
Sumbawa Besar.anugerah-media.com
Sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung ekonomi Kabupaten Sumbawa. Hal ini ditegaskan dalam pidato pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 yang disampaikan Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. di hadapan Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Sumbawa yang dipimpin oleh Ketua DPRD.Hador Forkopimda, Sekretaris Daerah, Kapolres Sumbawa, Dandim Sumbawa, dan KajariĀ Sumbawa.
Dalam pemaparannya, Bupati Jarot menempatkan Penguatan Infrastruktur Air dan Irigasi Pertaniannsebagai program unggulan pertama dari 12 program strategis pemerintahan Jarot-Ansori. Langkah ini diambil sebagai respons nyata atas kebutuhan mendesak petani akan ketersediaan air guna meningkatkan produktivitas lahan.
Bupati mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, Pemerintah Daerah telah melakukan akselerasi pembangunan fasilitas pengairan secara masif. Tercatat, dukungan anggaran lebih dari Rp16,8 Miliar telah dikonversi menjadi infrastruktur fisik yang kini mulai dirasakan manfaatnya oleh para petani.
“Ini adalah upaya strategis kita untuk memperkuat ketahanan pangan daerah. Kita ingin memastikan air sampai ke lahan-lahan pertanian masyarakat, sehingga indeks pertanaman kita bisa meningkat,” ujar Bupati Jarot.
Beberapa rincian pembangunan fasilitas pengairan yang berhasil dirampungkan pada tahun 2025 meliputiĀ Pembangunan Check Dam Pertanian 12 Unit,Ā Sumur Bor Pengairan (Berbagai Tipe)Ā 39 Unit, Sumur Dangkal, 17 Unit,Ā Irigasi Perpipaan sepanjang 3.875 KMĀ Jaringan Irigasi Usaha Tani 27 Unit.
Selain infrastruktur permanen tersebut, Pemkab Sumbawa juga membangun embung pertanian, kantong air, serta mendistribusikan berbagai fasilitas mesin pompa pengairan di titik-titik rawan kekeringan.
Bupati Jarot menekankan bahwa infrastruktur irigasi bukan sekadar proyek fisik, melainkan instrumen untuk memberikan kepastian bagi petani saat musim tanam. Dengan ketersediaan air yang lebih terjamin, diharapkan risiko gagal panen akibat kekeringan dapat diminimalisir secara signifikan.
“Program unggulan pertama ini adalah fondasi. Tanpa air yang cukup, mustahil kita bicara tentang swasembada pangan atau kesejahteraan petani. Oleh karena itu, anggaran Rp16,8 Miliar ini kita arahkan tepat sasaran pada wilayah-wilayah yang menjadi sentra produksi,” tambahnya.

Melalui keberhasilan program pertama ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa optimistis bahwa sektor pertanian akan terus menjadi motor penggerak ekonomi yang stabil, sekaligus memperkuat posisi Sumbawa sebagai salah satu lumbung pangan utama di Provinsi Nusa Tenggara Barat. (AM)



