
Oleh : dr AA Kosala Putra
Ya benar, ternyata beragam jenis kentut itu bisa mencerminkan kondisi dalam tubuh kita, terutama masalah pencernaan, kaitannya dengan apa yang dikonsumsi / makan.
Misalnya saja kentut yang ” tidak bunyi tapi bau ” yang dalam joke bahasa Inggrisnya ” silent but deadly fart ” itu tandanya yang bersangkutan baru habis makan makanan yang mengandung tinggi sulfur seperti telur atau daging merah.
Atau kentut yang bunyinya besar, keras tetapi tidak bau, itu hanya menggambarkan banyak udara yang tertelan pada waktu seseorang makan saja.
Kentut dalam batas wajar sebenarnya merupakan bukti atau tanda bahwa bakteri usus seseorang dalam keadaan aktif dan sehat.
Berikut beberapa kondisi kentut beserta artinya:
– Kentut tidak bunyi tapi bau. Ini terjadi karena gas hidrogen sulfida ( H2S ) yang tinggi, berasal dari makanan yang kaya sulfur seperti telur, daging merah, bawang. Ketika gas ini keluar berupa kentut, membawa aroma yang menyengat.
– Kentut yang berbunyi besar tapi tidak bau. Nah kentut jenis ini umumnya hanya berisi udara yang banyak tertelan pada saat seseorang makan dengan tergesa/cepat, mengunyah permen karet atau minum yang bersoda. Makanya gas yang keluar besar tapi tidak mengandung senyawa sulfur.
– Kentut berbunyi kecil, ada bau sedikit. Ini biasanya karena posisi anus yang rapat atau gas yang keluar itu sedikit demi sedikit. Baunya berasal dari sisa fermentasi serat yang wajar oleh bakteri usus yang normal.
– Kentut seampasnya. Ini terjadi ketika volume gas didalam usus sangat besar. Tekanan saat dikeluarkan meningkat tajam. Tekanan yang sangat tinggi secara tiba-tiba ini bisa mendorong feses yang posisinya sudah terlalu dekat diujung rektum/lubang pelepasan.
SEKIAN…..ITULAH KENTUT…..(AM)



