
Oleh dr. H Minanur Rahman
Gangguan sistem pencernaan biasanya identik dengan sakit perut, mulas, kembung dan diare. Istilah-istilah itu yang selalu muncul ketika mendengar tentang gangguan pencernaan. Padahal gangguan sistem pencernaan lebih luas lagi karena mencakup kondisi kesehatan saluran pencernaan manusia atau saluran gastrointestinal.
Jenis gangguan sistem pencernaan yang umum terjadi, antara lain:
1. Diare. Diare adalah masalah kesehatan ketika Anda buang air besar berair, encer dan lebih sering dari biasanya. Gejala penyerta lainnya seperti nyeri perut, kembung, mual, muntah, ada lendir dan darah di feses, dan rasa tak tertahankan ingin buang air besar.
 Diare bisa disebabkan karena infeksi virus, bakteri dan parasit. Bisa juga karena konsumsi obat-obatan tertentu, pemanis buatan hingga intoleransi laktosa atau gula yang ditemukan dalam susu dan produk olahannya.
 Cara mencegah diare bisa dengan menjaga kebersihan, mencuci tangan sebelum makan dan pastikan saat mencuci tangan menggunakan sabun dan setidaknya selama 20 detik.
 Cara mengobati yang cepat adalah mengonsumsi obat anti diare dan menghindari makanan tertentu yang bisa meredakan gejala diare Anda. Jaga asupan makanan dan cukup minum agar tidak terjadi dehidrasi atau kekurangan energi.
2. Maag. Maag atau dispepsia adalah rasa tidak nyaman yang dirasakan dalam perut seperti nyeri atau perih di ulu hati. Ini sering terjadi selama atau setelah makan, saat kekenyangan atau terlambat makan. Gejala lainnya seperti kembung dan mual.
 Masalah pencernaan satu ini bisa diatasi tanpa pengobatan medis. Anda hanya perlu memperbaiki pola makan (teratur waktu, cukup gizi, bervariasi) dan menghindari makanan atau minuman pemicunya. Namun beberapa penyakit maag harus segera diobati ke dokter jika sering kambuh dan sudah mengganggu aktivitas Anda.
3. Gastro Esophageal Reflux Disease (GERD). GERD sering disamakan dengan maag, namun kondisinya agak berbeda. GERD adalah asam lambung yang naik ke kerongkongan yang menyebabkan nyeri ulu hati atau sensasi terbakar di dada.
 Pengobatan GERD tergantung pada tingkat keparahannya. Dokter biasanya menyarankan untuk mengubah gaya hidup Anda menjadi lebih sehat dan memberikan obat-obatan.
 Namun untuk kasus GERD parah bisa dilakukan tindakan pembedahan yakni prosedur untuk memperkuat sfingter esofagus bagian bawah dengan cara membungkus bagian atas lambung di sekitar esofagus bagian bawah. Tujuan operasi GERD untuk memperkecil kemungkinan asam lambung kembali ke esofagus atau kerongkongan.
4. Intoleransi Laktosa. Intoleransi laktosa adalah gangguan pencernaan yang disebabkan tubuh tidak bisa mencerna dan menyerap laktosa (kandungan utama dalam susu dan produk olahannya). Gejala yang dirasakan seperti kembung, diare dan kram perut.
  Orang Asia banyak mengalami intoleransi laktosa terutama karena faktor genetik dan evolusi, di mana produksi enzim laktase (untuk mencerna susu) menurun drastis setelah masa kanak-kanak.
 Berbeda dengan populasi Eropa, budaya Asia tradisional jarang mengonsumsi susu sapi saat dewasa, sehingga tubuh tidak terbiasa memproduksi laktase terus-menerus.
  Intoleransi laktosa adalah masalah pencernaan karena kekurangan enzim, bukan alergi susu yang melibatkan sistem kekebalan tubuh.
Sebagai alternatif, banyak orang Asia mengonsumsi produk fermentasi seperti yoghurt yang lebih mudah dicerna atau susu berbahan nabati seperti susu kedelai.
5. Tukak Lambung. Tukak lambung atau ulkus peptikum adalah luka terbuka yang terjadi pada lapisan lambung. Penyebabnya karena infeksi bakteri Helicobacter pylori (H. pylori) atau efek samping obat antiinflamasi non steroid (NSAID) seperti ibuprofen atau aspirin dalam jangka panjang.
