
ALAS BARAT-SUMBAWA,anugerah-media.com
Kondisi jembatan penghubung antar Desa, kecamatan Alas Barat, kabupaten Sumbawa NTB mengalami pergeseran dan retak dibagian pondasi akibat hantaman banjir bandang yang setiap tahunnya terjadi sehingga butuh perhatian serius dari pemerintah.
Terkait hal tersebut, Camat Alas Barat, Zainuddin. S.Sos.,M.M.Inov. ditemui di ruangan kerjanya usai melakukan Investigasi lapangan bersama Kepala Desa Lekong,H.Muhammad Kasum MS. SH. Senin ( 3/8/26), menjelaskan bahwa kondisi jembatan penghubung antar Desa di wilayah kecamatan Alas Barat cukup memperihatinkan dimana posisi jembatannya saat ini terlihat banyak yang retak di bagian pondasi bahkan posisi bahu jembatannya pun terlihat adanya penurunan sehingga dikhawatirkan akan roboh dan terputus.

Jembatan penghubung antara Desa Lekong dengan Desa Usar Mapin dan Desa Mapin Rea adalah salah satu jembatan yang dilalui oleh masyarakat Umum.
Dengan kondisi seperti ini masyarakat mengkhawatirkan kedepannya jika terjadi banjir lagi tentu tingkat kerusakannya lebih parah dari yang ada dan ini perlu penanganan segera oleh pemerintah untuk memperbaikinya sehingga akses transportasi yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat petani maupun masyarakat lainnya berjalan normal.
Pemerintah Kecamatan bersama pemerintah Desa Lekong, Usar Mapin dan Mapin Rea telah mengirimkan surat kepada Bupati Sumbawa Terkait kondisi jembatan tersebut mudah-mudahan pemerintah Kabupaten Sumbawa merespon dengan cepat.
Untuk antisipasi awal masyarakat telah melakukan gotong royong dengan cara menutup cela dibagian ke retakan-keretakan yang ada dibeberapa bangunan pondasi dan itu hanya bersifat sementara agar bisa menahan supaya tidak roboh mengingat kondisi lapisan tanah disekitar lokasi jembatan sangat labil dan perlu penyanggah agar struktur jembatan tetap berdiri disamping itu masyarakat pengguna jalan jembatan telah memasang tanda berupa bambu atau ranting kayu agar masyarakat lainnya tahu bahwa kondisi jembatan rusak untuk tidak dilalui”Ucapnya.

Ditempat yang sama,Kepala Desa Lekong, H.Muhammad Kasum.MS. SH. menambahkan
bahwa kondisi jembatan penghubung tersebut akibat bencana Alam tahun 2024 dimana kondisi saat itu air sungai cukup besar dan ini telah dilaporkan namun sampai tahun 2026 tidak ada realisasi dalam perbaikan, kami berkeinginan untuk segara di perbaiki karena berimbas kepada kebutuhan masyarakat banyak karena tidak ada jalan lain dari 4 Desa ( Desa Lekong, Desa Usar Mapin, Desa Main Rea, Desa Mapin Kebak ) mengingat jalan ini salah satu akses mempersingkat alur penghubung antar Desa diwilayah selatan selain jalan Negara.

Dengan kondisi jembatan seperti ini kata H.Muhammad Kasum. MS.SH. tentunya masyarakat kesulitan termasuk akses angkutan transportasi hasil bumi, oleh karena itu dirinya sangat berharap kepada pemerintah Daerah untuk segera memperbaikinya bahkan setiap tahunnya diusulkan melalui Musrenbang kecamatan disamping pengajuan Proposal kaitan dengan bukti dan kondisi yang ada namun tidak ada realisasi.
“Mudah-mudahan Tahun 2027 mendatang pemerintah Daerah dapat merealisasikannya sehingga masyarakat pengguna jembatan mudah dan nyaman seperti dulu sebelum kerusakan tetjadi dan itu harapan dari bapak-bapak kepala Desa.”Ucap Kades Lekong sambil menutup pembicaraannya. (AM/HR)



