
Alas,anugerah-media.com
Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Sumbawa. Di tengah gelapnya dini hari dan amukan si jago merah, seorang putra terbaik daerah ini menghembuskan napas terakhirnya dalam tugas mulia.
M. Solikin bin Abdullah, anggota Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Sumbawa, gugur saat berjuang memadamkan kebakaran hebat di Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Minggu (22/3/2026) sekitar pukul 02.00 WITA.
Api yang melalap permukiman warga menjadi saksi bisu pengorbanan seorang komandan regu (Danru) yang selama ini dikenal tak pernah mundur dari garis depan.

Dalam situasi genting, saat warga berlarian menyelamatkan diri dan harta benda, Solikin justru berjibaku dengan rekannya memadamkan api dan menjalankan sumpah tugasnya hingga titik penghabisan.
Namun takdir berkata lain. Di tengah upaya heroik memadamkan api dan menyelamatkan aset warga, musibah datang merenggut nyawanya. Ia gugur sebagai pejuang kemanusiaan.
Kepala Dinas Damkartan Kabupaten Sumbawa, H. Sahabuddin, tak mampu menyembunyikan kesedihannya. Dengan suara bergetar, ia mengenang sosok Solikin sebagai pribadi yang berdedikasi tinggi.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami kehilangan patriot sejati. Almarhum adalah personel yang sangat disiplin, penuh tanggung jawab, dan selalu berada di garda terdepan. Selama 16 tahun mengabdi, tidak pernah sekalipun beliau mengeluh,” ungkapnya.
Perjalanan pengabdian Solikin dimulai sejak tahun 2010 sebagai tenaga honor. Dengan kerja keras dan loyalitas tanpa batas, ia kemudian diangkat menjadi P3K pada 2023. Selama 16 tahun, hampir seluruh masa dewasanya ia abdikan untuk melindungi masyarakat dari ancaman kebakaran.
Lahir pada 1989, Solikin menghembuskan napas terakhir di usia 37 tahun. Ia dikenal sebagai sosok sederhana, pekerja keras, dan menjadi teladan bagi rekan-rekannya.
Di balik seragam pemadam kebakaran, ia adalah anak dari Abdullah dan saudara bagi tiga perempuan, serta seorang pria yang memilih mengabdikan hidupnya untuk orang banyak.
Kini, jenazahnya telah tiba di rumah duka di Lingkungan Kebayan, Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa. Tangis keluarga, rekan kerja, dan warga pecah mengiringi kepulangan sang pahlawan.
Kepergiannya bukan hanya meninggalkan luka bagi keluarga, tetapi juga kehilangan besar bagi institusi dan masyarakat Sumbawa.
Pemerintah daerah memastikan akan memberikan perhatian penuh kepada keluarga yang ditinggalkan, termasuk hak-hak dan santunan bagi almarhum.
Peristiwa ini menjadi pengingat pahit bahwa di balik setiap kebakaran yang berhasil dipadamkan, ada nyawa yang dipertaruhkan. M. Solikin telah menunaikan tugasnya hingga akhir gugur sebagai pelindung, sebagai penyelamat, sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.
Doa pun mengalir dari seluruh penjuru Sumbawa. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, dan pengorbanannya menjadi cahaya yang tak pernah padam.(AM/*)