 Cara mengobatinya dengan mengonsumsi antibiotik yang akan membunuh bakteri H. pylori dan mencegahnya kambuh lagi. Perlu diingat jika tukak lambung membutuhkan waktu beberapa bulan untuk sembuh setelah pengobatan.
6. Batu Empedu. Batu empedu adalah endapan cairan empedu (diproduksi oleh liver) yang mengeras di kantung empedu. Cairan empedu berguna untuk membantu pencernaan dan penyerapan lemak.
 Adanya batu empedu yang menyumbat saluran menuju usus kecil akan menyebabkan sakit perut sangat hebat (kolik bilier) di bawah rusak kanan. Bila terjadi pembengkakan empedu atau disertai infeksi, nyeri bahkan sampai tidak bisa diam atau mencari posisi nyaman, demam tinggi dan menggigil. serta kulit menguning (penyakit kuning).
 Batu empedu bisa ditangani dengan pemberian obat yang bisa melarutkan batunya, namun tak sedikit kasus sampai harus menjalani operasi kolesistektomi yakni operasi pengangkatan kantong empedu yang disarankan dokter karena batu empedu sering kambuh.
7. Sembelit (Konstipasi). Sembelit adalah kondisi yang menyebabkan feses keras dan menggumpal sehingga susah dikeluarkan. Ini karena buang air besar tidak teratur, pola konsumsi kurang serat dan kurang cairan.
 Sembelit bisa jadi penyakit yang biasa terjadi dan tidak butuh penanganan khusus, cukup dengan banyak makan sayur dan buah yang mengandung banyak serat. Namun ada kasus sembelit yang menjadi kronis dan menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan sampai mengganggu keseharian.
8. Ambeien atau wasir. Ambeien adalah pembuluh darah vena membengkak di anus dan rektum bagian bawah. Istilah lain yang sering digunakan untuk kondisi kesehatan ini adalah wasir atau hemoroid. Ambien disebabkan oleh pola makan kurang serat dan pola BAB yang tidak teratur sehingga sering sembelit.
 Tingkat keparahan ambeien bervariasi. Gejala yang muncul bisa sampai buang air besar nyeri, keluar darah saat buang air besar, dan gatal pada area anus. Bila terjadi infeksi akan timbul bisul, abses bahkan fistula.
 Pengobatan ambeien juga tergantung tingkat keparahannya. Ada yang hanya perlu mengubah pola hidup sehat namun ada yang sampai harus melakukan operasi seperti hemoroidektomi. Yakni pembedahan menghilangkan wasir eksternal yang besar atau yang prolaps internal.
9. Radang usus. Radang usus atau Inflammatory bowel disease adalah kondisi adanya luka melepuh kronis di usus. Ada dua jenis radang usus yakni kolitis ulseratif dan Penyakit Crohn yang menyerang usus halus dan usus besar.
 Ini akan mengakibatkan rasa sakit yang sangat hebat, feses berdarah, diare, demam, penurunan berat badan dan kekurangan gizi. Bahkan beberapa kasus mengancam nyawa penderitanya.
10. Kanker gastrointestinal. Kanker gastrointestinal mencakup semua kanker pada organ saluran pencernaan seperti lambung, usus besar dan halus, pankreas, hati, rektum, anus, dan sistem empedu.
 Jenis kanker yang sering menyerang bagian sistem pencernaan antara lain kanker hati, tumor esofagus, tumor usus halus, kanker usus besar (kolon), dan tumor pankreas.
11. Infeksi Usus Buntu (Apendisitis).
Infeksi usus buntu (apendisitis) adalah peradangan pada apendiks yang umumnya disebabkan oleh penyumbatan akibat tinja keras, kelenjar getah bening bengkak, atau tumor. Gejala utamanya adalah nyeri perut kanan bawah yang semakin memburuk saat batuk atau bergerak. Penanganan utama adalah operasi (apendektomi) untuk mencegah usus buntu pecah.
 Penyebab utama radang usus buntu adalah saat adanya benda kecil atau keras (fecaliths) yang menyumbat organ usus buntu (appendix) dan tidak bisa keluar.
 Benda yang menyumbat usus buntu bervariasi mulai dari kotoran, benda asing (sesuatu di dalam tubuh yang tidak seharusnya ada), atau sel kanker.
 Kemudian, penyumbatan juga dapat disebabkan oleh infeksi sehingga usus buntu dapat membengkak sebagai respons terhadap infeksi yang berada dalam tubuh tersebut.
 Jika Anda mengalami gangguan sistem pencernaan seperti di atas, segera bawa ke rumah sakit yang tepat.(AM/*)



