Gerak Bersama, Sumbawa Unggul: Menyulam Harapan di Usia 67 Tahun Tanah Samawa
Oleh Sri Asmediati
Guru SMP Negeri 1 Labuhan Badas Kab.Sumbawa NTB

Peringatan Hari Jadi Sumbawa ke-67 bukan sekadar momentum seremonial yang diwarnai
spanduk, panggung hiburan, dan kemeriahan arak-arakan budaya. Lebih dari itu, hari jadi
adalah ruang refleksi kolektif tentang perjalanan panjang daerah ini, tentang apa yang telah
dicapai, sekaligus tentang apa yang masih harus diperjuangkan. Dengan mengusung tema
“Gerak Bersama, Sumbawa Unggul”, perayaan tahun ini menjadi ajakan terbuka bagi seluruh
elemen masyarakat untuk menyatukan langkah, menyelaraskan visi, dan meneguhkan
komitmen demi masa depan Tanah Samawa yang lebih maju dan bermartabat.
Jejak Sejarah dan Tanggung Jawab Generasi Kini
Enam puluh tujuh tahun lalu, Sumbawa berdiri sebagai daerah otonom dengan harapan besar:
mampu mengelola potensi sendiri, menjaga jati diri budaya, serta membangun kesejahteraan
masyarakatnya secara mandiri dan berkelanjutan. Sejak itu, roda pembangunan terus berputar.
Jalan-jalan penghubung antarwilayah dibuka, sekolah dan fasilitas kesehatan bertambah, serta
geliat ekonomi masyarakat perlahan tumbuh di berbagai sektor.
Namun, sejarah bukan hanya catatan masa lalu, melainkan amanah bagi generasi hari ini.
Setiap capaian yang diraih harus menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh, bukan alasan
untuk berhenti berbenah. Di usia yang kian matang, Sumbawa dituntut tidak hanya bergerak
cepat, tetapi juga bergerak tepat dan adil.
Makna “Gerak Bersama” dalam Kehidupan Nyata
Tema gerak bersama mengandung pesan kuat tentang pentingnya kolaborasi. Pembangunan
daerah tidak bisa bertumpu pada satu pihak saja. Pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama,
pelaku usaha, akademisi, pemuda, perempuan, hingga masyarakat di desa-desa terpencil,
semuanya adalah bagian dari mesin perubahan.
Dalam semangat Samawa, nilai sabalong samalewa—keseimbangan antara kemajuan lahir dan
batin—harus terus dirawat. Gerak bersama berarti memastikan bahwa pembangunan fisik
sejalan dengan pembangunan karakter, bahwa pertumbuhan ekonomi tidak meninggalkan nilai
kemanusiaan dan kelestarian lingkungan.
Sumbawa Unggul: Keunggulan yang Berakar pada Keadilan
Keunggulan sebuah daerah tidak hanya diukur dari besarnya investasi atau megahnya
infrastruktur. Sumbawa unggul berarti warganya merasa dilibatkan, dilayani, dan dilindungi.
Unggul berarti pendidikan yang bermutu dan merata, layanan kesehatan yang mudah diakses,
serta peluang ekonomi yang terbuka bagi semua lapisan masyarakat.
Di dunia pendidikan, misalnya, keunggulan tidak berhenti pada angka kelulusan atau
pembangunan gedung sekolah. Lebih dari itu, sekolah harus menjadi ruang aman bagi anak-
anak Sumbawa untuk tumbuh, bebas dari perundungan, serta mendapatkan pendidikan
karakter yang menanamkan nilai kejujuran, kerja keras, dan cinta terhadap tanah kelahirannya.
Potensi Alam dan Budaya yang Menunggu Dikelola Bijak
Sumbawa dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa: lahan pertanian yang luas, peternakan
yang menjadi kebanggaan, perairan laut yang melimpah, serta lanskap savana dan pantai yang
memikat. Di sisi lain, kekayaan budaya Samawa dengan tradisi, bahasa, dan kearifan lokalnya
adalah identitas yang tak ternilai.
Gerak bersama berarti mengelola semua potensi itu secara bijak dan berkelanjutan.
Pembangunan tidak boleh merusak lingkungan atau mengorbankan masyarakat lokal.
Pariwisata, misalnya, harus tumbuh seiring dengan pelestarian budaya dan alam, bukan justru
menggerusnya.
Kritik Membangun: Keunggulan yang Masih Perlu Diperjuangkan
Di tengah semangat perayaan dan berbagai capaian yang patut diapresiasi, Sumbawa juga perlu
berani bercermin. Masih ada jarak antara perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di
lapangan. Beberapa program belum sepenuhnya menyentuh masyarakat di wilayah terpencil,
sementara akses terhadap layanan dasar—seperti pendidikan bermutu, air bersih, dan layanan
kesehatan—masih dirasakan belum merata.
