
Oleh dr. H Minanurrahman
Al-Qur’an (Al-Baqarah :187) _*Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu;* mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya *kamu tidak dapat menahan nafsumu,* karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa._
Saat Ramadhan, dimana banyak rangkaian ibadah yang cukup ketat disyariatkan, disitulah suami-istri dituntut untuk lebih kreatif agar tetap mesra dan terus mendulang pahala di bulan mulia. Banyak peluang kemesraan yang ada dalam bulan mulia ini.
1. Romantis Saat Sahur
Di waktu sahur inilah saat yang tepat untuk mendulang kemesraan. Dimulai dengan saling *membangunkan pasangan* untuk makan sahur dengan romantis. Misal, dengan *mengecup kening pasangan*, sentuhan mesra dan panggilan sayang, membelainya manja, dan lain-lain. Kemudian *menyiapkan hidangan sahur bersama-sama*, menyantapnya berdua.
2. Romantis Saat Berbuka
Kegembiraan orang berpuasa adalah saat berbuka. Manusia senantiasa berada dalam kebaikan, selama mereka menyegerakan berbuka. Di antara kegembiraan dan keberkahan itulah, tercipta sebuah nuansa kemesraan yang baru. Berbuka dengan satu suapan kurma dari tangan pasangan. Berbuka dengan ciuman mesra atau pelukan hangat sebelum menikmati hidangan. Minum segelas berdua, meski hanya air putih, akan menambah romantisme suasana berbuka puasa.
e. Saling sharing rasa syukur atas indahnya aktivitas hari itu, setelah makan hidangan berbuka puasa bersama.
3. Romantis dalam Bait-Bait do’a Suami istri
Do’a di saat berpuasa Ramadhan lebih makbul. Apalagi dilaksanakan oleh pasangan suami istri.
_“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadaku tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku. Agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”_ (QS. Al-Baqarah : 186)
4. Romantis Saat Tarawih
Kemesraan saat tarawih dapat ditunjukkan dengan; Berangkat berdua (berboncengan mesra) saat ‘tarawih keliling’ dari satu masjid ke masjid yang lain atau saat berjalan kaki ke masjid dekat rumah. Romantis meski *sholat tarawih berjamaah di rumah*. adqa kemesraan yang tercipta saat suami tercinta menjadi imam sholatnya. Kebanggaan untuk menjadi makmum bagi sang kepala rumah tangganya.
5. Romantis Saat *Tadarus Al-Quran*
Kesempatan emas untuk mempelajari Al-Qur’an dan memperlancar bacaan serta mendulang pahala sekaligus meraih mesra.
6. *Romantis di Malam Ramadhan*
Puasa tidak lantas menutup semua celah bagi suami istri untuk saling berbagi rindu. Ada malam-malam Ramadhan yang bisa menjadi saksi mesra dan gairah antara suami istri. Ini bukan sekedar halal namun juga sebuah pengakuan. Pengakuan atas sisi kemanusiaan kita yaitu NAFSU. Sebuah ayat Al-Baqarah: 187, menyatakan dengan penuh sindiran tentang hal ini.
Jadikan malam Ramadhan penuh kenangan yang beragam. Kenangan dalam ibadah juga kenangan dalam berlabuh mesra bersama pasangan. *Antara habis tarawih dan sebelum sahur*. Agar di siang hari syahwat kita tidak terlunta-lunta.
Serangkaian kemesraan pada malam hari Ramadhan begitu indah digambarkan: suami istri menjadi pakaian bagi yang lainnya. Bahasa sederhananya adalah saling menutupi, saling melindungi, dan akhirnya saling memberi ketenangan. Puncak aktifitas mesra pada malam Ramadhan –tentu saja – adalah jima’. Halal.
7. Romantis Mencium Pasangan Saat Berpuasa.
Ternyata siang hari Bagi setiap pasangan yang romantis, waktu apapun akan dijadikan ladang pahala mesra. Mencium mesra saat puasa memang membutuhkan manajemen potensi syahwat yang ketat dan luar biasa. Sekali saja tergelincir penyesalan menjadi tiada guna. Pastikan bahwa agenda ibadah dan kekhusyukan jangan sampai hilang tanpa kesan. Jika mau bersabar, setelah maghrib episode mesra akan lebih berkesan, insya Allah.(AM/*)



