Tim SAR Berhasil Menemukan Dan Mengevakuasi Seorang Nelayan Yang Pingsan Di Atas Perahunya Saat Melaut

Lombok Barat NTB (anugerah-media.com)
Tim SAR Gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi seorang nelayan Sarimin yang di nyatakan hilang saat melaut di perairan Ampenan, Senin (5/1/2026). Korban sebelumnya dilaporkan hilang hilang kontak saat sedang melaut.
Sarimin, yang merupakan warga Dusun Kuranji Bangsal, Desa Kuranji, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, awalnya dilaporkan belum kembali ke daratan setelah melaut. Kekhawatiran keluarga karena saat di hubungi, Sarimin (korban) tidak menjawab panggilan telpon sekitar pukul 08.00 Wita.
Atas kejadian itu Kepala Desa Kuranji langsung meminta bantuan kepada Tim SAR Mataram untuk meminta bantuan agar melakukan pencarian korban di sekitar perairan.

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menjelaskan dengan adanya laporan dari kepala Desa Kuranji yang yang menyatakan bahwa ada seorang warganya yang hilang kontak saat melaut. Atas laporan itu pihaknya langsung mengerahkan tim Rescue untuk melakukan pencarian intensif bersama unsur potensi SAR di sekitar lokasi kejadian.
Menurutnya saat pencarian pertama kali ditemukan Perahu korban yang terombang ambing di sekitar perairan Ampenan. Saat dilakukan pengecekan, korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri (pingsan) di atas perahunya. Tim rescue Kantor SAR Mataram yang menerima informasi penemuan tersebut langsung bergegas menuju lokasi penemuan untuk membantu proses evakuasi bersama unsur potensi SAR.
“Tim SAR segera mengevakuasi korban menuju daratan dan langsung membawanya ke Puskesmas Parampuan, Lombok Barat, guna mendapatkan perawatan medis lebih lanjut,” ungkap Hariyadi.

Hariyadi juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur yang terlibat dalam keberhasilan operasi ini. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan sinergi yang kuat antara berbagai instansi dan masyarakat. Adapun unsur yang terlibat meliputi Tim Rescue Kantor SAR Mataram, TNI, Polri, Saka SAR, Perangkat Desa Kuranji, masyarakat dan nelayan setempat serta pihak terkait lainnya.
Dalam operasi SAR ini, tim memaksimalkan penggunaan teknologi dan peralatan pendukung, termasuk Drone Thermal untuk pemantauan udara, perahu karet, serta peralatan medis. Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR ini resmi dinyatakan ditutup. (AM/LI)