Sabtu, 14 Maret 2026
spot_img

Timur-Tengah Kian Memanas, Pahlawan Devisa Butuh Perhatian Pemerintah

Alas Kota, anugerah-media.com.

Gejolak Suhu Politik di Negara timur Tengah kian memanas hingga berdampak kepada situasi dan kon stabilitas yang terjadi termasuk para tenaga kerja yang berada di beberapa Negara konflik yang sedang menjalankan aktifitasnya, satu diantaranya adalah Pahlawan Devisa asal Indonesia yang saat ini tengah mengais rejeki untuk kebutuhan hidup ekonomi keluarga yang ditinggalkan di kampung halamannya.

 

Tenaga kerja Indonesia atau sebutan lain dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) kini sedang membutuhkan perhatian pemerintah dalam pemulangan akibat genjatan senjata Iran vs AS dan Israel yang kini sedang berlangsung.

Terkait hal tersebut, Gubernur NTB, DR.H.Lalu Muhammad Iqbal. M.hub.,Int. Saat ditemui Media di sela-sela kegiatan Safari Ramadhan dan Buka bersama di Rumah Dinas Camat Alas, rabu (18/3/26) lalu, menjelaskan sejauh ini pemerintah Provinsi NTB terus melakukan koordinasi dan kumunukasi dengan KBRI di beberapa Negara.

 

Bahkan jauh sebelum terjadi serangan Israel  ke Iran dirinya sudah berkomunikasi dengan semua Duta beser di timur-tengah sembari menyampaikan dan meminta data WNI di wilayah sana namun, menurut mereka pendataan sudah dilakukan terkecuali WNI yang masuk secara Ileggal dan itupun baru sebagian datanya sudah masuk, akan tetapi pemerintah NTB terus berupaya agar Warga kita yang ada di Timur -tengah dapat terdata dengan segera dan dapat menghubungi KBRI melalui Nomor kontak ( Hotline KBRI) yang telah kami sebar luaskan kemedia-media secara lengkap, sehingga para WNI dapat berhubungan langsung dengan KBRI wilayah masing-masing, mengingat KBRI sudah siap dalam pelayanan sementara kondisi WNI yang ada di negara komplik sudah terpantau langsung oleh KBRI sambil melengkapi data dari masing -masing negara.

‘’ mengingat daerah komplik di timur-tengah sangat luas termasuk data untuk warga NTB yang ada disana sudah ada di masing-masing megara melalui KBRI nya, jumlahnya sudah ada namun belum kita ketahui berapa jumlah rielnya, sebab negara yang terdampak sangat luas tapi data dimasing-masing Negara sudah ada. Namun sejauh ini pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Disnaker telah berkomunikasi langsung dengan masing-masing KBRI dan ini terus dilakukan,’’ ujar Gubernur NTB, DR.H.Lalu Muhammad Iqbal.,M.hub.,Int. ( AM/HR)

 

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles