Senin, 11 Mei 2026
spot_img

Angka Kemiskinan Menurun, BPS Kabupaten Sumbawa 2025

Kemiskinan di Sumbawa Turun ke 11,79 Persen

Sumbawa Besar,anugerah-media.com

Angka kemiskinan Kabupaten Sumbawa tahun 2025 tercatat menurun menjadi 11,79 persen atau sekitar 58,23 ribu jiwa. Data tersebut disampaikan langsung Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumbawa, Yudi Wahyudin, S.ST., M.Si., saat wawancara di kantor BPS Kabupaten Sumbawa, Senin (11/5/2026).

Yudi Wahyudin menjelaskan bahwa penurunan angka kemiskinan tersebut menunjukkan adanya perbaikan kondisi sosial ekonomi masyarakat dalam beberapa tahun terakhir, meski masih terdapat sejumlah tantangan pembangunan yang perlu menjadi perhatian bersama.

“Penurunan ini menunjukkan adanya perbaikan kondisi sosial ekonomi masyarakat, meskipun masih terdapat tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selain angka kemiskinan, indeks kedalaman kemiskinan dan indeks keparahan kemiskinan juga mengalami penurunan. Hal tersebut menunjukkan kondisi pengeluaran masyarakat miskin mulai membaik dan tingkat kesenjangan antar penduduk miskin semakin menurun.

Dalam wawancara tersebut, Yudi juga menyinggung persoalan ketimpangan pendapatan masyarakat yang masih menjadi perhatian. Berdasarkan data tahun 2025, rasio gini Kabupaten Sumbawa berada pada angka 0,407 atau lebih tinggi dibanding Provinsi NTB sebesar 0,369.

“Artinya pemerataan pendapatan masih menjadi tantangan pembangunan daerah ke depan,” jelasnya.

Di sisi lain, kualitas pembangunan manusia di Kabupaten Sumbawa mengalami peningkatan. Nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sumbawa tahun 2025 tercatat sebesar 73,27, meningkat dibanding tahun 2021 yang berada pada angka 69,82.

Menurutnya, peningkatan tersebut dipengaruhi oleh membaiknya sektor pendidikan, kesehatan dan daya beli masyarakat.

Selain membahas kondisi sosial ekonomi daerah, Kepala BPS Kabupaten Sumbawa juga memaparkan kesiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan dilakukan secara nasional.

Ia menjelaskan bahwa sensus ekonomi menjadi pendataan penting untuk melihat perkembangan usaha masyarakat mulai dari pelaku UMKM, perdagangan, industri hingga sektor jasa dan ekonomi digital.

“Kami berharap masyarakat dapat menerima petugas sensus dengan baik dan memberikan informasi yang benar agar data yang dihasilkan benar-benar akurat,” katanya.

Yudi juga menghimbau seluruh pelaku usaha, baik usaha mikro maupun pengusaha besar, agar ikut mendukung proses pendataan lapangan yang dilakukan petugas BPS.

“Keberhasilan sensus tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga keterbukaan masyarakat dalam memberikan data usaha yang sesuai kondisi sebenarnya,” tambahnya.

Ia menegaskan, data statistik yang akurat sangat penting sebagai dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan, pengentasan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sumbawa.(AM)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles