
Oleh dr. H Minanur Rahman
Di balik kesibukan bekerja dan tuntutan mencari nafkah, kehadiran seorang ayah pada hari pertama sekolah ternyata menyimpan makna yang jauh lebih besar daripada sekadar mengantar anak hingga ke gerbang sekolah.
Momen sederhana itu diyakini mampu membangun rasa percaya diri, kedekatan emosional, hingga semangat belajar anak sejak dini.
Melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah, Pemerintah mengajak para ayah untuk meluangkan waktu mendampingi putra-putrinya memulai tahun ajaran baru. Kampanye ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan upaya membangun budaya pengasuhan yang melibatkan peran aktif ayah dalam tumbuh kembang anak.
Dalam poster yang disebarluaskan, disampaikan pesan bahwa langkah pertama anak menuju sekolah akan lebih bermakna jika diawali dengan dukungan dan kasih sayang seorang ayah. Slogan “Ayah Hadir, Anak Semangat, Masa Depan Cemerlang” menjadi pesan utama yang ingin ditanamkan kepada masyarakat.
Keterlibatan ayah selama ini masih sering dipandang sebatas pencari nafkah. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa anak yang mendapatkan perhatian dan pendampingan dari ayah cenderung memiliki karakter yang lebih kuat, rasa percaya diri yang lebih tinggi, kemampuan bersosialisasi yang lebih baik, serta prestasi akademik yang lebih optimal.
Oleh Karena itu, kehadiran ayah pada hari pertama sekolah bukan hanya simbol kasih sayang, tetapi juga investasi jangka panjang dalam membentuk generasi yang tangguh dan berkarakter.
Diharapkan gerakan ini menjadi budaya baru di tengah masyarakat. Bukan hanya dilakukan pada hari pertama sekolah, tetapi juga menjadi awal dari keterlibatan ayah dalam setiap proses pendidikan anak, mulai dari mendampingi belajar di rumah, menghadiri kegiatan sekolah, hingga menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Di tengah tantangan perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin cepat, keluarga tetap menjadi benteng utama pembentukan karakter anak. Kehadiran ayah yang aktif dinilai mampu memperkuat ketahanan keluarga sekaligus menciptakan lingkungan yang sehat bagi tumbuh kembang anak.
Gerakan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa membangun sumber daya manusia berkualitas tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah maupun pemerintah. Peran orang tua, khususnya ayah, menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi yang cerdas, berakhlak, dan siap menghadapi masa depan.
Sebab, bagi seorang anak, perjalanan menuju cita-cita sering kali dimulai dari langkah kecil menuju sekolah—dan akan menjadi lebih berarti ketika langkah itu ditemani oleh sosok ayah yang hadir dengan penuh cinta dan perhatian.
Ayah Perlu Sempatkan Diri Mengantar Anak ke Sekolah
Dalam mengasuh anak peran kedua orang tua sangatlah penting, ayah dan ibu perlu bekerja sama termasuk dalam mengantarkan anak ke sekolah. Mengantar anak ke sekolah bukan hanya tugas ibu ataupun pengasuh, kehadiran ayah di sekolah juga penting bagi perkembangan si Kecil.
Anak dapat meraih lebih banyak prestasi di sekolah ketika Ayah terlibat dalam pengasuhan. Selain itu, Ayah sebagai kepala keluarga dapat mengetahui sikap dan kemampuan anak ketika berada di lingkungan sekolah.
Terdapat beberapa penelitian yang menunjukkan, manfaat yang dirasakan ketika ayah berperan dalam pendidikan anak. Apa saja?
Anak lebih mudah mengontrol diri
Tingkat pengendalian diri anak bisa lebih baik saat ayah terlibat dalam proses tumbuh kembang anak. Sepeti perilaku yang mengganggu orang lain dapat dikurangi karena anak mempunya empati yang tinggi.
Membantu meningkatkan prestasi anak di sekolah
Prestasi di sekolah bisa mencakup luas ya, orang tua , gak hanya dalam akademik saja, tapi juga bisa non-akademik. Keterlibatan ayah dalam pendidikan anak berpotensi menghasilkan pencapaian membaca, matematika, perkembangan kognitif, dan sosial.
Menunjukkan kasih sayang
Mengantar anak ke sekolah merupakan salah satu wujud kasih sayang, tanggung jawab, dan perhatian orang tua pada anak. Si Kecil yang diantar oleh ayahnya juga akan merasa lebih disayangi, sehingga ini memperkuat hubungan antara anak dan orang tua.
Membuat si Kecil lebih semangat belajar
Anak yang diantar orang tua ke sekolah akan merasa percaya diri karena merasa diperhatikan oleh orang tuanya. Dengan demikian, si Kecil akan termotivasi dalam belajar dan mengejar hasil yang terbaik, apalagi jika usahanya selalu dihargai oleh Parents.
Menjelaskan kemampuan berkomunikasi yang baik
Dalam menunggu sekolah dimulai atau dalam perjalanan sekolah, Orang Tua dapat meluangkan waktu untuk berdiskusi dengan si Kecil. Bicarakan hal-hal yang disukainya misal tentang pelajaran favoritnya atau guru favoritnya. Dengan demikian, anak jadi mempelajari pemahaman baru dan memahami informasi yang diterima.
Sudahkah ayah mengantar si Kecil ke sekolah? Kegiatan mengantar anak ini bukan hanya sekedar anak sampai di sekolah, tapi bisa lebih dari itu. Beri perhatian pada anak, teman sebentar anak bermain atau menjulurkan dan berikan si kata-kata kecil yang positif.(AM)



