Yusuf Maula Kritisi Peresmian Jalur Dua Poto Tano, Gubernur NTB Jangan Hanya Seremonial, Kualitas Proyek Diduga Asal Jadi
Sumbawa Barat,anugerah-media.com
Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Geraka Organisasi Masyarakat Yusuf Maula melontarkan kritik tajam terhadap Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, terkait peresmian proyek pembangunan jalan Jalur Dua Poto Tano. Proyek yang dikerjakan oleh PT Metro Lestari tersebut dinilai jauh dari standar kualitas peningkatan mutu jalan dan justru terkesan seperti proyek “tambal sulam”.
Mantan anggota DPRD Sumbawa Barat yang akrab disapa Ucok ini menyayangkan sikap Gubernur yang terburu-buru meresmikan proyek tanpa meninjau langsung kualitas fisik di lapangan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi jalan yang baru saja selesai dikerjakan sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan di sejumlah titik. Ucok menegaskan bahwa proyek ini seharusnya merupakan proyek peningkatan kualitas dan mutu jalan, namun realitanya sangat memprihatinkan.
“Jalan ini baru saja selsai dikerjakan, tapi di beberapa ruas sudah terlihat rusak dan diperbaiki dengan cara ditambal sulam. Gubernur jangan hanya sekadar gunting pita atau mengejar seremonial saja, tapi harus melihat apakah kualitasnya sudah sesuai spesifikasi atau tidak,” tegas Ucok, Jumat 23 Januari 2026.
Selain masalah mutu hotmix, Ucok juga menyoroti pembangunan drainase yang dianggap tidak tuntas atau “pincang”. Pekerjaan drainase yang belum menyeluruh ini dikhawatirkan akan memicu masalah baru bagi masyarakat, khususnya di wilayah Tambak Sari.
Ia menilai sistem drainase yang tidak berfungsi optimal justru akan menjadi bumerang saat musim hujan tiba. Bukannya mengurai aliran air, drainase yang tidak terhubung dengan baik berpotensi besar menyebabkan banjir dan menggenangi rumah-rumah warga sekitar.
Ucok mendesak Pemerintah Provinsi NTB untuk melakukan evaluasi total terhadap kinerja kontraktor pelaksana. Ia meminta Gubernur tidak tutup mata terhadap rekanan yang bekerja asal-asalan.
”Kami meminta Gubernur memberikan sanksi tegas kepada perusahaan pelaksana. Jika perlu, jangan dibayar penuh sebelum kualitas jalan dan drainase benar-benar diperbaiki secara permanen. Rakyat butuh jalan yang berkualitas, bukan sekadar polesan sesaat,” tutupnya.(AM/Edi)
