Minggu, 27 September 2026
spot_img

Remisi Diabetes Melalui Diet Rendah Karbohidrat

Oleh dr. H Minanur Rahman
Diabetes adalah kondisi dimana kadar gula darah sangat tinggi sehingga jika tidak diatasi dapat merusak organ-organ lain. Kondisi diabetes, terlebih *diabetes tipe 2 tidak dapat disembuhkan*. Namun, kabar baiknya ada banyak pasien, terutama yang menderita diabetes melitus tipe 2, dapat mengalami *remisi diabetes*.
Apa itu remisi diabetes?
   Remisi diabetes adalah kondisi di mana kadar gula darah pasien kembali normal (atau di bawah batas diabetes) tanpa bantuan obat-obatan penurun gula darah selama periode waktu tertentu.
   Secara klinis, remisi sering ditentukan berdasarkan hasil tes HbA1c (rata-rata gula darah 3 bulan) yang berada di bawah 6.5% dan Gula Darah Puasa di bawah 126 mg/dL, yang dipertahankan selama setidaknya tiga bulan atau lebih, tanpa konsumsi obat diabetes apa pun.
   Mengalami remisi bukan berarti diabetes hilang selamanya. Itu berarti penyakit tersebut berada dalam keadaan “tertidur.” Pasien yang sudah mengalami remisi harus tetap memonitor pola hidup mereka karena penyakit tersebut dapat kambuh sewaktu-waktu (relaps) jika faktor pemicunya kembali, terutama kenaikan berat badan.
   Remisi diabetes terjadi ketika sel-sel beta pankreas, yang memproduksi insulin, dapat berfungsi kembali karena berkurangnya resistensi insulin. Beberapa faktor yang paling kuat mendukung terjadinya remisi, terutama pada tahap awal diabetes melitus tipe 2, meliputi:
1. Penurunan berat badan signifikan (diet ketat): Ini adalah faktor paling utama. Penurunan berat badan sebesar 10-15% dari berat awal dapat mengurangi timbunan lemak ektopik di hati dan pankreas. Berkurangnya lemak ini meningkatkan sensitivitas insulin dan memungkinkan sel beta pankreas beristirahat dan memulihkan fungsinya. Diet rendah kalori terbukti sangat efektif dalam penelitian.
2. Operasi bariatrik: Bagi pasien dengan obesitas parah (morbid obesity), operasi bariatrik (bedah pengecilan lambung) dapat memperbesar peluang remisi yang cepat dan jangka panjang karena efeknya mempengaruhi metabolisme dan pelepasan hormon usus yang mengatur gula darah.
3. Diagnosis dini dan penanganan cepat: Pasien yang didiagnosis diabetes dalam kurun waktu 5 tahun terakhir (atau memiliki durasi penyakit yang relatif singkat) memiliki peluang remisi yang jauh lebih tinggi. Intervensi gaya hidup intensif pada fase awal penyakit memberikan hasil terbaik.
4. Rajin olahraga: Olahraga teratur membantu sel-sel tubuh, khususnya otot, menjadi lebih sensitif terhadap insulin. Ini mengurangi beban kerja pada pankreas dan membantu tubuh memanfaatkan glukosa secara lebih efisien.
Diet rendah karbohidrat
   Diet rendah karbohidrat telah menjadi populer dan banyak dipromosikan di Inggris. Pendekatan ini masuk akal sampai batas tertentu. Karbohidrat diubah oleh tubuh menjadi glukosa. Jika asupan karbohidrat dalam makanan dibatasi, kadar glukosa darah akan turun. Dan memang demikian adanya.
   Tetapi pendekatan ini hanya mengatasi gejala ( kadar glukosa darah tinggi) dan bukan penyebab mendasar (resistensi insulin yang disebabkan oleh penumpukan lemak intraseluler) dari diabetes tipe 2.
   Diet rendah karbohidrat dapat mendukung penurunan berat badan, terutama karena diet ini secara alami bersifat membatasi dan juga menghasilkan penghapusan banyak makanan ultra-olahan yang kaya karbohidrat yang umum dikonsumsi; roti putih, kue, kue kering, dan minuman manis.
Efek samping dari diet rendah karbohidrat
   Kekhawatiran muncul ketika karbohidrat digantikan oleh sumber protein dan lemak hewani, sementara makanan kaya serat yang sehat seperti buah-buahan tertentu, sayuran bertepung, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan dibatasi. Cara makan seperti ini mengakibatkan peningkatan kadar kolesterol LDL , yang meningkatkan risiko jangka panjang penyakit kardiovaskular aterosklerotik. Diet berbasis hewani juga meningkatkan risiko kanker dan kematian akibat berbagai penyebab.
Apa Itu Diet Keto?
   Ini adalah pola makan rendah karbohidrat, tetapi tinggi lemak. Sebagian besar yang akan kamu makan adalah lemak, entah itu lemak tak jenuh seperti kacang-kacangan, biji-bijian, dan alpukat, atau lemak jenuh seperti mentega dan minyak kelapa. Sekitar 20 hingga 30 persen dari makanan kamu makan adalah protein, baik tanpa lemak (seperti dada ayam) atau berlemak (seperti daging asap).
   Dalam diet ini kamu harus membatasi karbohidrat dengan ketat, bahkan yang biasanya dianggap sehat, seperti kacang-kacangan, biji-bijian, susu, dan berbagai jenis buah dan sayuran. Pada diet keto, kamu akan makan kurang dari 50 gram karbohidrat sehari. Sebagai perbandingan, satu apel berukuran sedang mengandung 25 gram karbohidrat.
   Cara kerjanya begini, tubuh akan mendapatkan bahan bakar dari gula, atau glukosa, yang didapat dari karbohidrat. Setelah beberapa hari menjalani diet keto, tubuh akan kehabisan glukosa. Jadi, tubuh kemudian akan mulai membakar lemak tubuh. Ini disebut ketosis nutrisi. Kondisi ini menciptakan zat asam lemak yang disebut keton, yang dapat digunakan tubuh untuk energi.
Apa itu diet karnivora?
   Diet karnivora adalah diet ketat yang hanya mengonsumsi sumber protein hewani, seperti daging, ikan, telur, dan produk susu tertentu. Program diet ini tidak melibatkan makanan lain, termasuk buah, sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Diet yang hanya mengonsumsi daging ini diklaim dapat menurunkan berat badan, meningkatkan suasana hati, dan mengontrol gula darah.
   Namun, alasan utama meningkatkan konsumsi daging ternyata bukan merujuk pada manfaatnya dalam menurunkan berat badan, melainkan sebagai alternatif mengurangi karbohidrat.
   Orang yang mencoba diet karnivora meyakini bahwa diet tinggi karbohidrat merupakan penyebab dari penyakit kronis. Mereka juga beranggapan bahwa asupan karbohidrat yang tidak dibarengi dengan olahraga rutin bisa menghasilkan lemak.
   Itu sebabnya, terlalu banyak asupan karbohidrat bisa menambah berat badan dengan cepat. Alhasil, pelaku diet karnivora percaya bahwa tidak mendapat asupan karbohidrat bisa mengurangi asupan lemak di tubuh.(AM)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles