Senin, 25 Mei 2026
spot_img

TIDAK MENDERITA KETIKA SAKIT

Oleh dr. H Minanurrahman
Hampir setiap orang yang sakit mengalami perasaan cemas, takut, khawatir, sedih, bahkan stres hingga putus asa. Apalagi kalau penyakit itu mengancam nyawa atau menimbulkan cacat sehingga tidak produktif lagi. Rasanya hidup tidak lagi indah dan akan segera berakhir. Bagaimana caranya menghadapi sakit tanda harus menderita?
Bila hanya menggunakan akal dan perasaan biasa, *hampir tidak ada orang sakit yang tidak menderita*. Bahkan dalam bahasa sehari hari kita sering mendengar *orang sakit disebut sebagai PENDERITA* yang berarti orang yang menderita. Sebagian kalangan medis yang mengerti, mereka memberi sebutan pada orang sakit dengan *pasien*. Kata PASIEN diambil dari kata PATIENCE yang berarti orang yang mampu menerima/toleran terhadap kesulitan, rasa sakit atau penderitaan. Bisa dikatakan bahwa PASIEN berarti orang sakit yang SABAR
.
     Bagaimana bisa sabar ketika seseorang menderita sakit berat yang mengancam nyawa, membuat tak berdaya, dan membutuhkan penanganan medis berbiaya tinggi? Siapa yang tidak takut akan kematian? Siapa yang bisa tenang ketika hidup tak berdaya? Dan siapa tak stres bila pengobatan penyakit menghabiskan tabungan puluhan tahun?
     Tentu untuk *menghadapi penyakit berat seperti ini tidak gampang, butuh kekuatan LOGIKA IMAN*. Logika Iman yang paling utama adalah *Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah kekuasaan Allah Tuhan Yang Maha Esa*, maha sempurna, maha baik, dan tidak zalim kepada makhluk Nya.
(Al-Baqarah) : 255 – _Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar._
     Manusia hanyalah makhluk ciptaan Tuhan yang hidup dalam batas waktu tertentu yang pasti berakhir mati. Saatnya kematian itu sudah ditentukan, tidak bisa dipercepat atau diperlambat. Yang bisa kita lakukan hanyalah *menggunakan kesempatan hidup* untuk berbuat sebaik baiknya sebagai hamba Tuhan dan merasakan hidup dengan penuh syukur, serta berharap masa mendatang yang lebih baik.
(An-Naĥl) : 61 – _Jikalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ditinggalkan-Nya di muka Bumi sesuatupun dari makhluk yang melata, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan. Maka apabila telah tiba waktunya (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukannya._
      Bisa saja sakit menjadi pengantar menuju ajal, maka bersiap siaplah menyambut datangnya ajal. Kematian adalah akhir kehidupan dan kembali ke Tuhan untuk mempertanggungjawabkan segala sesuatu selama kehidupan. Oleh karena itu bertobatlah dan banyak mohon ampunan. Segera lakukan perbuatan baik sebanyak banyaknya, misalnya BERSEDEKAH.
(Al-Munāfiqūn) : 10 – _Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?”_
     Bagi orang-orang beriman dan berpasrah kepada Allah (muslimin), sakit dan mati tidak membuat mereka sedih atau menderita. Sakit dianggap sebagai teguran kasih sayang dari Allah, yang mengingatkan kita untuk lebih banyak berzikir, bertobat memohon ampunan, dan mohon untuk diringankan rasa sakit tersebut. Sakit adalah saatnya untuk istirahat, merenungi betapa banyak rahmat karuniaNya, mawas diri atas kesalahan, kelemahan, dan kelalaian selama ini. Sakit sebagai jalan kembali ke Allah yang menjanjikan balasan surga dimana tidak ada kekhawatiran dan tidak pula bersedih hati. Biarlah penyakit menjalankan tugasnya dan berterimakasih lah kepada dokter yang membantu meringankan sakit Anda. Sesungguhnya kematian adalah kesembuhan yang sempurna.(AM)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles