Sabtu, 24 Oktober 2026
spot_img

Banyak Orang Panjang Umur Pada Tahun 2050

Oleh dr. H Minanur Rahman
Memasuki abad 21 kesadaran untuk umur panjang (longevity) danย  keberlangsungan kehidupan (sustainable living) makin meningkat. Kesadaran tersebut mendorong masyarakat untuk menjaga kualitas kehidupan yang seimbang dengan kelayakan bumi untuk dihuni. Dua masalah besar yang terjadi saat ini adalah pertumbuhan populasi manusia dan kerusakan Bumi akibat ulah manusia.
ย  ย Pertumbuhan jumlah populasi manusia meningkat pesat dalam 2 abad terakhir sejak manusia menemukan mesin bahan bakar dan terjadinya revolusi industri. Seiring dengan imperialisme dan perdagangan, revolusi industri mengantarkan dunia menuju kemakmuran. Sayangnya keserakahan membuat negara negara penjajah berebut wilayah jajahan yang berujung terjadinya Perang Dunia.
ย  ย Perang Dunia II berakhir pada tahun 1945 dengan dibuatnya kesepakatan damai berupa PIAGAM PBB. Berikut adalah isi Pembukaan Piagam PBB :
ย  ย Preambul (Pembukaan) Kami, masyarakat PBB bertekad:
– untuk menyelamatkan generasi mendatang dari *bencana perang*, yang telah dua kali kami alami dan membawa derita yang tak bisa diungkapkan bagi kemanusiaan;
– untuk menegaskan keyakinan pada *hak asasi manusia*, pada harga diri dan kehormatan manusia, pada hak yang setara antara pria dan wanita, dan negara kecil dengan negara besar;
– untuk membangun kondisi di mana *keadilan dan kehormatan* atas kewajiban yang timbul dari perjanjian dan hukum internasional dapat dipertahankan;
– untuk meningkatkan *kesejahteraan sosial* dan standar hidup yang lebih baik dalam kebebasan yang lebih luas;
Dan untuk tujuan itu:
– menerapkan *toleransi* dan hidup bersama dalam *perdamaian* dengan satu sama lain sebagai tetangga;
– *mempersatukan kekuatan* untuk menjaga perdamaian dunia dan keamanan;
– memastikan, dengan menerima prinsip dan cara, bahwa kekuatan bersenjata tidak seharusnya digunakan, dijaga untuk kepentingan umum;
– menggunakan mesin internasional untuk mempromosikan kemajuan ekonomi dan sosial seluruh masyarakat.
ย  Kini kita memasuki abad 21 dimana telah ada lebih dari 200 negara di dunia. Transportasi darat, laut dan udara telah menghubungkan penduduk dunia untuk bermigrasi antar negara. Demikian pula dengan kemajuan teknologi informasi maka setiap orang bisa terhubung dan bisa mengakses data/informasi yang valid secara real time.
ย  ย Di sisi lain jumlah penduduk dunia (tahun 2023) yang telah melampaui 8 miliar mendorong penduduk dunia untuk mengurangi kelahiran. Penduduk belahan bumi utara cenderung mengurangi jumlah anak menjadi kurang dari 2 anak setiap keluarga. Akibatnya terjadi penuaan populasi dimana penduduk panjang umur lebih banyak daripada penduduk usia muda.
ย  ย Sedangkan penduduk bumi belahan selatan masih mempunyai anak lebih dari dua per keluarga. Meskipun jumlah penduduk terus bertambah akibat jumlah anak lebih banyak, penduduk negara-negara di benua Asia dan Afrika (mayoritas muslim) hidup lebih sederhana sehingga terhindar dari krisis ekonomi.
ย  ย Dengan melambatnya pertumbuhan jumlah penduduk dan kesadaran kelestarian alam maka pertumbuhan ekonomi pun relatif ikut melambat. Negara-negara maju mengurangi pembangunan infrastruktur dan lebih memilih untuk melestarikan infrastruktur (bangunan) yang ada agar tetap bisa bermanfaat. Demikian pula penggunaan kendaraan bermotor pribadi juga dibatasi, selanjutnya masyarakat dibiasakan untuk menggunakan transportasi umum masal seperti bus, kereta api, kapal, dan pesawat. Untuk jarak dekat masyarakat dibiasakan untuk berjalan kaki atau bersepeda.
ย  ย Tiga puluh tahun mendatang (tahun 2050<) sebagian besar (>70%) tinggal di kota dan sisanya tinggal desa. Hampir semua kota telah tertata rapi dengan konsep sustainable city, yaitu kota yang rendah polusi, hemat dalam penggunaan energi, dan suplai air bersih tercukupi. Sebagian besar penduduk kota menempati rumah susun, apartemen, atau komplek perumahan yang membentuk village Neighborhood. Banyak sarana publik, transportasi umum, dan taman sebagai ruang interaksi. Fasilitas pendidikan, kesehatan, dan pasar (penyediaan kebutuhan rumah tangga) mudah diakses dan berkualitas.
ย  ย Jumlah penduduk relatif konstan karena jumlah kelahiran seimbang dengan jumlah kematian. Akibatnya kebutuhan rumah (tempat tinggal) tidak berkembang. Pemerintah lebih mendorong penggunaan rumah rumah tua (yang rehabilitasi) menjadi tempat tinggal generasi muda bersama keluarga dan orang tuanya. Kesadaran menjaga keharmonisan keluarga menjadi keharusan.
ย  ย Kebiasaan hidup sehat yang sudah membudaya membuat penduduk di tahun 2050 sehat dan bugar hampir tidak ada yang obesitas, semua senang berjalan dan berolahraga, makanan segar dari alam (sayur, buah dan daging) menjadi menu sehari hari. Penggunaan herbal menjadi alternatif untuk menjaga dan mengobati penyakit. Dunia kedokteran telah banyak bergeser ke paliatif dan anti aging serta kedokteran preventif.
ย  ย Banyaknya penduduk panjang umur yang sehat dan bugar maka usia pensiun bertambah menjadi 65 hingga 70 tahun. Bekerja bagi populasi panjang umur bukan sekedar untuk penghasilan tapi lebih karena memanfaatkan kemampuan dan waktu luang. Demikian pula aktivitas ibadah makin semarak terutama umat muslim. Setiap hari dan setiap waktu sholat masjid-masjid dipenuhi oleh jamaah terutama golongan panjang umur yang sehat dan bugar. Mulai sekarang persiapkan diri Anda menikmati kehidupan yang panjang umur.(AM)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles