehadiran GPM di titik-titik lain, seperti Taman Sabalong Samalewa (Simpang Bingung) dan beberapa kecamatan yang dijadwalkan hingga 25 Februari mendatang, merupakan respons atas aspirasi yang sering diterima DPRD terkait keresahan warga akan naiknya harga kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan.
“Fokus kami jelas: lindungi daya beli rakyat. Inilah wujud kehadiran wakil rakyat dan pemerintah untuk memastikan masyarakat bisa menyambut Ramadan dengan tenang tanpa terbebani harga pangan yang mencekik,” pungkas Nyoman Wisma.
Acara pembukaan GPM di Lapangan Pahlawan tersebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati Sumbawa, Kapolres, Pimpinan Bulog, BPS, dan sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait, yang menunjukkan soliditas pengawalan ketahanan pangan di daerah. (AM/*)