Transparansi dan partisipasi publik juga menjadi pekerjaan rumah. Tidak sedikit warga yang
merasa hanya dilibatkan sebagai penerima kebijakan, bukan sebagai mitra dalam proses
perumusan. Padahal, keunggulan sebuah daerah tidak hanya lahir dari kebijakan yang baik,
tetapi dari kepercayaan yang tumbuh antara pemerintah dan masyarakatnya.
Di sektor ekonomi, UMKM, petani, dan nelayan lokal masih menghadapi tantangan dalam hal
permodalan, akses pasar, dan pendampingan berkelanjutan. Jika Sumbawa ingin benar-benar
unggul, maka keberpihakan pada pelaku ekonomi kecil harus diwujudkan dalam kebijakan
nyata, bukan sekadar slogan di atas panggung perayaan.
Kritik ini bukan untuk melemahkan semangat, melainkan untuk memperkuat arah. Karena
gerak bersama yang sejati lahir dari keberanian mendengar suara yang berbeda dan
menjadikannya pijakan untuk melangkah lebih baik.
Peran Pemuda sebagai Energi Perubahan
Di usia 67 tahun, Sumbawa membutuhkan energi dan kreativitas generasi muda. Pemuda
bukan hanya penerus, tetapi juga penggerak hari ini. Di berbagai sudut daerah, tumbuh
komunitas literasi, kelompok seni, wirausaha muda, hingga pegiat teknologi yang mencoba
menjawab tantangan zaman dengan cara-cara baru.
Namun, potensi ini memerlukan dukungan nyata. Ruang berekspresi, akses pelatihan, dan
peluang berkolaborasi dengan pemerintah serta dunia usaha harus dibuka seluas-luasnya.
Gerak bersama berarti memberi kepercayaan kepada pemuda untuk terlibat dalam
perencanaan pembangunan, bukan sekadar menjadi tenaga pelengkap.
Merawat Budaya di Tengah Arus Modernisasi
Globalisasi dan digitalisasi membawa banyak kemudahan, tetapi juga tantangan bagi
kelestarian budaya lokal. Di sinilah pentingnya menjadikan budaya Samawa bukan sekadar
simbol dalam festival tahunan, melainkan nilai hidup dalam keseharian.
Bahasa daerah, tradisi gotong royong, dan penghormatan kepada alam harus terus diajarkan
kepada generasi muda. Sekolah, keluarga, dan komunitas memiliki peran penting dalam
memastikan bahwa kemajuan teknologi tidak memutus akar budaya.
Membangun Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan
Keunggulan Sumbawa di masa depan sangat ditentukan oleh kemampuan membangun
ekonomi yang inklusif. Pertumbuhan harus dirasakan oleh petani di sawah, nelayan di pesisir,
dan pelaku UMKM di pasar-pasar tradisional, bukan hanya oleh mereka yang memiliki akses
modal besar.
Program pemberdayaan, pelatihan kewirausahaan, dan digitalisasi pemasaran produk lokal
harus terus diperkuat. Gerak bersama dalam sektor ekonomi berarti menciptakan ekosistem
yang saling mendukung, di mana pemerintah, perbankan, dunia usaha, dan masyarakat berjalan
seiring.
Dari Seremoni ke Substansi
Hari Jadi Sumbawa ke-67 hendaknya menjadi lebih dari sekadar perayaan tahunan. Ia harus
menjadi momentum memperbarui komitmen: bekerja lebih jujur, melayani lebih tulus, dan
membangun dengan hati.
Gerak bersama bukan tentang keseragaman, melainkan tentang kesediaan untuk berjalan
seiring meski berbeda pandangan. Sumbawa unggul adalah tujuan bersama, bukan milik satu
kelompok atau generasi.
Penutup: Menyulam Masa Depan Tanah Samawa
Di usia ke-67 ini, Sumbawa berdiri di persimpangan penting antara warisan masa lalu dan
harapan masa depan. Sejarah memberi pelajaran, masa kini menuntut kerja nyata, dan masa
depan menunggu untuk disulam bersama dengan benang persatuan, keadilan, dan keberanian
berinovasi.
Dengan semangat Gerak Bersama, Sumbawa Unggul, mari kita rawat optimisme, perkuat
kolaborasi, dan jadikan Tanah Samawa sebagai rumah yang adil, maju, dan bermartabat bagi
semua warganya.
Dirgahayu Kabupaten Sumbawa ke-67.
Saatnya melangkah serempak, bekerja tulus, dan mewariskan masa depan yang lebih baik bagi
generasi yang akan datang.(AM/*)