Rabu, 15 April 2026
spot_img

Awet Muda Lebih Penting Daripada Panjang Umur

Oleh dr. H Minanur Rahman
Ketika usia muda yang dipikirkan adalah produktivitas sehingga bisa mencukupi kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Bekerja keras, ulet, kreatif, tangguh dan pantang menyerah, serta terus belajar adalah modal utama untuk bisa hidup sejahtera. Seiring berjalannya waktu karier dan kemakmuran terus meningkat kadang membuat orang lupa untuk menjaga kesehatan dan kebugaran. Dengan bertambahnya umur sebagian besar orang berubah makin menua, dan sebaliknya ada pula orang-orang yang tidak nampak menua alias awet muda.
   Bagi yang menyadari pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran mereka lebih menikmati hidup sehat tanpa terganggu penyakit. Sedangkan mereka yang terlalu sibuk dengan pekerjaan hingga kekurangan waktu istirahat, merasakan beban hidup yang makin berat, demikian pula berat badan pun turut bertambah. Bertambahnya usia membuat mereka merasa menua, beban hidup makin berat dan khawatir dengan berbagai penyakit. Akibatnya hidup dirasakan sebagai penantian menunggu kematian.
   Sementara itu kemakmuran dan kemajuan ilmu pengetahuan membuka kesempatan untuk hidup panjang umur. Betapa rugi orang-orang yang berkesempatan panjang umur tapi tidak memperhatikan kesehatan dan kebugaran. Memasuki usia paruh baya mereka sudah nampak tua dengan keriput di wajah, badan yang tambun atau kekurusan, rambut yang dibiarkan rontok dan memutih, dan gerakannya tidak lagi lincah.
   Beruntunglah mereka yang sejak muda sudah menyadari pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran. Teman kuliahnya 30 tahun yang lalu dengan mudah mengenalinya karena wajah dan penampilannya hampir tidak ada perubahan. Foto-foto mereka di usia 25 tahun (waktu lulus kuliah) dibandingkan dengan foto-foto sekarang di usia 55 tahun nampak mirip. Betapa beruntung mereka yang awet muda. Apa rahasianya?
   Awet muda terjadi karena sel-sel tubuhnya terus menerus memperbaiki, sel-sel yang rusak, menua dan mati diganti dengan sel-sel baru. Sesungguhnya proses perbaikan sel-sel (regenerasi) ini terjadi pada semua makhluk hidup. Proses regenerasi ini dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal.
   Proses penuaan lebih banyak terjadi karena paparan eksternal yang merusak, melemahkan, atau mematikan sel-sel. Paparan eksternal tersebut antara lain; trauma fisik, penyakit infeksi, polusi, dan bencana alam. Sedangkan faktor internal yang memicu penuaan adalah kelelahan, stress, salah nutrisi, dan kurang exercise.
   Upaya-upaya mengurangi paparan eksternal yang membahayakan telah banyak dilakukan seperti ; prosedur safety, pengurangan polusi, pencegahan penyakit, dan mitigasi bencana. Sedangkan upaya mencegah penuaan secara perorangan diperlukan suatu gerakan kesadaran untuk melakukan gaya hidup sehat.
   Sesungguhnya untuk bisa hidup sehat dan bugar itu mudah dan tidak membutuhkan banyak biaya. Dimulai dari pikiran yang selalu positif dan optimis disertai dengan rasa aman, berkecukupan, dan bersyukur. Kemudian menghargai kehidupan dengan memenuhi kebutuhan gizi, menjaga kebersihan, merawat diri, bekerja dengan sedikit resiko, mengendalikan nafsu, cukup istirahat, bersosialisasi, serta rajin beribadah.
   Seseorang yang berpikiran positif dan optimis akan memandang kehidupan ini adalah karunia Tuhan yang indah, penuh kenikmatan, dan membahagiakan. Kita hidup bukanlah kebetulan melainkan telah direncanakan dan dipersiapkan segala kebutuhannya untuk bisa seperti yang direncanakan Sang Pencipta.
   Kemudian menjaga hati agar selalu merasa aman, berkecukupan, dan sehat dengan selalu bersyukur atas rahmat dan karunia Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang. Rasa aman, damai, sehat dan berkecukupan ini pada umumnya dimiliki oleh orang-orang yang beriman kepada Allah SWT dengan keimanan yang benar.
   Bentuk dari rasa syukur akan kehidupan adalah memberikan hak tubuhnya dengan makanan bergizi, dipakai bekerja dengan wajar, dirawat dan dijaga kebersihan, dipenuhi nafsu syahwat dengan benar, berinteraksi dengan masyarakat, dan menjernihkan jiwa dengan menghamba kepada Allah SWT pencipta semesta alam.
   Sesungguhnya upaya upaya tersebut di atas adalah kebutuhan jiwa dan raga untuk bahagia. Kebahagiaan itu akan memicu otak untuk memproduksi hormon pertumbuhan dan hormon kebahagiaan yang merangsang sel-sel tubuh untuk memperbaiki, meregenerasi, dan mengganti sel-sel seluruh tubuhnya yang rusak menua, atau mati. Sel-sel yang menjadi muda lagi meliputi hampir seluruh sel-sel tubuh; kulit, otot, persendian, pembuluh darah, sel-sel darah, dan sel-sel organ tubuh lainnya.
    Jadi awet muda itu bukan sekedar di wajah dan kulit, tetapi seluruh tubuhnya awet muda. Jantung yang awet muda dapat dilihat dari denyut yang teratur, tekanan darah normal, dan mampu merespon kebutuhan energi yang meningkat. Demikian pula paru-paru yang awet muda nampak bersih ketika difoto rontgen, mampu mengembang dan mengempis dengan optimal, dan bernapas dengan frekuensi dan tidak volume yang normal. Demikian pula ginjal yang normal akan mampu menyaring darah dan seluruh cairan tubuh dengan sempurna membuang sisa metabolisme. Orang awet muda sudah sewajarnya tidak mempunyai penyakit kronis dan terbebas dari penyakit gangguan metabolisme maupun kanker. Yang pasti orang yang awet muda itu sehat jasmani dan rohani, jiwa dan raga, hidup bahagia dalam keimanan kepada Allah SWT. Semoga kita diberkahi keimanan, kesehatan, dan kebahagiaan.. Aamiin.(AM)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles