
Sumbawa Besar,anugerah-media.com
Dalam upaya memperkuat pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa menjalin sinergi strategis dengan Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) Kabupaten Sumbawa. Kolaborasi ini ditandai dengan pelaksanaan rapat koordinasi yang berlangsung di meeting room BAZNAS Kabupaten Sumbawa pada Senin (6/4/2026).
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Ketua GAPENSI Kabupaten Sumbawa, Abd. Rivai, yang didampingi oleh sejumlah anggota, di antaranya Abd. Hakim dan Sabariah. Dari pihak BAZNAS, hadir Ketua beserta jajaran pimpinan lainnya serta Sekretaris BAZNAS Kabupaten Sumbawa. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk mengoptimalkan potensi zakat, khususnya dari sektor jasa konstruksi dan usaha.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa menyampaikan bahwa potensi zakat dari sektor jasa dan pendapatan profesional di daerah masih sangat besar, namun belum tergarap secara maksimal. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk organisasi profesi seperti GAPENSI, untuk mendorong kesadaran dan partisipasi para pelaku usaha dalam menunaikan kewajiban zakat.
“Sinergi dengan GAPENSI ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah, khususnya dari sektor jasa konstruksi. Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi contoh bagi organisasi lain untuk turut serta dalam memperkuat peran zakat dalam pembangunan sosial,” ujarnya.
Ketua GAPENSI Kabupaten Sumbawa, Abd. Rivai, dalam kesempatan tersebut menyatakan komitmen penuh organisasinya untuk mendukung program-program BAZNAS. Ia menegaskan bahwa anggota GAPENSI siap berpartisipasi aktif dalam menunaikan zakat, termasuk zakat sebesar 2,5 persen dari pendapatan dan jasa, sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati Sumbawa Nomor 24 Tahun 2023.
“Kami dari GAPENSI Kabupaten Sumbawa menyambut baik kerja sama ini. Kami siap mendukung program BAZNAS, termasuk dalam hal kewajiban zakat 2,5 persen dari pendapatan jasa. Ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial dan keagamaan kami sebagai pelaku usaha,” ungkap Abd. Rivai.
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif di kalangan anggota GAPENSI agar zakat tidak hanya dipandang sebagai kewajiban individu, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan yang dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat, terutama dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan.
Rapat koordinasi tersebut juga membahas mekanisme teknis pengumpulan zakat dari anggota GAPENSI, termasuk penggunaan sistem pembayaran digital melalui QRIS yang telah disediakan oleh BAZNAS. Sistem ini dinilai memudahkan proses pembayaran serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana ZIS.
Sebagai bentuk komitmen awal, dalam kesempatan tersebut pengurus GAPENSI juga melakukan penyerahan infak secara langsung melalui QRIS BAZNAS. Penyerahan ini disaksikan oleh seluruh pengurus BAZNAS yang hadir dalam rapat, sebagai simbol dimulainya kolaborasi konkret antara kedua lembaga.
Sekretaris BAZNAS Kabupaten Sumbawa menjelaskan bahwa digitalisasi dalam pengumpulan zakat merupakan bagian dari upaya modernisasi layanan, sehingga masyarakat dan pelaku usaha dapat menunaikan kewajibannya dengan lebih mudah, cepat, dan aman.
“Dengan adanya QRIS, proses pembayaran zakat, infak, dan sedekah menjadi lebih praktis. Ini juga sejalan dengan upaya kami untuk meningkatkan transparansi serta kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana ZIS,” jelasnya.
Selain membahas penghimpunan dana, rapat koordinasi ini juga menyinggung rencana pemanfaatan zakat untuk program-program produktif yang dapat memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat. BAZNAS Kabupaten Sumbawa berkomitmen untuk menyalurkan dana yang terkumpul secara tepat sasaran, baik dalam bentuk bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan.
Kolaborasi dengan GAPENSI diharapkan dapat memperluas basis muzakki (pembayar zakat), khususnya dari kalangan pengusaha jasa konstruksi, sehingga penghimpunan dana ZIS dapat meningkat secara signifikan. Dengan meningkatnya dana yang terkumpul, diharapkan pula program-program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal.
Di akhir kegiatan, kedua belah pihak sepakat untuk terus memperkuat komunikasi dan koordinasi guna memastikan implementasi kerja sama berjalan efektif. BAZNAS dan GAPENSI juga berkomitmen untuk melakukan sosialisasi secara berkelanjutan kepada seluruh anggota GAPENSI mengenai pentingnya zakat serta mekanisme pembayarannya.
Rapat koordinasi ini menjadi langkah awal yang penting dalam membangun sinergi antara lembaga pengelola zakat dan organisasi profesi di Kabupaten Sumbawa. Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah dapat semakin meningkat, sehingga memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Melalui kolaborasi ini, BAZNAS Kabupaten Sumbawa optimistis dapat mengoptimalkan potensi zakat sebagai instrumen ekonomi umat yang tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif dan berkelanjutan. GAPENSI sebagai mitra strategis diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam mendorong kepatuhan zakat di kalangan pelaku usaha, sekaligus menjadi teladan dalam praktik filantropi Islam di daerah.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, sinergi antara BAZNAS dan GAPENSI Kabupaten Sumbawa diharapkan mampu membawa perubahan positif yang signifikan bagi masyarakat, serta memperkuat peran zakat sebagai pilar penting dalam pembangunan sosial dan ekonomi.(AM)



