
Oleh dr. H Minanur Rahman
Laki-laki teguh nan penuh wibawa ini menyampaikan nasihat kepada murid terbaiknya, “Di dunia ini ada suatu surga. Barang siapa yang tidak mau memasukinya, niscaya dia tidak akan masuk surga di akhirat.”
Surga di dunia ini, sebagaimana disebutkan oleh sang laki-laki yang tak lain adalah Imam Ibnu Taimiyah kepada muridnya Ibnul Qayyim al-Jauziyah, adalah *iman kepada Allah Ta’ala dan ajaran yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam*.
Itulah surga dunia. Itulah kenikmatan yang membuat orang-orang beriman merasakan betah di tempat yang fana ini. Jika bukan karena iman dan meneladani ajaran Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam, tidaklah orang-orang beriman merasa betah di dunia ini.
Sedangkan orang-orang yang tidak mau memasuki surga di dunia ini adalah mereka yang menuruti hawa nafsu dan syahwatnya. Ialah mereka yang mengikuti egonya, sombong, hingga menuhankan dirinya sendiri. Orang-orang seperti inilah yang tidak akan pernah merasakan Surga Sejati di akhirat kelak.
Berbeda dengan orang beriman yang menahan diri perbuatan maksiat, jahat dan kesia-siaan. Dia bersikap adil dan mengutamakan kepentingan jangka panjang. Tidak ada dikotomi antara surga dunia dan surga akhirat. *Surga dunia adalah syarat utama bagi siapa pun orang beriman yang menginginkan surga akhirat.*
*Mari Kita ke Surga Dunia Dulu, Sebelum ke Surga Akhirat*
Surga adalah idaman semua orang, baik orang beragama maupun tidak, bahkan orang yang melakukan kemungkaran dan kekejian juga mengharapkan nikmat surga.
Surga dalam pandangan mereka berbeda-beda, sesuai dengan nalar dan kepercayaan mereka. Tidak hanya orang dewasa yang mengharapkan surga, anak kecil pun yang belum tahu dosa dan pahala, juga menginginkan surga. Pada umumnya Surga diartikan sebagai suatu tempat yang indah, semua serba ada, dan semua kebutuhan terpenuhi.
Surga yang dijanjikan oleh Allah adalah tempat yang aman, nyaman, kekal (ad-Dukhan : 51-57), semuanya hidup rukun, tidak ada; pertengkaran, perselisihan, pertentangan, (al-Hijr : 45-48). Hidup dengan segala keindahan, kemewahan, dan segala perhiasan (al-Kahfi : 30-31). Memperoleh rizki yang tidak pernah ada habis-habisanya, disediakan minuman, buah-buahan, daging dsb, dan tidak pernah merasakan kenyang atau pusing dan mabuk setelah memakan atau meminumnya. Disediakan pelayan dan ditemani oleh bidadari yang cantik dan sebaya umurnya (Shad : 49-54) dan (al-Waqi’ah : 13-38).
Tidak pernah kesulitan dalam kehidupan di Surga, tidak ada buah yang busuk. Semuanya diliputi dengan kemudahan, dan apapun yang diinginkan pasti terpenuhi. (Ar-Rahman: 68). Serta semua penghuninya tampan dan cantik, selalu muda, memiliki kulit yang mulus dengan pakaian yang tak pernah kumal.Tidak pernah sakit, menderita atau mati (HR.Muslim).
*Para Penghuni Surga*
Penghuni surga adalah orang-orang yang beriman, bertakwa dan beramal saleh. Hal ini dijelaskan dalam QS. Al- Baqarah ayat 82: _“Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.”_
*Surga adalah Tempat Keabadian yang Aman*
Di surga tidak ada siklus kematian, yang ada adalah keabadian dengan suasana yang aman. Di dalam Surat Ad Dukhan ayat 51 disebutkan: _“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam tempat atau kedudukan (yang aman) dari semua hal-hal yang menakutkan”._
*Kehidupan di Surga Penuh Kedamaian*
Rasa nyaman dan damai akan diberikan oleh penduduk surga. Hal ini tersurat dalam Al-Hijr Ayat 45: _“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada di dalam surga, kebun-kebun surga (dan mata air – mata air) yang mengalir di dalamnya”._
*Penduduk Surga Hidup dengan Segala Keindahan, Kemewahan dan Segala Perhiasan*
Dalam surat Al-Kahfi ayat 30-31 dijelaskan Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang mengerjakan amal baik. Mereka itu akan mendapatkan surga Adn. Sungai-sungai jernih dan indah mengalir di bawahnya. Para penduduk surga akan dibekali dengan perhiasan gelang emas dan pakaian hijau yang indah terbuat dari bahan sutera halus nan tebal.
*Memperoleh Rezeki yang Tidak Pernah Habis*
Dalam surat Shad ayat 49-54 dijelaskan bahwa orang-orang yang bertakwa akan memperoleh kehormatan dan tempat kembali yang baik yakni surganya. _“Sesungguhnya ini adalah benar-benar rezeki dari Kami yang tiada habis-habisnya”._ (Shad:54)

*Selalu Diliputi Kemudahan, Tidak Pernah Ada Kesulitan*
Di dalam surga, para penghuninya tidak akan mendapatkan kesusahan sedikitpun. Apa yang diinginkan akan dengan begitu mudah untuk didapatkan. Ketika kita ingin makan atau minum akan dilayani oleh para pelayan surga. Bahkan apabila penghuni surga tertarik untuk memetik buah buah surga, maka buah buahan tersebut mendekat kepadanya hingga ia dapat mengambil mana yang ia sukai .
*Selalu Dalam Keadaan Bersih, Sehat, Tampan dan Wangi*
Para penghuni Surga akan selalu terlihat mulus, tampan, cantik, awet muda dan bercelak, mereka akan senatiasa muda dan pakaiannya tidak pernah lusuh. Golongan pertama yang masuk surga kelihatan seperti bulan purnama.
*Makanan dan Minuman di Surga*
Di dalam surga terdapat pohon dan buah-buahan yang sangat bermacam-macam. Hal ini dijelaskan dalam QS. Arrahman ayat 54 dan 68: _“Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutra. Dan buah-buahan kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat”._
_“Di dalam keduanya (ada macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima”._
*Para Bidadari Surga yang Cantik Jelita*
Akan ada bidadari-bidadari surga yang sedia membantu dan melayani dengan setia. Semua wanita penghuni surga adalah Bidadari.
*Kenikmatan Tertinggi Bagi Penghuni Surga*
Kenikmatan tertinggi di dalam al jannah (surga) adalah melihat wajah Rabbul ‘alamin.
Dari gambaran Surga yang begitu nyata maka sesungguhnya orang beriman akan merasakan kenikmatan tersebut semasa hidupnya. Sebaliknya bagi yang belum merasakan nikmat tersebut berarti belum sempurna imannya.
Demikianlah sekilas gambaran surga seperti yang telah dijelaskan di dalam Al Quran dan Hadits. Mohon maaf jika ada kekeliruan dalam tulisan ini.(am/*)



