
Sumbawa Besar,anugerh-media.com
Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori menyatakan optimis terhadap capaian pembangunan daerah selama satu tahun terakhir. Hal ini didasarkan pada realisasi 12 program unggulan yang dinilai telah menunjukkan progres positif, bahkan sebagian telah melampaui 10 persen dari target yang ditetapkan.
Menurut Wabup yang ditemui di ruang kerjanya, Selasa (31/3/26), capaian tersebut menjadi indikator awal bahwa arah pembangunan Kabupaten Sumbawa berada pada jalur yang tepat. Namun demikian, ia menegaskan bahwa evaluasi secara menyeluruh tetap diperlukan dengan mengacu pada potensi riil daerah yang masih perlu digali dan dimaksimalkan.
“Ke depan, kita tidak hanya melihat angka capaian, tetapi juga harus menelusuri seluruh potensi yang ada. Acuannya adalah potensi daerah itu sendiri, apakah sudah tergarap optimal atau belum,” ujarnya.
Wabup Ansori menekankan bahwa Kabupaten Sumbawa memiliki keunggulan besar pada sektor sumber daya alam yang melimpah. Potensi tersebut, menurutnya, harus menjadi kekuatan utama dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia menyoroti pentingnya pendataan dan optimalisasi aset daerah, termasuk lahan-lahan milik pemerintah yang selama ini belum produktif. Menurutnya, sejumlah aset masih “tidur” dan belum memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah.
“Perlu kita data secara detail, kita identifikasi mana aset yang sudah dimanfaatkan dan mana yang belum. Kalau itu milik daerah, harusnya bisa produktif dan memberikan pemasukan,” tegasnya.
Selain itu, Wabup juga menyoroti sektor pajak dan retribusi daerah yang dinilai masih memiliki potensi besar. Ia menyebutkan bahwa pembaruan data, khususnya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta validasi data wajib pajak menjadi langkah penting untuk mengoptimalkan penerimaan.
Tidak hanya itu, sektor retribusi parkir juga menjadi perhatian. Wabup mengungkapkan bahwa potensi pendapatan dari parkir dapat meningkat signifikan apabila dikelola secara maksimal dan sistematis.
“Kalau kita kelola dengan baik, potensi dari parkir saja bisa mencapai miliaran rupiah per tahun. Belum lagi dari sektor lain seperti pajak rumah makan, pasar, dan usaha lainnya,” jelasnya.
Ia juga menyinggung perlunya penataan sistem parkir, termasuk penerapan kewajiban bagi pelaku usaha yang tidak memiliki lahan parkir sendiri namun menggunakan fasilitas umum.
Lebih lanjut, Wabup Ansori yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Sumbawa mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memiliki semangat inovasi dan tidak hanya menjalankan rutinitas semata. Ia menekankan pentingnya pembaruan data, kreativitas, serta langkah strategis dalam menggali potensi daerah.
“Kita harus optimis. Sumbawa ini kaya akan potensi, tinggal bagaimana kita mengelola dan memaksimalkannya. Kalau semua bergerak bersama, saya yakin PAD kita bisa meningkat signifikan,” pungkasnya.(AM)



