Tragedi di Balik Gemerlapnya Cafe – Cafe Ilegal Batu Guring , Warga Desak Pemda Sumbawa Dan APH Tutup Cafe ‘ Biang Keributan ‘

Sumbawa Besar, anugerah-media.com
Deretan kafe remang-remang yang berjejer di sepanjang jalan wilayah batu guring kecamatan alas barat, kabupaten Sumbawa ,tepatnya pintu masuk dan keluar Kabupaten Sumbawa , kembali menjadi sorotan tajam masyarakat. Warga mendesak agar tempat-tempat hiburan malam yang dianggap meresahkan tersebut segera ditutup. Desakan ini semakin menguat pasca insiden berdarah yang terjadi di Cafe Helena pada tanggal 10 Desember 2025 yang menewaskan seorang Waitress asal kepulauan Riau menyisahkan duka mendalam bagi keluarga korba.
Korban, Rusnaini ( 20 ), meregang nyawa setelah ditembak secara sadis oleh pemilik cafe helena di pipi sebelah kiri menggunaka senjata angin airgunt , kekejaman pemilik Cafe tersebut bukan sekali dua kali, melainkan banyak kali dilakukan terhadap para waiteres dan bahkan seorang waitress sebelumnya sempat dibakar alat kemaluannya menggunakan bara api.
Insiden ini memperkuat pandangan masyarakat bahwa keberadaan kafe-kafe tersebut lebih banyak membawa dampak negatif daripada manfaat.

Pelaku pembunuhan sadis ini diketahui pemilik Cafe itu sendiri sempat melarikan diri usai kejadian dengan alasan saat kejadian pelaku sedang beli kambing di wilayah lombok, sehingga sempat muncul dugaan sementara bahwa korban mati bunuh diri menggunakan senjata angin, sebulan lebih baru kasus ini terungkap berkat investigasi mendalam dari Tim Gabungan Jurnalis Investigasi yang penuh kejanggalan, Dengan digesernya Kasat Reskrim yang lama dan digantikan posisinya oleh Kasat Reskrim yang baru Iptu Andy Nur Rosihun, S.Tr.K, sehari pasca pelantikan baru ada titik terang misteri kematian tersebut.Dalam waktu singkat, berkat kerja cepat aparat kepolisian, pelaku berhasil dibKarimun.rumahnya wilayah Labuan mapin , saat ini pelaku Angko tengah menjalani proses hukum dan dihadapkan pada ancaman pidana berat.
Pasca kejadian pembunuhan sadis tersebut, para Netizen dan tokoh masyarakat meminta kepada Aparat Penehmgak Hukum, Pemda Sumbawa, Satpol PP agar keberadaan Cafe- Cafe ilegal tersebut ditutup , masyarakat dengan tegas meminta penertiban seluruh kafe dan tempat hiburan yang menjamur di sepanjang row jalan tersebut. Mereka menilai keberadaan tempat-tempat itu sudah tidak bisa ditoleransi lagi.
Ironisnya lagi seorang oknum kepala Desa juga mempunyai tempat usaha Cafe ilegal tersebut tanpa ada bisa yang menghalangi, sepatutnya oknum kepala desa tersebut memberikan contoh bagi masyarakat, tapi kenyataannya justru oknum kades tersebut jadi pengusaha Cafe ” sama halnya mengajarkan masyarakat berbuat maksiat ” kata Yusuf maula Ketua Organisasi Gerakan Masyarakat kepada media
Yusuf juga meminta kepada seluruh stakeholder pemangku kebijakan pemda Sumbawa agar kafe-kafe itu ditertibkan karena sangat meresahkan
Indra, salah seorang warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi, menyatakan bahwa sejak adanya deretan kafe remang-remang, ketenteraman lingkungan menjadi terganggu. Kebisingan musik, suara nyanyian, dan keributan karena pengaruh alkohol menjadi pemandangan yang sering terjadi, bahkan mengganggu kenyamanan para pengendara yang lewat di sekitar Cafe tersebut.
“Sering sekali suara gaduh saat kita lewat dengan dentuman musik yang sangat keras, belum lagi para waitress terlihat duduk dengan pakaian minim mengundang selera kaum lelaki , ditambah lagi adanya keributan antar pengunjung yang mabuk. Banyak juga kendaraan dengan knalpot bising keluar masuk malam hari. Bagusnya ditutup saja karena itu bukan lokasi usaha legal,” jelas ucok

Mengapa Cafe- Cafe ilegal tersebut bebas beroperasi..?, diduga kuat ada fee mengalir ke oknum APH, hasil investigasi tim GJI sudah ada beberapa kasus oknum polisi menghamili gadis- gadi penjaga Cafe dengan modus berpacaran dan bahkan sampai hamil, dan bahkan ada beberapa oknum anggota polsek Alas barat sering berada di Cafe- Cafe ilegal tersebut dengan alasan patroli, akan tetapi ketika ada kasus keributan dan bahkan pembunuhan sering kali kasusnya tidak terungkap hal ini dikarenakan ada ikatan emosional oknum tersebut dengan pemilik Cafe.
Warga berharap, dengan adanya perhatian serius dari pemerintah dan aparat penegak hukum, kawasan Batu Guring kembali menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif, bebas dari aktivitas-aktivitas yang mengganggu ketenteraman umum.(AM/*)