Senin, 8 Juni 2026
spot_img

Lembaga LTLB-SM Bersama SGI dan Pokdarwis Desa Sangor kembangkan Wisata Lokal mendunia

Sumbawa Besar , Anugrah-Media.Com
Minat pengunjung Wisata hiu paus diwilayah Perairan Teluk Saleh, kabupaten Sumbawa-NTB setiap tahun mengalami peningkatan hal ini di dorong oleh semangat kolaborasi dan partisipasi dari semua pihak dalam mewujudkan komitmen terhadap pelestarian Spesies ikonis dimana hiu paus tetap menjadi bagian dari kekayaan laut yang lestari.
hiu paus sebagai potensi wisata yang sangat menjanjikan berdasarkan hasil pengamatan Tim Konservasi Indonesia. Agregasi hiu paus di teluk Saleh dapat dijumpai sepanjang tahun dengan waktu terbaik pada bulan Juli hingga Desember.
Penempatan perahu bagang di lokasi hiu paus oleh warga setempat sebagai tempat wisatawan untuk memperdah melihat dan berinteraksi langsung dengan hiu paus di habitat alaminya sambil menyelam, berenang/snorkeling hingga pengamatan hiu paus dari atas perahu berdasarkan kondisi alam yang di sesuaikan.
hiu paus atau disebut dalam bahasa Latin Rhincodon typus, Spesies ini merupakan ikan terbesar di dunia yang termasuk dalam kelompok hiu (ikan bertulang rawan) dan bukan mamalia. Hiu paus dikenal sebagai pemakan plankton yang jinak dan memiliki totol-totol putih yang unik di tubuhnya sehingga menarik wisatawan untuk berkunjung ke lokasi teluk Saleh yang berpusat di Desa Labuhan Jambu, kecamatan Terano. Kawasan ini dikenal sebagai “akuarium dunia” dan menjadi habitat agregasi hiu paus sepanjang tahun. Wisatawan biasanya menempuh perjalanan laut selama kurang lebih 1 jam dari desa menuju bagang nelayan untuk berenang bersama kawanan hiu paus di pagi hari.
Peningkatan minat pengunjung Destinasi wisata hiu paus terus mengalami tren positif setiap tahunnya yang datang dari berbagai daerah di Indonesia termasuk wisatawan mancanegara pada musim liburan. Lonjakan wisatawan lokal maupun mancanegara tentu memberikan dampak positif dan peluang bagi masyarakat yang akan berusaha dalam mengembangkan destinasi dunia tersebut dengan pola menyediakan berbagai sarana dan prasarana untuk kebutuhan wisatawan yang datang berkunjung sambil berkeliling kebeberapa  pulau-pulau kecil yang dekat dengan lokasi hiu paus seperti gili panjang, gili Mariam dan gili Tapan sambil menikmati panorama alam dan hamparan pasir putih. Selama masa perjalanan wisatawan dipandu langsung oleh warga lokal yang selalu mematuhi pedoman keselamatan dan kenyamanan para wisatawan sehingga dapat menarik minat wisatawan lainnya.
Di lokasi teluk saleh Tim pengiat Lembaga pengembangan Destinasi wisata bahari yang tergabung dalam Lembaga Tirta Lestari Bahari Samawa mendunia yang disingkat dengan LTLB-SM  minggu (7/6/26) kemarin melakukan survay keberapa pulau-pulau kecil yang dekat dengan lokasi hiu paus guna berencana akan mengembangkan kawasan tersebut dengan konsep ekowisata untuk mempermudah para turis yang melintas menggunakan kapal fenisi sebagai tempat persinggahan sementara di area wisata.
Mustafa ketua Lembaga LTLB-Sumbawa mendunia di dampingi wakil ketua Musa.H.Ibrahim bersama tim Devisi LTLB-SM menjelaskan, bahwa kunjungan ini sebagai bentuk dukungan dan dorongan dalam mengembangkan destinasi wisata di Sumbawa dan NTB secara berkelanjutan dengan melibatkan semua pihak termasuk Pokdarwis. Hari ini kata Mustafa Lembaga Tirta Lestari Bahari Samawa mendunia( LTLB-SM) bersama Pokdarwis Desa Labuhan Sangor, kecamatan Maronge telah berkomitmen memajukan wisata bahari kedepan secara bersama mengingat jarak tempuh dari Desa Labuhan Sangor ke lokasi hiu paus dan pulau-pulau kecil disekitarnya sangat dekat ungkap Mustafa.
Sementara Musa.H.ibrahim menambahkan ada lima gili yang telah dikunjungi secara bersama diantaranya adalah gili kondo, gili maja, gili meriam,gili Dempu dan gili Tapan. lima gili tersebut dua diantaranya akan dijadikan trip tempat persinggahan para Wisatawan baik lokal maupun mancanegara adalah gili Mariam dan gili Tapan setelah melakukan wisata ke hiu paus.
Lembaga Tirta Lestari Bahari Samawa mendunia( LTLB-SM) telah memilih Desa Labuhan Sangor tempat pusat Trip resort para tamu yang akan berkujung ke lokasi hiu paus dan ini telah membangun mitra dengan Pokdarwis Sangor Eco village bersama SGI Sangor Green Indonesia, Insya Allah kedepan dalam waktu dekat sarana dan prasarana kebutuhan pengunjung akan kami bangun di Desa Sangor termasuk pelabuhan/dermaga kecil tempat bersandarnya perahu kayu sebagi sarana Transportasi laut, restoran hingga penginapan terpadu yang dirancang khusus sebagai distinasi liburan para wisatawan sementara untuk Transportasi daratnya Lembaga LTLB-SM telah berkomunikasi dengan beberapa pengusaha biro perjalanan wisata Tour Travel untuk mempermudah wisatawan yang akan berkunjung,”mari kita dukung dan kembangkan wisata lokal yang mendunia.”Tukasnya (AS/HR)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles