
Sumbawa Besar,anugerah-media.com
Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) berkolaborasi dengan Universitas Mahasaraswati
(UNMAS) Denpasar melalui Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) Tahun 2026 untuk mendorong peningkatan nilai tambah komoditas kelapa,penguatan ketahanan pangan, dan peningkatan kapasitas masyarakat dalammendukung kesehatan keluarga di Desa Stowe Brang, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Program yang mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Hilirisasi Kelapa Berbasis Ekonomi Sirkular melalui Penguatan Nilai Tambah, Ketahanan Pangan, dan Kesehatan Keluarga di Desa Stowe Brang” ini dilaksanakan oleh tim UTS yang terdiri atas Emsal Yanuar S.Si, M.Si Devi Tangga Sari, S.TP., M.Si, dan Siti Malika Azizatul Fitri M, S.T.P., M.Si. dengan pendampingan dari UNMAS Denpasar, yaitu Prof. Dr. Ni Putu Pandawani M.Si, Prof. Dr. I Ketut Widnyana M.Si, dan Dr. Ni Luh Kade Arman Anita Dewi, S.Farm.,M.Biomed.
Tahap awal pelaksanaan program dimulai dengan kegiatan sosialisasi pada 11 Oktober 2026 di Aula Desa Stowe Brang. Kegiatan ini melibatkan pemerintah desa serta dua kelompok masyarakat mitra, yaitu Kelompok Tani Bina Marga dan Kelompok Posyandu Anggrek. Sosialisasi bertujuan memperkenalkan ruang lingkup, tujuan, dan tahapan program sekaligus membangun pemahaman bersama mengenai peran serta masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan.
Desa Stowe Brang memiliki potensi kelapa yang dapat dikembangkan sebagai penggerak ekonomi lokal. Namun, pemanfaatannya masih menghadapi tantangan, terutama pemasaran yang didominasi dalam bentuk bahan mentah serta belum optimalnya pengolahan hasil samping berupa sabut dan tempurung kelapa. Kondisi ini membuka peluang pengembangan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus memperluas kesempatan usaha masyarakat.
Melalui pendekatan ekonomi sirkular, program ini diarahkan untuk mendorong diversifikasi produk, optimalisasi pemanfaatan bahan baku dan hasil samping, serta pengurangan potensi limbah. Kelompok Tani Bina Marga menjadi mitra utama dalam pengembangan hilirisasi kelapa melalui pelatihan, demonstrasi teknologi, dan pendampingan yang direncanakan. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat keterampilan masyarakat dalam mengembangkan produk turunan kelapa sesuai dengan potensi dan kapasitas lokal.
Sementara itu, Kelompok Posyandu Anggrek menjadi mitra dalam penguatan edukasi kesehatan dan gizi keluarga, pemanfaatan pangan lokal, serta optimalisasi pekarangan untuk mendukung ketahanan pangan rumah tangga. Program ini juga mencakup pengenalan pembuatan pupuk organik cair (POC) dari bahan organik sebagai upaya mendukung pemanfaatan sumber daya lokal. Kedua bidang kegiatan tersebut dirancang saling melengkapi dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bapak Zulkarnaen, S.IP selaku Kepala Desa Stowe Brang menyambut baik kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat melalui program Kosabangsa 2026.
“Kami berharap program ini dapat meningkatkan kapasitas kelompok tani dan kader posyandu dalam mengoptimalkan potensi lokal, mengembangkan usaha produktif, serta memperkuat ketahanan pangan dan kesehatan keluarga. Kami juga berharap manfaatnya dapat berlanjut setelah pendampingan berakhir,” ungkapnya.
Dari sisi akademik, kolaborasi UTS dan UNMAS menekankan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Perguruan tinggi berkontribusi melalui keahlian akademik dan pengembangan teknologi, sedangkan masyarakat berperan aktif melalui pengalaman serta pengetahuan lokal.
Pendekatan partisipatif ini diharapkan menghasilkan kegiatan yang relevan, aplikatif, dan
berpeluang dikembangkan secara mandiri oleh kelompok mitra.
Setelah sosialisasi, program akan dilanjutkan dengan pelatihan, demonstrasi teknologi, pendampingan penerapan, serta monitoring dan evaluasi. Tahapan tersebut diarahkan
untuk memperkuat keterampilan kelompok mitra dan mendukung keberlanjutan praktik
pemberdayaan setelah program berakhir.
Tim pelaksana UTS menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek atas dukungan pendanaan melalui Program Kosabangsa Tahun 2026. Dukungan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kontribusi perguruan tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat berbasis kolaborasi dan penerapan IPTEK. Melalui program ini, UTS dan UNMAS berharap hilirisasi kelapa, penguatan ketahanan pangan, dan edukasi kesehatan keluarga dapat dikembangkan secara terpadu untuk mendukung kemandirian serta kesejahteraan masyarakat Desa Stowe Brang secara berkelanjutan.(AM)



