
Oleh: Abdul Ma’ruf Rahmat
Di tengah dinamika pembangunan ekonomi nasional, sebuah harapan besar kini bersemi di tanah Sumbawa. Program strategis nasional Integrated Poultry Industry (IPI) di bawah komando Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar proyek, melainkan manifestasi dari keberpihakan negara terhadap kedaulatan pangan dan kesejahteraan masyarakat di akar rumput.
Ada sebuah prinsip mendasar yang menjadi pegangan salah satu inisiator dan pelaksana program ini adalah Prof. Sahrul Bosang atau akrab di sapa Prof SB dalam mengawal program ini:”Tu wariskan mata-ai, siong tu wariskan ai-mata” (Kita wariskan mata air, jangan kita wariskan air mata). Filosofi ini menjadi kompas moral agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar memberikan dampak kemakmuran yang berkelanjutan bagi generasi mendatang, bukan justru menyisakan beban atau kesedihan.
Menurutnya SB, perjuangan untuk menetapkan lokasi Serading, Sumbawa, sebagai salah satu titik prioritas nasional bukanlah pekerjaan mudah. Keberhasilan ini adalah buah dari kerja keras kolektif, sinergi tak kenal lelah antara Bapak Bupati Sumbawa beserta jajaran, dan Bapak Gubernur NTB beserta jajaran serta para putra Sumbawa yang kini berkiprah di Pusat. Tanpa kolaborasi yang solid, mustahil bagi NTB untuk menjadi salah satu dari 5 titik prioritas provinsi dalam program Integrated Poultry Industry secara nasional.
Kepada penulis SB menyatakan Dukungan kami sepenuhnya diberikan dengan semangat “all out” tanpa kalkulasi pribadi. Fokus kami tunggal: memastikan program ini sukses dan berjalan dengan baik dan benar. Setelah penandatanganan Ground Breaking (GB) dan Memorandum of Understanding (MoU), tantangan selanjutnya adalah mempererat sinergi di lapangan, terutama dalam menyatukan langkah antara Wera-Sape hingga Tambora-Dompu, agar potensi daerah tidak terpecah dan tetap menjadi satu kesatuan lokasi Serading yang kuat.
Menurut SB,kehadiran pimpinan baru di BUMN PT Berdikari, yang akan melaksanakan Serah Terima Jabatan (Sertijab) dalam waktu dekat, membawa angin segar bagi efektivitas program ini. Sebagai eksekutor di bawah naungan BPI Danantara, PT Berdikari kini memiliki formasi profesional yang mumpuni.
Dengan supervisi langsung dari Dirbitpro@PKH, kita optimistis bahwa implementasi di lapangan akan lebih terukur, transparan, dan berdaya guna. Apalagi, dukungan anggaran sebesar 7 Triliun Rupiah telah disiapkan oleh pemerintah untuk membiayai 5 titik prioritas nasional, termasuk NTB. Ini adalah modal besar yang menuntut tanggung jawab besar pula untuk dikelola dengan integritas tinggi.
Kesuksesan program Integrated Poultry Industry di Sumbawa bukan hanya tentang angka pertumbuhan ekonomi semata. Ini adalah upaya menciptakan kemandirian pangan, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan taraf hidup peternak lokal.
Kami percaya, dengan semangat barema-rema (bersama-sama) antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan, Sumbawa akan mampu menjadi model sukses bagi daerah lain dalam mengelola industri perunggasan terintegrasi.
Mari kita jaga amanah ini. Mari kita buktikan bahwa dengan profesionalisme dan kerja keras, kita mampu mengubah potensi menjadi realitas yang menyejahterakan. Kita berkomitmen untuk terus mengawal agar setiap tetes keringat masyarakat hari ini menjadi mata air kesejahteraan bagi anak cucu kita di masa depan (AM).



