Rabu, 21 Oktober 2026
spot_img

Semangat Resolusi Jihad ”Ta’muruna Bil Ma’ruf”

Oleh dr. H Minanur Rahman
22 Oktober telah ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional untuk memperingati perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan dari kalangan santri yang disemangati oleh Resolusi Jihad.
ย  ย Resolusi Jihad adalah fatwa yang berisi ajakan untuk berjihad mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan melawan penjajah. Fatwa ini dicetuskan oleh pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy’ari, pada 22 Oktober 1945. Dengan semangat jihad inilah rakyat Surabaya dan sekitarnya memenangkan pertempuran di Surabaya pada tanggal 10 November 1945.
ย  ย Resolusi Jihad bertujuan untuk membangkitkan semangat rakyat Indonesia, terutama di kalangan kiai dan santri, untuk mempertahankan kemerdekaan. Resolusi ini mengobarkan semangat umat Islam, khususnya warga Nahdliyyin, untuk mengusir pasukan sekutu penjajah yang ingin kembali menguasai Indonesia.
ย  Beberapa unsur pokok yang mendorong terjadinya Resolusi Jihad adalah: Adanya ancaman keamanan dan stabilitas negara yang nyata-nyata mengancam, Adanya komunitas para kiyai, Adanya komunitas pesantren, Adanya komunitas santri.
ย  Mengapa Islam menjadi agama mayoritas di Indonesia? Padahal jauh sebelum Islam masuk ke wilayah ini, agama Hindu dan Buddha dengan imperium kerajaan Sriwijaya dan Majapahit menguasai wilayah lebih luas daripada Indonesia?”.
ย  ย Mengacu data demografis, memang benar bahwa penduduk muslim Indonesia saat ini mayoritas, mencapai 229,62 juta jiwa atau sekitar 87,2% dari total populasi Indonesia yang berjumlah lebih dari 290 juta jiwa. Kalau diproyeksikan ke populasi muslim dunia yang diperkirakan mencapai 2,2 milyar pada tahun 2030 (23% populasi dunia), penduduk muslim Indonesia itu menyumbang sekitar 13,1% dari seluruh umat muslim di dunia.
ย  ย Nusantara berproses menjadi bangsa muslim melalui etape yang panjang dan jalan berliku. Hingga hari ini. Capaian peradaban Islam Melayu-Nusantara yang begitu besar itu tak salah kalau disetarakan dengan peradaban dunia Islam lain seperti Islam Arab, Islam Persia, dan Islam Turki.
ย  Bagaimana tidak, dengan hasil pelembagaan pranata sosial yang massif, tradisi keilmuan yang tinggi, poros keulamaan yang mendunia dengan karya-karya ilmiah terbaik, ditambah geografi yang luas, dan demografi mencapai ratusan juta. Wajar kalau saat ini pemeluk Islam di wilayah ini terbesar di seluruh dunia. Dan Indonesia (poros utama Nusantara) menjadi bangsa muslim terbesar di dunia (the biggest moslem country in the world).
ย  ย Santri telah berperan besar dalam kepemimpinan nasional Indonesia, baik dalam masa perjuangan kemerdekaan maupun dalam pembangunan negara:
ย Peran dalam perjuangan kemerdekaan: Santri dan kiai dari pondok pesantren ikut berjuang mengusir penjajah.
ย Peran dalam pembangunan negara: Banyak santri yang menjadi tokoh intelektual, pemimpin masyarakat, dan ulama yang berkontribusi dalam pembangunan nasional.
ย Gelar pahlawan nasional: Banyak tokoh santri yang mendapatkan gelar pahlawan nasional, seperti K.H Hasyim Asy’ari, K.H. Ahmad Dahlan, K.H. Wahid Hasyim, K.H. Wahab Hasbullah, dan K.H. Idham Chalid.
ย  Saat ini, masyarakat berharap kaum santri dan ulama semakin meningkatkan kiprahnya di panggung kepemimpinan nasional. Salah satu harapannya adalah agar pemimpin yang dipilih memiliki karakter santri, yaitu pemimpin yang teguh dengan nilai-nilai profetik.
ย  ย Semangat juang untuk kemajuan Indonesia menjadi umat terbaik melalui *ta’muruna bil ma’ruf*. Ta’muruna bil ma’ruf artinya memerintahkan kepada yang ma’ruf atau kebaikan. Kata ta’muruna (ูˆูŽูŠูŽุฃู’ู…ูุฑููˆู†ูŽ) berarti memerintahkan, sedangkan bil-ma’ruf (ุจูุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู) berarti dengan yang ma’ruf.
ย  ย Ta’muruna bil ma’ruf merupakan bagian dari ayat 110 surat Ali Imran dalam Al-Qur’an yang berbunyi: “Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.”
ย  ย Ayat ini menjelaskan bahwa umat Islam adalah umat terbaik di dunia karena selalu memerintahkan kepada yang baik, mencegah dari perbuatan buruk, dan beriman kepada Allah.
ย  Ada tiga syarat untuk menjadi umat terbaik. Tiga syarat utama itu adalah amar makruf, nahi munkar, dan beriman kepada Allah SWT. Ayat di atas diperkuat surat Aliย  Imran ayat 104: “Hendaklah ada di antara kamu (atau setiap orang di antara kamu) menjadi bagian dari sekelompok umat yang mengajak pada kebajikan, menyuruh pada yang makruf, dan melarang yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.โ€
ย  ย Islam mengajarkan kedamaian dan perdamaian merupakan prinsip utama dalam agama ini. Berikut beberapa hal yang berkaitan dengan Islam dan perdamaian:
ย Prinsip perdamaian ; Islam mengajarkan untuk hidup damai berdasarkan ketuhanan, keadilan, dan kesucian. Islam juga mengajarkan untuk saling mengenal, memahami, menghargai, dan bertolong-menolong.
ย  Sikap yang harus dianut ; Islam mengajarkan untuk bersikap rukun, welas asih, dan kasih sayang kepada seluruh ciptaan Allah SWT. Islam juga tidak melegalkan kekerasan, intimidasi, dan saling caci maki.
ย Perang defensif ; Islam mengajarkan bahwa perang bersifat defensif, bukan ofensif. Islam mengajarkan untuk ikut berperang dengan niat yang benar dan lurus, yakni untuk mengoreksi ketidakadilan.
ย Contoh perbuatan damai ; Islam mengajarkan untuk membantu dhuafa, fakir miskin, dan anak-anak yatim.
ย Hadits Rasulullah ; Nabi SAW mendefinisikan bahwa seorang muslim adalah orang yang menjadi sumber perdamaian bagi sesama manusia.
ย  Al-Qur’an menyatakan bahwa Allah menyeru ke Bait Allah dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.(AM)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles