
Oleh : dr A. A. G. Kosala kosala Putra
Untuk diketahui bahwa ” mood ” bukanlah sesuatu yg ditunggu, tetapi bisa diciptakan dari aksi2 kecil yg dilakukan tiap hari.
Jika anda terus mengikuti ” rasa malas ” maka otak anda akan semakin terbiasa dg stuck disitu.
Maka mulailah dari hal2 kecil dan ulang terus.
Jika anda meerasa malas, stuck dan tidak ada motivasi ? Itu tandanya otak anda sedang ” KELAPARAN HORMON KEBAHAGIAAN ” seperti DOPAMIN, SEROTONIN dan ENDORFIN .
Untungnya hormon2 ini bisa di “akalin” supaya anda bisa tetap jalan, bahkan disaat mood sedang drop atau hancur.
KIATNYA antaralain sbb:
- MULAI DARI HAL-HAL KECIL.
Ketahuilah bahwa otak anda itu butuh ” RASA MENANG” sekecil apapun untuk melepas hirmon dopamin. Hal-hal simple/ sederhana, seperti membereskan tempat tidur atau mandi, itu sudah cukup jadi triger/ pemicu awal. Semakin sering anda menyelesaikan hal-hal kecil, otak anda akan terbiasa merasa produktif dan akan ingin lanjut ke hal berikutnya.
- Gerak dulu, baru mood menyusul. Kebanyakan orang akan menunggu mood dulu buat mulai, padahal justru gerakan kecil lah yg bikin mood itu muncul.
Cobalah untuk lakukan jalan kaki 5-10 menit atau mulai kerjakan sesuatu 2 menit saja, maka energi bakal ikut naik tanpa disadari.
- KURANGI DOPAMIN INSTAN.
Misalnya scroll tanpa henti, makan junkfood atau rebahan seharian. Hal itu akan bikin otak jadi ” kecanduan nyaman ” tetapi sesungguhnya ” kosong ” secara mental. Akibatnya hal-hal priduktif jadi terasa berat karena otak sudah terbiasa dg kesenangan cepat/instan yg tanpa effort atau usaha.
BANGUN RUTINITAS SEDERHANA.
Ketahuilah bahwa otak itu suka pola yg konsisten, bukan perubahan yg ekstrim, hanya semangat diawal saja.
Rutinitas kecil ajan bikin kadar hormon lebih stabil tiap hari.
Tidak perlu ribet tetapu cukup punya 2-3 kebiasaan wajib yg anda ulang terus sampai jadi otomatis.
Jadi intinya anda tidak harus menunggu menjadi versi terbaik diri anda memulai sesuatu.
Cukup akali otak anda sedikit demi sedikit, nanti hidup anda juga akan ikut berubah.(AM)
SEKIAN.



