
Oleh dr. H Minanur Rahman
Ibu-ibu rumah tangga di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, mempunyai pandangan sendiri memaknai Hari Kartini, yakni menjadi ibu rumah tangga yang baik sebagai bentuk emansipasi. Perempuan berprofesi atau berstatus ibu rumah tangga berjuang dalam kehidupan rumah tangga mengurus anak dan suami juga butuh diapresiasi.
“Ibu rumah tangga juga bisa dibilang Kartini kerena mereka mengurus anak dan suami, serta keperluan rumah tangga lainnya,” kata Hera Mutmainah seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Kelurahan Penajam.
Ia menilai seorang ibu rumah tangga itu serba bisa dalam mengurus orang-orang terkasih, dan perjuangannya selalu dengan hati yang tulus tanpa pamrih, seperti perjuangan Kartini.
Memaknai Kartini mulai dari keluarga sendiri, seperti mendidik anak-anak untuk menghormati perempuan, serta membesarkan anak-anak sebagai generasi penerus yang lebih baik.
“Seorang ibu rumah tangga selalu berjuang sekuat tenaga dalam mendidik anak-anak agar menjadi pribadi yang tangguh dan bertanggung jawab,” ucapnya.
Cita-cita Kartini bukan saja pentingnya pendidikan bagi perempuan, tetapi juga bagaimana kaum ibu dapat memberikan pendidikan yang dimiliki kepada anak-anak di rumah.
Ilmu pengetahuan yang diperoleh selama menjalani pendidikan menjadi bekal bagi dirinya sebagai ibu rumah tangga untuk menjadi pendidik di rumah atau di lingkungan keluarga.
Ibu-ibu rumah tangga yang memiliki pendidikan tinggi bukan berarti melakukan sesuatu yang sia-sia dengan pendidikannya, karena ilmu pengetahuan yang dimiliki juga sangat bermanfaat bagi lingkungan keluarga.
Perempuan yang berprofesi atau berstatus ibu rumah tangga merupakan pendidik utama di lingkungan keluarga yang mendidik anak-anak agar menjadi sosok yang memiliki ketangguhan, disiplin, budi pekerti dan kecerdasan.
Perjuangan ibu rumah tangga untuk melahirkan dan membentuk anak-anak yang sholeh, pintar dan taat menjadi bagian emansipasi yang telah diperjuangkan oleh seorang Raden Ajeng Kartini.
Santri Putri dipersiapkan untuk menjadi Ibu Rumah Tangga yang baik
Pendamping hidup yang ideal adalah impian tiap orang. Jika tak ideal sesuai dengan keinginan sekalipun, maka setidaknya mendekati impian tersebut. Jika Anda nmencari pendamping hidup yang ideal, maka salah satu pilihan yang ‘recomended’ adalah santri putri.
Santri putri bisa menjadi pilhan terbaik sebagai pendamping hidup. Lulusan pondok pesantren semacam ini memiliki banyak sekali kelebihan.
Seorang santri putri pasti sudah mendapatkan bekal ilmu-ilmu agama di pesantrennya. Mereka sudah terbiasa melaksanakan ibadah-ibadah seperti yang telah di perintahkan oleh Allah SWT, seperti sholat 5 waktu, puasa, zakat dan ibadah-ibadah lainnya. Nah, tipe wanita yang seperti inilah yang sangat layak dijadikan istri idaman.
Setiap santri putri pastinya sudah sangat terbiasa dengan hidup sederhana saat di pesantren. Mereka sudah tentu akan ikhlas menerima dan bersyukur atas apa yang dimiliki. Mereka juga siap untuk di ajak hidup sederhana dan berjuang bersama.
Salah satu hal yang penting adalah seorang istri harus mempunyai sifat keibuan. Pastinya seorang santri putri itu lebih bersikap dewasa dan keibuan. Jadi sudah tidak perlu takut lagi mereka tidak bisa mengurus anak-anak kamu nanti.
Sebuah ungkapan “Ibu adalah madrasah pertama dan paling utama bagi anak” itu benar adanya. Jadi, jika kamu mempunyai seorang istri santri putri, maka itu adalah suatu keberuntungan dan anugerah yang sangat luar biasa, karena mereka bisa menjadi madrasah terbaik untuk anak-anak kamu kelak.
Kehidupan pesantren itu sangat padat, banyak sekali kegiatan mengaji yang dilakukan namun santri putri bisa mengatur waktu dengan baik, sehingga masih sempat untuk mengerjakan kegiatan yang lain. Hal ini akan menjadi bekal yang sangat baik untuk kehidupan keluarga kamu, karena mereka akan bisa mengatur waktu keluarga dengan baik.
Seorang santri putri sudah biasa hidup dengan banyak tugas, dan mereka pasti bisa menjadi ibu rumah tangga yang baik. Seorang santri putri sudah terbiasa hidup sederhana dan hemat, mereka juga sudah terbiasa mengatur setiap pemasukan dan pengeluaran dengan sangat detail.
Yang paling penting, mereka tidak akan menolak berapapun uang belanja yang diberikan oleh suami. Berapapun uang belanjanya, mereka pasti bisa mengaturnya sehingga urusan dapur akan tetap aman.(AM)



