
Oleh dr. H Minanur Rahman
Fakta menunjukkan, penduduk dunia semakin panjang umur. Pada tahun 1950, rata-rata usia penduduk dunia adalah kurang dari 50 tahun. Pada tahun 2023, rata-rata harapan hidup global adalah 73,4 tahun. Diperkirakan pada tahun 2050, angka harapan hidup global diperkirakan mencapai 78,1 tahun. Dan jika dunia dalam keadaan aman maka pada tahun 2100, usia harapan hidup manusia diperkirakan mencapai 83 tahun.
Beberapa negara dengan rata-rata umur terpanjang di dunia antara lain Monako, Hong Kong, Macau, Jepang, Liechtenstein, Swiss, Singapura, Italia, Vatikan, Korea Selatan. Di mana standar kualitas hidup di negara-negara tersebut cukup tinggi.
Beberapa faktor yang dapat membuat seseorang panjang umur adalah Gaya hidup sehat, Fasilitas kesehatan yang memadai, Tingkat obesitas yang rendah, Diet vegetarian, dan Kecintaan terhadap olahraga.
Kapan Indonesia mengalami penuaan penduduk? Kita dapat menemukan jawabannya ketika melihat data struktur penduduk Indonesia. Data itu menyebutkan bahwa proporsi penduduk lansia Indonesia telah mencapai 10,8 persen pada tahun 2021. Jika penduduk Indonesia ada 272 juta maka di tahun itu jumlah lansia diperkirakan mencapai 29 juta jiwa. Ini merupakan jumlah yang cukup besar dan tren ke depan akan semakin meningkat.
BPS memperkirakan bahwa pada tahun 2045 porsi penduduk lansia Indonesia berada di angka 20,31 persen atau berjumlah sekitar 72 juta jiwa. Dengan demikian dalam dua dekade mendatang jumlah lansia akan bertambah lebih dari dua kali lipat.
Membaiknya umur harapan hidup juga berarti penuaan penduduk akan berlangsung lebih lama. Saat ini umur harapan hidup saat lahir Indonesia mencapai 74 tahun. Jika kita menengok ke belakang ini merupakan capaian yang luar biasa karena pada era 90an angka harapan hidup masih 64 tahun.
Para ahli bahkan telah memperkirakan bahwa umur harapan hidup Indonesia pada tahun 2045 berada di angka 78 tahun. Singkatnya, para lansia Indonesia akan memiliki umur yang lebih panjang. Ini akan menjadi persoalan serius kalau para lansia memiliki kondisi kesehatan yang buruk dan tidak memiliki aktivitas sosial. Maka dari itu hal yang harus disiapkan adalah mekanisme perlindungan sosial dan cakupan jaminan kesehatan.
Bagaimana kondisi para lansia dapat kita lihat dari dimana mereka tinggal. Secara umum para lansia di Indonesia lebih diakomodir oleh keluarga besar. Artinya mereka tergabung dalam rumah tangga anak atau saudara mereka baik dalam kapasitas membantu atau sekedar menumpang.
Berdasarkan data Susenas, hanya sepertiga lansia yang tinggal sendiri atau bersama pasangannya. Mereka ini dapat kita sebut sebagai rumah tangga lansia yang mandiri. Beberapa karakteristik dari rumah tangga ini adalah memiliki sumber penghasilan tetap, jarang mengalami keluhan kesehatan, dan aktif secara sosial. Kendati demikian yang jelas rumah tangga lansia membutuhkan layanan asistensi untuk mengatasi keluhan-keluhan yang muncul pada usia lanjut.
Indonesia adalah negara yang memiliki modal kultural paling kaya di dunia. Modal kultural ini tercermin dari perilaku warga yang suka membantu dan berbagi. Sikap-sikap Altruistik ini tetap mencolok karena sebagian besar masyarakat masih menjaga tradisi komunal.
Pada level tertentu tradisi ini memang tampak kontraproduktif karena kerap memperlambat tumbuhnya budaya sipil yang menjunjung tinggi aturan hukum dan menghargai kesetaraan hak.
Terlepas dari itu, karakter komunal masyarakat Indonesia sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai mesin pendorong program kesejahteraan, khususnya yang terkait dengan lansia.
Dalam menghadapi penuaan penduduk pemerintah Indonesia harus fokus pada dua hal. Pertama adalah upaya meningkatkan kualitas hidup manusia dan memperbaiki tata kelola perekonomian, khususnya dalam lapangan kerja. Ini akan berimplikasi pada kemampuan tenaga kerja Indonesia dalam mengakses program perlindungan sosial.
Terakhir, yang tidak kalah penting juga, mengakselerasi program-program kolaborasi yang akan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menyelenggarakan layanan dan perlindungan lansia. Jika tidak Indonesia harus siap menanggung beban persoalan Generasi Perak.(AM)



