
Mataram, NTB .anugerah-media.com
Suasana duka menyelimuti keluarga besar Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Nusa Tenggara Barat, Ir. I Wayan Karioka, MH, atas wafatnya sang ibunda tercinta, almarhumah Ibu Ni Kadek Musti. Prosesi upacara ngaben dilaksanakan pada Rabu (6/5/2026) di Setra Abian Tubuh, Cakranegara, Kota Mataram, dan berlangsung khidmat serta penuh penghormatan.
Sejak kabar duka tersebar, ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai kalangan. Karangan bunga tampak memenuhi lokasi upacara sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhumah. Ucapan duka datang dari berbagai tokoh penting, mulai dari jajaran pemerintah daerah NTB, pemerintah kabupaten/kota, tokoh masyarakat, tokoh nasional, jajaran kepolisian daerah hingga Kapolri, serta tokoh adat dan organisasi kemasyarakatan Hindu di NTB.
Kehadiran para pejabat, sahabat, keluarga besar, dan umat Hindu memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan. Banyaknya pelayat yang hadir menunjukkan besarnya rasa empati dan penghormatan kepada almarhumah serta keluarga besar Karioka.
Dalam prosesi ngaben tersebut, sekitar 30 sulinggih dari berbagai latar belakang turut memimpin rangkaian upacara suci, termasuk sulinggih Buddha dan Siwa. Perwakilan Bimas Hindu juga hadir menyaksikan jalannya prosesi kremasi yang menjadi bagian penting dalam tradisi keagamaan Hindu.
Almarhumah Ibu Ni Kadek Musti meninggalkan lima putra, satu putri, 15 cucu, serta lima cicit.
Ketua PHDI NTB, Ir. I Wayan Karioka, MH, menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas segala perhatian dan dukungan yang diberikan kepada keluarganya.
“Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih atas doa, dukungan, dan ucapan belasungkawa dari sahabat, kerabat, serta umat sedharma. Kami tidak bisa menyebutkan satu per satu, namun semuanya sangat berarti bagi kami. Berkat doa bersama, prosesi ngaben ibunda kami dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah meluangkan waktu hadir langsung dalam prosesi tersebut sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhumah.
Upacara ngaben ini menjadi momentum kebersamaan dan solidaritas umat, sekaligus wujud penghormatan terakhir kepada almarhumah Ibu Ni Kadek Musti yang telah berpulang dengan meninggalkan kenangan mendalam bagi keluarga dan masyarakat.(AM/anang)



