
Oleh dr. H Minanurrahman
Bila Anda terbiasa bangun sebelum subuh dan sholat subuh berjamaah di masjid, itulah salah satu kebiasaan baik setelah Ramadhan. Anda bergegas memulai hari dengan penuh semangat, berolahraga ringan di pagi hari, sarapan pagi, membaca berita pagi, dan bersiap-siap untuk bekerja. Anda adalah tipe orang yang disiplin tepat waktu, pekerja keras, selalu ceria, suka bekerja sama, dan suka menolong. Orang-orang mengenal Anda sebagai orang baik yang sabar, jujur, ramah, terpercaya, dermawan, dan menyenangkan. Hidup Anda diliputi kebahagiaan karena punya keluarga yang harmonis, pasangan yang setia, dan anak-anak yang soleh solehah.
Orang-orang seperti Anda bisa dikatakan golongan orang-orang bertakwa, yang taat menjalankan perintah agama. Orang-orang yang bertakwa itu menjalankan ibadah karena berharap ridho Allah SWT, bukan karena takut neraka atau berharap surga. Hati dan akal mereka selalu ingat Allah sehingga tercegah dari perbuatan salah, buruk dan sia-sia. Cara berfikir, perkataan, perilaku dan perasaan emosi dari orang-orang bertakwa sudah terpola dengan baik sehingga menjadi kebiasaan.
Kebiasaan baik dari orang-orang yang bertakwa itu terbentuk dari ibadah yang istiqomah dilakukan bertahun-tahun dengan khusyuk. Ada satu bulan istimewa bagi orang-orang beriman untuk meningkatkan ketakwaan yaitu bulan Ramadhan. Bagi orang-orang beriman, bulan Ramadhan adalah waktu untuk memperbaiki diri meningkatkan kualitas ketakwaan. Bersamaan dengan kewajiban berpuasa selama bulan Ramadhan maka ibadah lainnya bertambah khusyuk dan nikmat.
Puasa Ramadhan wajib bagi semua orang yang beriman. Beruntunglah orang-orang yang tinggal di lingkungan masyarakat mukmin yang semuanya berpuasa. Semua orang lebih rajin beribadah di masjid. Bahkan suasana malam menjadi lebih khidmat dengan sholat tarawih dan tadarus Al-Qur’an. Meskipun demikian kegiatan ekonomi dan kegiatan masyarakat lainnya tetap berjalan seperti biasa. Anak-anak pun tetap pergi ke sekolah. Puasa tidak menghalangi seseorang beraktivitas sehari-hari.
Bagi orang-orang beriman puasa Ramadhan sama sekali tidak memberatkan dan tidak pula melemahkan. Puasa tidak membuat mereka kelaparan atau kehausan atau pun kelelahan. Justru puasa Ramadhan membuat mereka lebih fokus, lebih tenang, dan lebih sabar. Tentu orang yang bisa fokus, tenang dan sabar akan menghasilkan prestasi, dan karya berkualitas, serta gagasan kreatif.
Orang-orang yang terbiasa berpuasa memiliki kelembutan hati, kepekaan emosi, dan kecerdasan akal. Karena dengan berpuasa, kita bisa mengendalikan hawa nafsu dan syahwat yang cenderung melalaikan. Makan, minum, dan bersetubuh adalah nafsu syahwat yang utama dihentikan ketika sedang berpuasa. Demikian pula semua perilaku buruk, sikap yang buruk, dan tindakan yang sia-sia bisa merusak nilai puasa.
Di bulan Ramadhan, semua mukmin sedang dilatih bangun pagi sebelum subuh untuk makan sahur dan berniat berpuasa. Waktu makan sahur yang afdol (diutamakan) adalah menjelang subuh. Dengan demikian bisa dilanjutkan sholat subuh. Setelah subuh jangan tidur lagi! karena pagi hari adalah waktu terbaik untuk memulai segala aktivitas setelah istirahat tidur malam. Oleh karena itu segeralah tidur sebelum lewat tengah malam.
Membiasakan makan sahur menjelang subuh akan mendisiplinkan sarapan pagi (ketika tidak berpuasa). Kebiasaan sarapan pagi akan memberikan energi yang cukup untuk beraktivitas seharian (asal jangan kekenyangan). Dengan sarapan pagi maka keinginan ngemil menjadi berkurang dan waktu makan siang pun tidak terasa lapar. Dengan demikian makan siang bisa dikontrol untuk tidak berlebihan.
Dengan bangun pagi lebih awal, maka di siang hari setelah dhuhur kadang ada rasa ngantuk. Maka tidur sesaat di siang hari akan memberikan energi yang cukup hingga waktu petang. Tapi jangan kebablasan hingga maghrib ya…
Ketika waktu maghrib tiba bersegeralah untuk membatalkan puasa dengan makanan dan minuman manis sekedarnya. Sebaiknya jangan langsung makan besar, laksanakan sholat maghrib dahulu kemudian dilanjutkan dengan makan malam.
Makanan untuk berbuka puasa sebaiknya dimulai dengan buah buahan kemudian baru makanan pokok beserta lauknya. Perhatikan komposisi makanan yang sehat dan seimbang. Usahakan makanan untuk berbuka puasa berganti menu setiap hari agar tidak bosan. Sekali lagi jangan sampai kekenyangan!
Selama bulan Ramadhan ini dilarang melakukan hubungan seksual. Bagi yang tidak bisa menahan syahwat seksual diperbolehkan untuk melakukan hubungan suami istri di malam hari hingga sebelum waktu fajar.
Dengan berlatih menahan nafsu syahwat seksual maka kenikmatan seksual dapat dinikmati bersama antara suami istri. Terutama suami bisa menahan nafsu syahwat ketika istri sedang berhalangan atau sedang tidak nyaman. Hubungan seksual suami istri menjadi kesenangan bersama.
Bulan Ramadhan kita lebih banyak waktu untuk membaca Al-Qur’an dan memperdalam ilmu agama. Dengan demikian banyak hal yang selama ini kurang paham menjadi lebih paham dalam beragama. Sesungguhnya Rasulullah SAW menyampaikan Al-Qur’an sebagai wahyu Allah SWT diperuntukkan bagi seluruh umat manusia. Maka semua mukmin wajib berdakwah menyampaikan ajaran Islam sesuai dengan kemampuan kita. Semoga tulisan ini bermanfaat. Selamat menunaikan ibadah puasa..(A/*)



