Jumat, 24 April 2026
spot_img

Soroti Kondisi Pasar Alas, Anggota KOMISI II DPRD Sumbawa H Andi Mappelepui Desak Pemda Lakukan Penataan Ulang

Soroti Kondisi Pasar Alas, Anggota KOMISI II DPRD Sumbawa  H Andi Mappelepui Desak Pemda Lakukan Penataan Ulang

Alas, Sumbawa.anugerah-media.com

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa, H. Andi Mappelepui, melakukan kunjungan kerja lapangan ke Pasar Alas pada Rabu (22/04/2026). Dalam kunjungan tersebut, legislator asal daerah pemilihan V dari Fraksi PKS ini menyoroti kondisi tata kelola pasar yang dinilai masih jauh dari kata ideal dan terkesan semrawut.

Berdasarkan pantauan di lokasi, H. Andi mengungkapkan keprihatinannya melihat penumpukan pedagang yang meluber hingga ke area luar bangunan pasar dan bahu jalan umum. Ironisnya, kondisi ini terjadi di saat banyak ruang kosong dan lapak di bagian dalam pasar yang justru tidak dimanfaatkan secara optimal.

 

“Pelaku pasar terlalu membeludak di area luar, padahal ruang kosong di dalam pasar masih tersedia. Potensi untuk menampung pedagang rutinitas, terutama pedagang ikan dan sayur, sebenarnya masih sangat luas jika dilakukan penataan yang baik,” tegas H. Andi Mappelepui di sela-sela kunjungannya.

 

Ia menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama kekacauan ini adalah banyaknya los atau “peti” milik pedagang musiman yang hanya aktif saat musim panen atau momen lebaran saja. Lapak-lapak tersebut banyak yang mangkrak dan tidak ada aktivitas harian, namun tetap dikuasai karena pemiliknya rutin membayar retribusi bulanan.

 

“Banyak tempat yang mangkrak, hanya bayar retribusi tapi tidak ada aktivitas. Akibatnya, pedagang rutinitas yang benar-benar butuh tempat jualan setiap hari justru terpaksa menggunakan badan jalan. Padahal itu jelas dilarang, tapi mereka terpaksa karena penataan di dalam masih amburadul oleh lapak-lapak pasif tersebut,” lanjutnya.

 

Lebih lanjut, politisi PKS ini mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) melalui dinas terkait untuk segera mengambil sikap tegas. Menurutnya, pembiaran terhadap kondisi ini tidak hanya mengganggu ketertiban umum dan arus lalu lintas, tetapi juga menghambat optimalisasi pendapatan daerah.

 

“Pemda harus segera bertindak mengatasi persoalan Pasar Alas ini. Jika ditata dengan rapi, diprioritaskan untuk pedagang aktif, dan fasilitas yang mangkrak dialihkan kepada yang benar-benar berjualan, maka pasar akan tertata baik dan target PAD (Pendapatan Asli Daerah) dipastikan bisa lebih meningkat lagi,” pungkasnya.

 

Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan revitalisasi manajemen pasar tradisional di Kabupaten Sumbawa, khususnya di wilayah Barat. (AM)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles