Jumat, 24 April 2026
spot_img

Diduga Proyek Pengadaan Pipa Senilai Rp 400 Juta di Dinas PUPR Kabupaten Bima Beraroma Korupsi


Bima, Anugerah Media – Tersiar informasi bahwa sejumlah pejabat BPK NTB mendatangi langsung lokasi pembangunan DAM Mpirijago di Desa Sampungu Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima, teruutama mengkroscek pengadaan pipa senilai Rp.400juta yang menjadi program reguler Dinas PUPR Kabupaten Bima tahun anggaran 2025.

BPK NTB Turun Cek Fisik Proyek Pengadaan Pipa Rp.400Juta di Sampungu Meninjau secara langsung ke lokasi pembangunan proyek serta pemasangan pipa sepanjang tiga kilo meter lebih itu dalam rangka untuk melihat secara nyata penggunaan APBD Kabupaten Bima tahun 2025 oleh OPD terkait, apakah tepat sasaran atau tidak.

Namun faktanya setelah dilakukan kroscek di lapangan bahwa proyek DAM tersebut sampai dengan saat ini berjalan dengan aman dan akan bermanfaat ke depan bila air yang ditampung di DAM Mpirijago tersebut bisa mengairi lahan ribuan hektar milik ratusan petani di desa setempat Masalahnya, proyek pengadaan pipa senilai Rp.400juta oleh dinas terkait sampai sekarang tidak jelas penyelesaiannya, padahal proyek tersebut telah menghabiskan anggaran sebanyak Rp.400juta di tahun anggaran 2025.

“Untuk proyek DAM berjalan lancar dan Untuk proyek pipa saya tidak tau sama sekali.memang ada pipa yang turun ke lokasi sebanyak 534 batang, dan pipa itu sebagian telah dipasang dan sebagiannya masih dikerjakan.

Namun untuk bisa capai di lokasi lahan pertanian warga butuh pipa sekitar 200 hingga 300 batang lagi.Karena pipa yang ada 534 batang itu, akan percuma bila tidak dtambah lagi, agar air DAM bisa tembus lahan tani Mpirijago tersebut,”kata salah seorang kelompok tani di Mpirijago Yalin Umar kepada awak media.

Yakin mengaku ada orang BPK yang turun ke lokasi DAM.Namun saat itu ia tidak bisa mendamlingi karena ada pekerjaan penting lainnya.Namun salah seorang petani di Sampungu membantu mengantarkan salah satu dari orang BPK NTB tersebut tembus ke lokasi DAM.

“Alhamdulillah, mereka memuji pekerjaan DAM, namun untuk pemasangan pipa senilai Rp.400jita juga dipertanyakan oleh pihak BPK NTB tersebut dan berharap agar proyek pengadaan pipa itu segera diselesaikan, sehingga tidak dianggap projek fitkif karena sebagian fisik proyek itu gak ada,”tuturnya.

Pada kesempatan itu, Yalin juga sampaikan ucapan terimakasih kepada bapak bupati Bima yang sudah peduli dengan nasib petani di desa Sampungu, sehingga proyek DAM Mpirijago yang menjadi harapan dan impian selama ini baru terwujud tahun 2025 kemarin.

“Kami bangga dgn bupati dan wakil bupati Bima sekarang yang telah memenuhi harapan kami untuk buat DAM Mpirijago, tapi tolong dgn hormat pipa senilai 400juga harus tembus ke lokasi sasaran itu lahan tani mpirijago,”harapnya.

Kadis PUPR dan bidang terkait hendak di konfirmasi belum berhasil di konfirmasi untuk keseimbangan berita.(Tim)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles