
Oleh dr. H Minanur Rahman
Marak pembahasan kesehatan mental, Islam jauh-jauh waktu sudah mendefinisikan bahwa manusia bukan hanya dilihat dari fisik saja, tapi manusia terdiri dari unsur fisik dan ruh.
Maka dalam Islam isu kesehatan mental sebenarnya bukan suatu yang asing, sebab dalam Islam diajarkan untuk memelihara fisik maupun ruh– mental dan spiritual. Sehingga yang kesehatannya perlu dijaga adalah kedua unsur itu.
Menjaga kesehatan mental dalam tradisi Islam tidak hanya dilakukan dengan membangun kesalihan personal, namun juga membangun dan menjaga relasi sosial untuk kebaikan.
Meski menurut WHO ada sekitar 28 juta warga bangsa Indonesia mengalami masalah kesehatan mental. Namun, masalah mental tidak bisa dinilai secara sembarangan hanya dengan menengarai dari ciri-ciri fisik.
Dalam pengalamannya, dr. Agus menceritakan ada pasien yang dalam diagnosa dokter tidak memiliki sakit yang mengharuskan pasien tersebut opname di rumah sakit, tapi si pasien selalu merasa tubuhnya sakit dan ingin diopname di rumah sakit.
Setelah diobservasi secara menyeluruh, ternyata pasien itu pernah mengalami kehilangan kendaraan bermotor, serta usaha ekonomi untuk keluarganya rugi dan sampai gulung tikar.
“Maka obatnya itu harus mendekat ke Allah Swt, karena Islam mengajarkan barang siapa yang ingat kepada Allah Swt hatinya akan tenteram,” ungkapnya.
Memakai tafsir progresif, dr. Agus menjelaskan ingat tak sebatas di kepala, melainkan harus disertai usaha-usaha untuk menyelesaikan masalah, sebab ujian dan cobaan yang didapatkan telah disesuaikan takarannya dengan kemampuan menyelesaikannya.
Dalam kehidupan yang makin kompleks dan penuh tekanan, menjaga kesehatan mental menjadi makin penting. Kesehatan mental yang baik tidak hanya memengaruhi kualitas hidup seseorang, tetapi juga memainkan peran yang signifikan dalam kesejahteraan fisik dan emosionalnya. Sebagai seorang muslim, menjaga kesehatan mental juga memiliki relevansi yang dalam dengan ajaran Islam.
Apa Hubungan Antara Mental Health dan Islam?
Hubungan antara kesehatan mental dan Islam sangat erat karena ajaran Islam tidak hanya mencakup aspek kehidupan spiritual, tetapi juga mental dan fisik. Berikut poin-poin penting hubungan tersebut:
Dalam Islam, kesehatan mental dipandang sebagai bagian yang melekat dari kesejahteraan manusia secara keseluruhan.
Ajaran-ajaran Islam memberikan panduan tentang bagaimana menjaga kesehatan mental melalui berbagai praktik ibadah, nilai-nilai moral, dan petunjuk hidup yang dapat membantu seseorang menghadapi tantangan, stres, dan kesulitan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan memperkuat iman, berhubungan dekat dengan Allah SWT, dan menjaga keseimbangan antara aspek spiritual, mental, serta fisik, seorang muslim dapat mencapai kesehatan mental yang optimal sesuai dengan ajaran agamanya.
Melalui Al-Qur’an, Allah SWT juga sudah memberikan gambaran kepada kita bahwa hubungan mental health dan Islam, sangatlah erat. Allah SWT berfirman:
“Dan kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” ( Al-Baqarah (2): 155)
“Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’.” ( Gafir (40): 60)
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” ( Ar-Ra’d 13: 28)
“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” ( Yunus (10): 57)
“Wahai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.” ( Al-Baqarah (2): 153)
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Dan Allah Maha Mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” ( Al-Baqarah, 2:216).(AM)



