
Sumbawa Besar, anugerah-media.com (4 Februari 2026)
Aliansi Mahasiswa Kabupaten Sumbawa menggelar audiensi dengan Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan Distribusi LPG 3 kilogram di Kantor Bupati Sumbawa Rabu (4/2/2025). Dengan agenda membahas sejumlah persoalan strategis daerah, dengan fokus utama pada kelangkaan dan harga LPG bersubsidi.
Dalam pertemuan itu, mahasiswa menyampaikan lima isu utama yang dinilai masih menjadi persoalan serius di Kabupaten Sumbawa, yakni distribusi dan harga LPG 3 kg, aktivitas pertambangan, sektor pendidikan, infrastruktur jalan, serta layanan kesehatan.

Perwakilan mahasiswa menegaskan, bahwa persoalan LPG telah berulang kali disampaikan sejak aksi September 2025, namun hingga kini belum menunjukkan perbaikan signifikan. Mahasiswa menemukan masih terjadinya kelangkaan LPG di pangkalan serta harga jual yang tidak sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Pemerintah Provinsi NTB.
“Setiap aksi dan audiensi, masalah LPG selalu kami sampaikan,namun kenyataannya, kondisi di lapangan justru semakin parah,” ujar salah satu perwakilan aliansi mahasiswa dalam audiensi tersebut.
Menanggapi hal itu, Ketua Satgas Pengawasan Distribusi LPG 3 Kg Kabupaten Sumbawa yang Sekretrais Daerah Sumbawa Dr. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP. menjelaskan bahwa penurunan kuota LPG 3 kg untuk tahun 2026 merupakan kebijakan pemerintah pusat yang terjadi secara nasional. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah mengusulkan penambahan kuota kepada Direktorat Jenderal Minerba (Dirjen) guna mengantisipasi kelangkaan.
Selain itu, Satgas juga telah melakukan penindakan terhadap pangkalan yang melanggar ketentuan, di antaranya menutup dua pangkalan dan mengusulkan dua pangkalan lainnya, serta memberikan teguran keras kepada sembilan pangkalan .
Sebagai langkah tindak lanjut, ungkap Sekda mengusulkan pembentukan grup WhatsApp bersama perwakilan aliansi mahasiswa untuk mempercepat pelaporan dan pengawasan distribusi LPG di lapangan. Usulan tersebut disepakati dan langsung direalisasikan oleh ke dua pihak.
Audiensi ditutup dengan komitmen bersama antara pemerintah daerah dan mahasiswa untuk memperkuat pengawasan distribusi LPG 3 kg serta menindak lanjuti seluruh aspirasi yang telah disampaikan.(AM/Klp 1)




